
Chang Yi kini, mengobati semua pelayan dengan hati hati, dan sekiranya sudah selesai mengobati. langsung mencari keberadaan gurunya.
" Bibi Yi, bibi li dimana guruku?" tanya Chang yi yang membuyarkan pemandangan pertarungan itu.
Mereka berdua langsung menengok ke arah Chang yi " Hei bocah, apa kami sudah tua??? kami baru umur 40.000an tahun saja" ucap Mei Li mendengar disebut bibi, sungguh sedikit tak menyukai.
" 40.000 tahunnnn???" Teriak Zhao fan dan xu shen kaget dengan sambil menahan serangan jinzhi dan Bai hu itu.
Mereka disana hanya mengabaikan kekagetan, Dan melanjutkan serangan lalu sisi lain, menikmati teh dan sedangkan Chang yi memperhatikan pertarungan itu.
" Ahhh benarr... Tapi Kak li, kita memang sudah hidup begitu lama" ucap Bai yi melihat kebenaran yang ada.
" Chang yi, jangan hiraukan dia...panggil kita bibi juga tidak apa-apa, karena kau murid tuan...Tuan sedang bersantai, jika ia ingin pasti kamu di panggil." jawab Bai yi dengan raut wajah ramah, sedangkan Mei Li dengan wajah sama seperti tadi.
" Baik bibi yi, Chang yi patuh" ucap dengan patuh memperhatikan pertarungan itu dan mempelajari dari pertarungan semua senior.
Bommm
" Kau berani menyentuhnya??" teriak mengelegar dan memisahkan mereka dengan cepatnya.
wushhh
Chang yi tiba-tiba di tarik ke atas dan tadinya ingin melawan.
Brukkk
__ADS_1
" Duduk yang benar dan lihat!" ucap tegas feng yin dengan sambil menikmati tehnya.
" Ehh guru....apa mereka bisa melihat kita?" tanya Chang yi dan dijawab feng yin dengan menggelengkan kepalanya.
di atas udara lalu turun ke tanah, terlihat 2 wanita dan 1 pria disana mengeluarkan senjata mereka.
Bai hu dan jinzhi terjatuh, dengan singgap Mei Li dan Bai yi langsung membantu mereka berdiri, mereka tadi terlempar dengan serangan tiba-tiba.
Bai Yi merasa muak, melihat orang datang dan menyerang secara tiba-tiba, bagaimanapun Bai hu dan Bai yi adalah sepasang kekasihnya atau bisa disebut suami istri.
Di sisi lain jinzhi hampir terbentur batu, untung saja di tangkap oleh Mei Li, mereka tak ada hubungan apa-apa, yang ada keseharian mereka pasti bertarung seperti kucing dan tikus.
" Guru bagaimana paman Bai dan paman jin terjatuh??" tanya Chang yi melihat pemandangan diluar pemahamannya.
" Serang kejutan itu berbahaya, serangan kejutan seperti keadaan lawan sedang lengah, dan sekuat apapun kalau kau tak sadar, maka bisa saja bisa mati." jawab feng yin dengan melihat pertarungan itu.
" Yi'er apa tujuan kamu jadi kultivator?" tanya feng yin mengalihkan mata ke arah pertarungan itu.
Chang yi langsung menatap ke arah gurunya "Yi'er hidup sendirian, jadi aku ingin melindungi diriku sendiri, melindungi orang lemah, membantu guru, paman, bibi dan juga menjaga alam ini!!!" ucap tegas Chang yi, feng yin langsung tersentak berhenti minum tehnya, saat mendengar kata kata muridnya.
Mendengar kata kata Chang yi mengingatkan kepadanya ayah angkatnya, Su feng. dan tak disangka meneteskan air mata, lalu Chang yi melihat gurunya menangis pertama kalinya.
" Guru....Anda tidak apa-apa" tanya Chang yi dengan melihat kesedihan di mata gurunya itu, ia merasa bersalah apa yang ia ucapkan itu.
" Yi'er aku tidak apa-apa, hanya tersentuh saja dengan perkataanmu dan mengingatkanku kepada ayah angkatku" jawab feng Yin menghapus air matanya.
__ADS_1
" Tapi Yi'er jika ingin menjadi kultivator kuat, maka buang rasa takutmu, jangan memberikan belah kasih dari orang yang telah menyakitimu, atau suatu saat nanti kau yang akan mati."
" Lihatlah mereka...mereka datang penasaran dan seperti ingin membunuhku, tapi mereka tak tahu, mereka sudah masuk dalam kadang harimau, dan kapan saja bisa membunuh mereka tanpa diketahui, ingat ini! Yang kuat menjadi rajanya dan yang lemah jadi budaknya!!!" sambung feng yin melihat keheningan di pertarungan itu.
Chang yi menganggukan kepala " Yi'er paham guru" jawab dengan tegas.
" Kalian tidak tahu sedang dimana??? " tanya Bai Yi membuat jiwa pembunuh bangun dengan begitu saja.
" Heh, kalian pasti hanya wanita ******...orang itu bukan??? kenapa, dia tak berani keluar? pengecutt!!!" ucap Bai Yue dengan sombong dihadapan mereka.
" Yue'er jangan bicara sembarangan" lirih Zhao fan yang terluka di dadanya.
Bai Yi dan Mei Li merasa geram mendengar ocehan kekasih zhaofan, Bai Yue. Bai yi ingin maju tapi tangannya di halangi oleh suaminya, Bai Hu. sedangkan Mei Li, masih menyabarkan dirinya saat ini dan masih ber usaha tenang.
" Bukankah itu benar?" ucap Bai Yue dengan sedikit tertawa dan Zhaofan langsung membungkap mulut kekasihnya agar tak melakukan itu.
" Jinzhi, bukankah kau ingin bertarung, bertarung dengan mereka" ucap Bai Yue dengan melepaskan tangan Zhaofan dari mulutnya.
" Jinzhi? Atas apa kau mempunyai nama sama denganku hah???" teriak jinzhi dekat Bai hu yang tak terima mempunyai nama sama dengan orang lemah itu.
Mei Li menghentikan gerakan jinzhi yang ingin menyerang dan jinzhi menengok arah Mei Li, karena dia menglangi ingin bertarung.
" Kau tenang, biarkan aku melampiaskan kekesalanmu juga" ucap Mei Li meregangkan badannya dengan mengeluarkan kekuatannya dan menyebar diseluruh area.
" Mei Li kau sangat licik" ucap Bai hu dan Bai yi tahu apa yang dilakukannya itu.
__ADS_1
Bersambung....