Season 1 Legenda Sang Dewa Jahat

Season 1 Legenda Sang Dewa Jahat
Aku sudah menemukannya


__ADS_3

Wushhh


artafak melayang di udara dan artafak pergi ke arah Xiao fei, Bai zhi seperti mempunyai kesadaran Spiritual tingkat 3 bisa menemukan tuannya.


" Oh iya feng yin... kenapa pola di dahimu berubah?" tanya Xiao fei yang sedang bertanya.


" Aku juga tidak tahu.... mungkin saja karena segitiga bulan darah itu berhubungan denganku....sudahlah kalian bisa pergi istirahat besok kita masih akan kesuatu tempat yang lebih seru" ucap feng yin dengan santainya.


mereka berdua langsung pergi dari kamar Feng Yin dan menutup pintu kamar dengan pelan agar tak mengganggu feng yin yang sedang berkultivasi.


wushhh


wushhh


wushhh


Feng Yin merasakan bahwa banyak energi masuk kedalam tubuhnya namun energi itu tidak mengandung ancaman baginya


" Apa hubungannya aku dengan segitiga bulan darah?" ucap feng yin yang menyudahi kultiviasinya.


...----------------...


Matahari mulai muncul cahaya mentari masuk dan membuat feng yin terbangun dari tidurnya karena silau cahayanya, lalu ia memutuskan untuk membersihkan diri.


Terlihat Bai zhi dan xiao fei mereka sudah bangun lalu langsung kebawah dan membawa sarapan untuk fengyin dengan tanpa ada drama kucing dan tikus, namun saat tiba di kamarnya feng yin terlihat sepi.


"ehhh... Kemana feng yin?" tanya Xiao fei melihat sekelilingnya sepi.


" Mungkin saja tuan sedang membersihkan diri" balas Bai zhi yang langsung duduk dan menuangkan air disana.


Mereka berdua menunggu feng yin sambil mengobrol dengan santainya dan ini pertama kalinya mereka berdamai.


kreak


" Kalian??? kenapa sudah disini??" ucap feng yin keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah terurai.


Mereka berdua memandangi feng yin dengan tatapan agak aneh seperti melihat orang asing di depan mata mereka.


" Kalian kenapa... menatapku seperti itu.." ucap feng yin yang kikuk


" Kami membawa sarapan untukmu tuan muda.... mari sarapan bersama tuan" ucap Bai zhi yang memberikan sarapan.


Feng Yin mendengar itu ia langsung duduk namun Xiao fei dia menatap feng yin dari berdiri sampe duduk tanpa berkedip.


Bai zhi yang melihat itu langsung mencubit punggung Xiao fei agar segera sadar " awww" ucap Xiao fei yang kesakitan.


Xiao fei langsung melihat ke arah Bai zhi memberikan isyarat untuk tidak menatap feng yin lebih lama lagi dan Bai zhi sudah mulai menyadari bahwa Xiao fei menyukai feng yin.

__ADS_1


Dan melihat tatapan Bai zhi, Xiao fei langsung makan sarapannya. sebenarnya Xiao fei tertegun melihat penampilan feng yin habis mandi terlihat sangat mempesona dan seksi karena rambut terurai juga tetesan sisa air di lehernya itulah membuat wanita gila.


" Xiao fei, kamu kenapa?" ucap feng yin yang langsung memandang ke arah Xiao fei.


"Aku... aku tidak apa-apa" jawab Xiao fei dengan jelas.


Lalu mereka makan sarapannya dengan mengobrol ringan dan menghabiskan makanannya dengan perlahan.


" Jadi aku memutuskan membawa Kalian ke pangoda kultiviasi... kalian bersiaplah aku akan mengganti bajumu" ucap feng yin yang sudah menghabiskan makanannya.


" Baiklah aku menunggu dibawah..." ucap Bai zhi yang membawa piring bekas makan malam mereka.


Tapi Xiao fei hanya diam disana dan masih duduk "Feng Yin...."


" Ada apa Xiao fei?" balas dengan nada yang lembut.


" Emmm...ahhh...ituuu....Feng Yin apa aku bisa membantu menyisir rambutmu?" ucap Xiao fei yang gugup namun memberanikan diri.


Xiao fei, kau sangat berani... bahkan wanita yang berusaha mendekati tuan saja langsung di tendang keluar... tapi hanya kamu selamat terlihat agak aneh, batin Bai zhi yang masih di dekat pintu yang sedang menguping.


Feng Yin mendengar itu hanya bengong dan ini pertama kali baginya mendengar perkataan Xiao fei yang terlihat agak gugup.


" Baiklah kau tunggu dulu aku akan mengganti pakaian dulu"


"Bai zhi.... bukankah kau ingin menunggu di bawah" ucap feng yin yang mengetahui Bai zhi sedang menguping.


Setelah mendengar kepergian Bai zhi Feng Yin langsung menuju ke ruang ganti dan sedangkan Xiao fei sambil menunggunya membersihkan kamar Feng Yin dan ia bahkan bertanya tanya bagaimana dia tidak tahu kalau Bai zhi menguping di pintu.


kreakk


takkk


takkk


Feng Yin keluar dengan pakaian dengan dominan warna merah dan hitam yang terlihat seperti seorang yang penindas orang lemah jika di lihat lihat, lalu ia langsung duduk dikursi.


Xiao fei mulai mendekati ke arah feng yin yang sudah membawa sisir kayu yang berukiran phoenix terlihat cantik dan mulai menyisir. Dan sebenarnya Xiao fei merasa panas dingin juga detak jantungnya memacu dengan cepat.


" Xiao fei, sisir itu terlihat istimewa " ucapnya


" Kenapa kau bilang begitu?" tanya balik


" Dari aromanya sangat nyaman bahkan bentuknya sangat cantik" ucap feng yin yang menutup dengan sambil menghirup baru sisir itu.


" Iyaaaa....ini sisir ibuku kata kakak jadi, aku terus membawanya kemana mana" balasnya dan berlanjut menyisir hingga menata rambut hingga rapi.


Flashback On

__ADS_1


Terlihat gadis kecil berlari sana kemari dengan gembira tertawa tersenyum disebuah tempat yang luas dengan ditumbuhi pepohonan dan bunga warna warni harum semerbak yang temani oleh seorang wanita yang berusia 40an.


Gadis kecil manis itu adalah Xiao Fei saat kecil sedangkan yang menemaninya adalah penjaga atau bisa disebut ibu asuhnya bernama Ye Lui yang berparas sederhana tidak terlalu cantik namun baik hatinya.


Terlihat ada kuda yang masuk ke situ yang ditunggangi laki laki yang gagah dan tampan yang mulai mendekati ke arah Xiao fei dengan perlahan tanpa suara.


" Xiao fei " ucapnya sambil turun dari kuda.


Xiao fei mendengar suara yang agak familiar pun langsung menengok kebelakang " Kakak......" teriak Xiao fei yang langsung berlari ke arahnya.


Pria itu adalah kakak kesayangannya Xiao fei dan kakak satu satunya ia miliki hanya punya kakak saja keluarganya dan saat Xiao fei sangatlah manja dan rewel namun saat seiring bertambah usia mulai tumbuh sifat kedewasannya.


Xiao Feng juga langsung memeluknya dan mengangkat tubuh adiknya dengan satu tangannya dan pergi duduk.


" Kakak.... apa aku....tak mempunyai ibu" ucap Xiao fei yang agak lesu.


"stttttt"


" Kamu mempunyai....hanya saja kita tak beruntung untuk dirawat olehnya karena...." ucap Xiao feng terputus.


" Baiklah aku paham"


Melihat raut wajah adiknya kecilnya yang sedih membuat dirinya tak tega dan teringat sesuatu dan mengeluarkan sesuatu di pakaian miliknya.


" ini " ucap Xiao feng sambil memberikan kotak kecil kayu.


" Apa ini kak?....Sisir?" ucap Xiao fei yang telah membukanya.


" Itu adalah sisir kesayangan.... ibu bilang gunakan sisir itu untuk orang kau cintai nantinya" ucap Xiao feng.


Xiao fei hanya tersenyum lebar karena bisa melihat sisir milik ibunya dan xiao fei saat itu sangat kecil belum paham arti yang sebenarnya hingga...


Flashback Off


Aku sudah menemukannya, batin Xiao fei yang tersenyum manis.


Jika di lihat, mereka seperti sepasang suami istri yang baru saja menikah. Feng Yin tidak bicara apapun ia menikmati sisiran dari Xiao fei yang sangat nyaman dirasanya.


" Feng Yin, sudah selesai" ucap Xiao fei yang menyimpan sisirnya kembali.


Feng Yin langsung membuka matanya dan langsung merasa sisiran Xiao fei berhenti, sebenarnya ingin lebih lama lagi.


" Xiao fei, jika kau ingin....ahmm kau bisa menyisir rambutku kapanpun kau mau" ucap feng yin dengan sedikit malu.


Xiao mendengar hal itu langsung membulatkan matanya " Feng Yin kau ..... kenapa kau bilang seperti itu" tanya Xiao fei yang penasaran dibuatnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2