
Xiao fei menangis dengan derain air mata yang terus mengalir dan membayangkan bagaimana bisa melakukannya.
" A fei... dari pada kau menangis lebih baik simpan air matamu! libur tuan dengan caramu, setidaknya ia masih memiliki kasih sayang di dunia yang kejam ini" hei Hong memberikan sebuah energi agar adiknya kuat.
Mendengar itu Xiao fei langsung tersentak dan langsung berdiri dengan rasa sedihnya "Kau benar kak, ehhh...aku merasa kini kakak berbeda yang dulu" Xiao fei membalikkan tubuhnya menghadap kakaknya.
"Aku akan memberitahukan yang sebenarnya saat kau berhasil mengusir kesedihan dari tuan!!" Hei Long langsung pergi dengan begitu saja.
"Apa memory kakak terbuka?!" gumam Xiao fei meninggalkan taman menuju kamarnya.
30 menit kemudian....
Xiao fei kini sudah mandi dan kini sedang bergegas pada menyiapkan sesuatu pada spesial yang dimasak dan kesukaan feng yin.
"Nonaaa...biarkan saya saja...bagaimana jika tuan tahu!! kami akan dimarahi!!!" takut mereka semuanya.
"Tidak akan"
"Akan"
"Tidak akan"
"Akan!!!!!!"
Mereka semuanya berdebat dengan tindakan Xiao fei yang memasak seenaknya.
" Huhhh...sudah dia tak berani marah...aku sudah lama tak memasukkan makanan untuk kak yin...kalian tenang saja" Xiao fei berbicara sambil menuangkan ke mangkuk daging sapi dan beberapa sayuran kesukaan feng yin.
"Tolong bawakan 1 mangkuk nasi" perintah Xiao fei.
pelayan disana tetap saja melakukan perintah Xiao fei, walaupun dari tadi mereka berdebat dengan sangat sangat.
"Aku menyisakan beberapa daging dan sayur untuk kalian...jika kalian suka makan saja" Xiao fei pergi dengan membawa mangkuk
para pelayan sangat antusias dan mulai mengincip air sop dan daging. Dan rasanya sangat menganggetkan.
"Iniiiii....bagaimana bisa" pelayan itu yang tak percaya.
__ADS_1
"Mana mungkin...nona fei tidak akan mungkin masak tidak enak untuk tuan muda" pelayan lain yang tak terima dan ingin mencoba.
" Iniii sangat enakkkkk....aku bahkan belum pernah merasakan sebelumnya! bagaimana mengatakan tidak enak!" sambung lagi
"Kapan aku mengatakan tidak enak hah? aku mengatakan seperti karena aku kaget dengan rasanya" balasnya yang tak terima begitu saja.
Para pelayan langsung memakan masakan Xiao fei yang enak dan bahkan tak menyisakan sedikitpun disana.
Xiao fei membawa nampan para pelayan laki-laki disana hanya melihat dengan tatapan tak percaya.
"Nona fei, apa yang kau bawa?!" bau makanan yang tak bisa membuat Mei Li tak bertanya.
Xiao fei langsung berhenti "Ini adalah makanan yang aku buat dengan tanganku sendiri untuk menghibur kak yin...juga sudah lama ia tak memakan masakanku" senyum Xiao fei mengambang dan langsung berjalan pergi.
"Bai Yi, apa kamu merasa bahwa bau yang dibawa oleh nona fei sangat enak!" Mei Li dengan mode ibu ibu gosip.
"Aku juga merasa begitu, Mei li" Bai yi yang menyetujuinya kali ini.
Xiao fei langsung masuk saja tanpa mengetuk pintu dan meletakan makanannya di meja yang terdengar nyaring.
"Mau apa?!" Xiao fei tak kenal takut mendengarnya.
"Fei'er bagaimana kau bisa disini?" Feng yin melihat Xiao fei datang keruangan tanpa memberitahukan sebelumnya dan ini bukan sepertinya gayanya.
Feng Yin lalu menyibukkan lagi dengan menulis agar pikirannya agak teralihkan dan hatinya juga tidak terpengaruh dibuatnya.
Xiao fei melihat orang tercintanya menyibukkan dirinya dan berusaha menyembunyikan sesuatu darinya, tapi kini, sudah tak berguna.
Xiao fei menghampiri langsung merebut kuasnya dan mengantungnya di tempatnya, lalu menarik tangan feng yin dengan lembut.
" Fei'er apa yang kau lakukan?!"
"Kak Yin...jangan berusaha menyembunyikan segalanya dariku, aku sudah tahu kamu itu dewa semesta!"
deg
Sontak feng yin berhenti melangkah "Kau sudah tahu?"
__ADS_1
Xiao fei merasakan feng yin berhenti langsung menariknya lagi dengan wajah tersenyum. Dan menganggukan kepala dengan pelan.
"Kau duduklah" Xiao fei melayani selayaknya istri kepada suami saat makan.
"Fei'er masih belum terlambat...jika kau ingin bisa meninggalkanku dan mencari pria yang lebih baik dariku!" feng yin menuangkan tehnya di gelasnya.
" Tidak!!!" Tegas Xiao fei
"Kenapa?!" melihat arah Xiao fei.
"Jika aku pergi bagaimana kau bisa mendengar omelanku?! Dan juga aku sangat mencintaimu, ayo kita hadapi bersama" Xiao fei dengan wajah serius memandang feng yin dan menyentuh tangan Xiao fei.
"Baiklah" senyum yang mengambang di wajah feng yin.
"Haihh...melihatmu senyum itu benar-benar tidak mudah kak yin"
"Ayo sekarang makan, suamiku! aku sudah membuat makanan khusus untukmu dan ini makanan kesukaanmu" Xiao fei menuangkan tehnya untuk feng yin.
Feng Yin langsung membulatkan matanya dengan sempurna "Suami?!"
"Bukankah aku akan menjadi istrimu suatu nanti?!" Xiao fei tersenyum mengambang di pipinya cabinya.
"Tentu saja, istriku! ayo kau mencicipi dulu baru aku, bagaimana kau yang membuat maka kamu dulu yang pertama baru aku" feng yin yang menyuapi Xiao fei.
Terjadilah adegan suap suapan yang romantis dan percakapan yang tiada hentinya mengarah mereka berdua itu, hingga membuat fengyin tertidur.
"Lihat kau sudah tidur akibat kau meminta arak" gerutu Xiao fei.
Xiao fei langsung berusaha mengakat tubuh feng yin yang berat tapi tidak berlaku bagi Xiao fei menggendong dengan kasih sayang, tak berlaku untuknya.
Xiao fei merebahkan tubuh feng yin di kasur melepaskan asesoris dan menyisakan baju tipis di kenakan dirinya lalu menyelimuti badannya agar tak kedinginan.
cup
Xiao fei mencium bibir feng yin dengan lembut "Aku berharap kamu mimpi indah suamiku" suara lembut Xiao fei.
Xiao lalu langsung keluar dan kembali kekmarnya untuk tidur malam....
__ADS_1