
Alam atas, ruang diamond
" Hei bocah, aku melihat gerakanmu lumayan bagaimana jika menjadi muridku?" ucapku melihat ke arah anak muda itu.
Terlihat bocah itu begitu kaget mendengar apa yang aku ucapkan kata ' murid ' membuatnya bengong.
" Kau tidak ingin??? yah benar saja aku ini tak memiliki status yang cukup jadi normal tidak ingin menjadi muridku....sudahlah kau bisa pergi" ucapku berbalik badan. sebenarnya aku tak bener bener menolaknya aku hanya ingin tahu reaksinya.
bruggg
ia langsung bersujud dan memajukan tangganya seperti sedang menghormat " Bukan seperti itu tuan weiheng, aku hanya saja tak menduga dan mengapa anda tertarik kepadaku" ucapnya dengan nada sopan.
Aku langsung membuka topengku dan tak lama bocah itu langsung menatapku dengan tatapan mata bulat mulut membulat aku takut ada lalat masuk ke mulutnya, ahhaha.
Diaa...tampan...ehhh jangan bayangkan yang tidak tidak, batinnya terbangun.
" Bocah, kau tahu. Selama ratusan tahun aku tak mengakat murid sekalipun hanya dirimu saja membuatku tertarik" ucapku duduk menghadapnya dengan wajah ramah.
" ratusan tahun??" gumamnya yang terdengar oleh feng yin.
" iya umurku sudah 1.126 tahun " ucapku dengan santainya.
Harusnya jika orang yang ratusan bahkan ribuan jika diusia muda sepertiku sangatlah mustahil karena kultiviasi itu susah. hanya orang yang memiliki esensi dewa saja yang bisa memiliki pencapaian luar biasa.
Memang saat ujian pewaris selama 100 tahun tapi umur feng yin lalu di riset karena ia sudah ditempat alam dewa dan terlempar kesana kemari.
__ADS_1
Glugg
pria itu dengan gugup memandangi dirinya yang ia hanya berumur 200 tahun saja dan bertemu orang yang berumur lebih 1.000 tahun.
" Chang Yin, apa keputusanmu" ucapku melihat arah pria kecil itu
Dia tahu identitasku? siapa dia sebenarnya? kenapa bisa mengetahuinya, batinnya yang bingung.
...----------------...
Ruang istirahat Sekte Pedang Langit.
Terlihat para murid ada yang sedang bersantai dan ada yang berkultivasi dengan gilanya tiada hari tanpa kultiviasi dan dimana kapanpun tetap latihan. Terlihat pria paruh baya masuk kedalam tenda milik sekte pedang langit.
" Kemana Chang yin ?" ucap pemimpin Sekte.
" Baiklah....kalian istirahatlah dan ½ lagi lihat pertarungan tim lainnya" ucap pemimpin Sekte yang berjalan pergi
" Baik"ucap mereka dengan kompak.
...----------------...
Ruang diamond
" Saya Chang Yin hormat kepada guru" ucapnya langsung bersujud.
__ADS_1
wushh
Aku langsung membantu berdiri muridku " murid baik, berdirilah" ucapku dengan lembut.
Sejak kapan dia ada disampingku? kecepatan guru sangat mengerikan, batin cheng yin yang memandangiku dengan intens.
Aku langsung menyentuh dahi changi yin dan muncul sebuah simbol berwarna putih. "Awwww...guru apa ini" ucap cheng yin merasakan panas sengatan sesuatu.
" Itu adalah simbol yang berarti kau adalah muridku dan terimalah ini" ucapku sambil memberikan sebuah 1 kain tipis berwarna biru.
" Apa ini guru ?" tanyanya yang melihat sebuah kain tipis.
" Kau ikatan di rambutmu yang berguna untuk membantu kultiviasimu" ucapku dan langsung melakukan apa yang aku katakan.
" Kau bisa kembali...dan ikat kepala itu terhubung denganku jika kau ada masalah aku bisa mengetahuinya" ucapku dengan memakai topengku lagi.
" Baik guru, Chang yin undur diri" ucapku kembali melihat arena pertarungan. Dan tak ada yang membuatnya tertarik lagi dan lalu pergi tanpa diketahui orang lain.
Aku berjalan keluar dengan santainya dan menginap di penginapan untuk sementara lalu besok aku berencana membeli rumah untuk disini mungkin memilih suasana yang tenang.
Saat masuk di penginapan banyak saksi mata yang melihatnya dan sangat penasaran tentang orang memakai topeng putih itu apalagi seorang perempuan tambah penasaran.
skip dapet kamar
" Sudah larut lebih baik aku tidur dan menemukan hal baru untuk besok" ucapku sambil menutup mata.
__ADS_1
Bersambung....