Season 1 Legenda Sang Dewa Jahat

Season 1 Legenda Sang Dewa Jahat
punya orangtua


__ADS_3

" Dimana ini??" ucap Zhao fan di sekeliling kabut berwarna putih merah yang menutupi, dan tak bisa melihat jelas sekitar di dekatnya.


Mereka yang terjebak disana,hanya bisa melihat kabut berwarna putih, bahkan keberadaan yang didekatnya tadi tak jelas dimana.


Mereka yang terjebak disana merasa penglihatan sangat tidak berguna, bahkan kekuatan mereka se akan akan tertekan tidak bisa digunakan secara maksimal.


Diluar....


" Mei Li...bagaimana mereka bisa bertahan???" ucap Bai hu melihat kabut putih buatan sang rubah ekor 9.


Kalau Rubah ekor 6 kebawah masih bisa bertahan dari ilusinya, tapi kekuatan Rubah ekor 9 jangan diragukan kekuatan ilusi, pesona kecepatan itu sangat susah menghadapinya.


Mei Li telah memadukan kekuatan ilusi dengan pesona, itu adalah hasil latihan selama ini dan belum pernah ia keluarkan sebelumnya.


" ilusi pesona ku sangatlah susah dihadapi, ilusi pesona membuat orang terjebak hilang arah, dan muncul kenangan baik atau buruk yang berarti bagi diri mereka dan pesonaku mengoda semua jenis kelamin terhanyung kedalamnya tapi masih ada kekuatan tersembunyi di dalamnya." ucap Mei Li dengan ekspresi rasa puas melihat mereka terjebak disana.


Semua orang disana mendengar kekuatan yang diciptakan oleh Mei Li sang rubah langit "Kekuatan apa lagi didalamnya, kenapa sebelumnya kau tak pernah memakai jurus ini?" ucap Bai Yi dengan rasa Penasaran nya.


" Pelupa waktu, korban merasa terjebak dilamanya rasanya sebentar, tapi sebenarnya sangat lama."


" Aku tidak memakai jurus ini, karena kalian tidak bisa menahannya dan teknik ini sangatlah berbahaya, jika aku padukan dengan serangan pedang. maka, yang di dalam matipun tak tahu kapan terjadinya." sambung Mei Li dengan tatapan pembunuh.


Mereka bertiga disana merinding, mendengar apa dijelaskan dan cara kerja jurus kartu as milik Mei Li itu, begitupun dengan Chang yi merinding apa yang di dengar. tapi tidak dengan feng yin, jurus Mei Li tidak akan berguna pada dirinya.


" Mengerikan" ucap pelan Chang yi


" Dalam dunia ini, memang harus kuat jika tak ingin di tindas, tapi jangan sampai hilang kendali" nasihat feng yin.

__ADS_1


Feng Yin langsung turun menemui mereka dan di ikuti oleh Chang yi, feng yin melihat jinzhi dan Bai hu terluka langsung menggunakan kekuatannya menyembuhkan luka luka mereka.


Dengan cepat luka luka langsung pudar dan energi mereka seperti kembali " Terimakasih tuan" ucap Bai hu dan jinzhi dengan wajah senang mereka. Dan feng yin hanya tersenyum ramah.


Guru bisa pengobatan? batin Chang yi melihat gurunya mengobati dengan kekuatan.


" Kalian berlatihlah dan Chang yin latih dia juga! aku akan melihat hasil latihan kalian saat aku kembali" ucap feng yin dengan tiba-tiba menghilang.


Chang yi merasa sedih, kepergian gurunya dan meninggalkan sendiri dan meminta di latih oleh 4 monster dewa itu.


Apa guru tak menyukaiku? kenapa guru pergi begitu saja?, batin Chang yi sendu melihat kepergian guru menghilang seperti angin.


4 monster dewa melihat badan Chang yi dari belakang, Chang yi masih menatap tempat tuan mereka menghilang disana. pikiran 4 orang itu sefrekuensi jadi paham yang dirasakan oleh bocah itu.


Mereka langsung mendekat kearah Chang yi, Bai yi menjongkok dan menyentuh tangan kecil Chang yi, terlihat mata Chang merah seperti ingin menangis.


" Namamu Chang yi yahh.... bagaimana kalau kita memanggilmu Xiao Yi" ucap Bai yi dengan nada lembut dan di anggukan oleh Chang yi.


Dan dengan patuh Chang yi duduk disamping Bai yi " Ayo ceritakan" ucap Bai yi dengan tatapan yang lembut ke arah Chang yi.


Chang yi, sebenarnya tak ingin menceritakan apa yang sedang dirasakannya Sekarang ini. Tapi, melihat tatapan lembut dan mata penuh kasih sayang ini, Chang yi tak tahan. sejujurnya rasa inilah menjadi impian Chang yi dari dulu.


" Apa guru tak menginginkan aku lagi??"


" Aku hanya memiliki guru, aku tak memiliki orang tua" lirih sendu Chang yi yang membuat sedih Bai yi.


Bai yi langsung menengok ke arah suaminya, Bai Hu. Dan Bai hu paham betul tatapan apa itu, tatapan ke ibuan, demi kebahagiaan istrinya hanya bisa menganggukan kepala dan tersenyum.

__ADS_1


Bai yi melihat itu langsung senang dan menatap wajah Chang yi yang masih sedih


" Xiao yi, tuan sangat peduli padamu selama ini. ia tak pernah menerima murid dan hanya memiliki 1 murid untuk saat ini, tuan memiliki tanggungjawab besar dan mungkin saja tidak ingin mengajari karena kekuatanmu saat ini belum cukup untuk menerima pelatihannya." ucap Bai yi yang berusaha menenangkan si kecil itu.


" Emmm jika kau tidak punya orangtua, bagaimana menjadi anak kami berdua" ucap Bai yi dan disampingnya Bai hu tersenyum ramah. langsung membuat mata Chang yi membulat lebar.


Chang yi melihat itu merasa senang tapi apa benar mereka bisa menerima anak yang tak berguna seperti dirinya itu.


" Apa aku pantas?" tanya Chang yi dengan masih ekspresi sedih diwajahnya.


Bai hu menyentuh pundak Chang yi dan Bai yi mengelus tangan kecil Chang yi. " Sangat pantas! apa kau mau Xiao yi?" ucap Bai yi dengan senyuman lembut dibibirnya.


Chang yi melihat wajah Bai yi dan Bai hu secara berganti yang merasa bahagia " Baiklah" ucap mantap Chang yi dengan tersenyum menutup mata kecilnya.


" Horeeee kita punya ponakan jinzhi" teriak bahagia Mei Li, bagaimanapun Mei Li menyukai anak kecil. Dan jinzhi tersenyum bahagia, semua orang disana sangat bahagia.


" Apa kami boleh mengganti namu Xiao yi?" tanya ramah Bai hu deng menjongkok rendah. Chang yi hanya merespon dengan menganggukan kepala dengan pelan.


Mereka berdua langsung memikirkan dengan seksama dan berpikir sampai bermenit menit yang akhirnya menemukan nama yang cocok.


" Bai Yuwen. Bai marga keluarga kita dan yuwen yang artinya rupawan dan bijaksana. Dari nama itu kami berharap nantinya kau bisa membantu tuan, menurutmu bagaimana" tanya Bai hu


" Aku suka...."


" Wen'er sekarang kamu ada keluarga baru dan jaga bersedih" ucap Bai yi mengelus lembut rambut anak angkatnya.


" Yuwen sekarang bahagia ayah, ibu" ucap yuwen dengan senyumnya begitu manis.

__ADS_1


Bersambung....


Maaf telat up, ketiduran 🙏


__ADS_2