
" Lukanya sangat dalam... harus dijahit. Bai zhi kau bantu aku menahan feng yin agar dia tak bisa bergerak" ucap Xiao fei
"Baiklah"
" Feng Yin kau harus menahannya" ucap sendu Xiao fei.
Xiao fei mencuci tangannya dahulu, lalu penuh dengan nafas yang berat dan mulai mendekati tubuh feng yin terlihat lemas dan mulai mencarinya
Agrhhh
Terlihat kerutan dahi feng yin muncul tadinya fengyin ingin bergerak namun tak bisa. Tusukan demi tusukan terjadi
Ahhhh, agrhhh
dan akhirnya butuh 15 menit untuk menjahit luka dalam dari pedang itu dan bagian itu area sensitif bahkan bisa merenggut nyawanya. Dan langsung Xiao fei memasukkan pil ke mulut feng yin yang telah ia buat sendiri untuknya dan menyalurkan sedikit kekuatan Spiritual agar bisa di cerna dengan baik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Xiao fei membaringkan ditempat tidur dan memakaikan selimut agar tak kedinginan lalu Xiao fei membersihkan area disana.
" Bai zhi kau tak tidur dikamar? aku akan menjaga kau bisa tidur" ucap Xiao fei
" Kau yang menjaganya sepanjang malam. Tapi, aku tidur??? Tidakk bisaa!!! aku akan ikut menjaganya bersamamu" ucap Bai zhi yang protes
Dan Xiao fei tak ingin berdebat lagi karena dikamar ada 1 pasien yang kritis atas tusukan pangeran laknat itu.
...----------------...
Kerajaan Ming, ruang belajar Kaisar
Bruggg
" Yang mulia, kami sudah membawa putra mahkota kembali dengan selamat" ucap salah satu pengawal bayangan.
Kaisar langsung melihat kearah putranya yang pingsan dan lalu berjalan ke arah mereka dan melihat darah di bibir pengawalnya.
" Ada apa ini" ucap Kaisar dengan tenang namun membuat pengawal langsung berlutut.
" Mohon maaf yang mulia Kaisar, aku membuat pangeran pingsan jika tidak pangeran membuat masalah lebih banyak lagi" ucap pengawal bayangan.
" Tidak ...tidak bukan itu maksudku. Kenapa kau terluka??" ucap Kaisar dengan membantu bangun pengawal
Dan pengawal pengawal bayangan itu menceritakan dari a sampai z dan membuat ekspresi Kaisar yang tidak bisa di artikan.
" Baiklah itu bukan kesalahan kalian...itu semua terjadi karena pangeran. Begini saja, besok temani aku kesana 2 orang dari kalian" ucap Kaisar.
" Tapi Kaisar... Berbahaya jika anda kesana... bagaimana jika terjadi sesuatu kami tidak bisa menjaga anda!!! karena kekuatan 3 orang itu di atas kami" ucap pengawal bayangan
" Tenang saja aku kesana bukan untuk bertarung hanya untuk berdamai dan memberikan kompensasi saja" ucap Kaisar
" Baiklah kalau seperti itu, saya undur diri dulu yang mulia" ucap pengawal.
__ADS_1
...----------------...
jam 00.00, penginapan roses
" Hmmm... ahhh" gumam feng yin dengan suara yang lemah.
Bai zhi tertidur pulas dan sedangkan Xiao fei mendengar itu langsung menghampiri melihat wajah feng yin yang mengkerut dan Xiao fei menyentuh jidatnya.
" Awww... panasnya terlalu tinggi... mungkin ini efek samping dari Lukanya" ucap Xiao fei.
Xiao fei mengambil air hangat dari dapur penginapan dan masih ke adaan yang sama Bai zhi tertidur dengan nyenyak, Xiao fei tak tega untuk membangunkannya.
trakkk
bresss
" Feng Yin cepatlah sembuhh" ucap Xiao fei dengan mengopres di keningnya.
Dan saat sekiranya suhu badan fengyin sudah turun maka Xiao fei memutuskan untuk pergi di dekat Bai zhi Tapi tangan Xiao fei ditahan oleh fengyin.
" Jangan tinggalkan aku...." ucap feng yin dalam demamnya.
Melihat itu Xiao fei memutuskan untuk didekatnya " Aku tak akan meninggalkanmu sampai aku mati" ucap Xiao fei dengan pelan.
" Kalian meninggalkan aku sendiri, aku benci kalian " umpat feng yin
" Sudahlah" jawab Xiao fei
Brugg
" Feng yinn, ini tidak baik!!! walaupun aku mencintaimu tapi kau tidak" ucap Xiao fei
" Ini sangatlah hangat" ucap feng yin yang sambil tersenyum lebar.
Aku merasa mengurus sebuah bayi besar dengan penuh rengekan manja, andai saja bisa seperti ini setiap hari mungkin aku sangat bahagia. Tapi, itu tidak mungkin, batin Xiao fei saat ini dengan nada sedih.
Beberapa waktu kemudian eratan tenaga feng yin mulai melemah dan Xiao fei mulai melepaskan dekapan dari fengyin.
Keesokannya....
Bai zhi bangun terlebih dahulu dan melihat Xiao fei dengan kepala di tepi kasur bagian lain ada dilantai yang dingin, dan langsung menghampiri namun bertepatan diwaktu itu feng yin bangun dari tidurnya saat Bai zhi ingin bicara.
" Sttt" ucap feng yin dengan pelan.
Bai zhi hanya menganggukan kepala lalu pergi untuk mencarikan sarapan untuknya dan mereka bertiga.
" Gadis bodohh... kenapa dia tidur disini??? seperti tadi malam aku demam" gumamnya feng yin yang didengar oleh Xiao fei.
"ummmmm....Feng Yin kau sudah sadar??? bagaimana apa masih sakit?" ucap Xiao fei yang agak panik.
" Sudah baik baik saja lukaku sudah tertutup berkat obatmu" ucap feng yin.
__ADS_1
" Ehhh Tidak mungkin karena obatku, jika secara teori luka sedalam itu bisa tertutup 5 hari dan kau 1 hari saja belum" ucap Xiao fei
" Katakan padaku kenapa bisa seperti itu??" ucap Xiao fei
" hahaha kau terlihat menggemaskan" ucap fengyin dan lalu mencubit pipi Xiao fei yang tembeb.
" awww.... Feng Yinnnn aku sedang seriuss. Bisa bisanya kamu mecubit pipiku" gerutu Xiao fei dengan kesal.
" Karenaa"
" Bai zhi?? kau sudah bangun??" ucap Xiao fei.
" Hey aku sudah bangunn dari tadi" balas Bai zhi.
"Sudahlah, cepat katakan" ucap Xiao fei tanpa basa basi.
" Katakan apa?" ucap Bai zhi dengan meletakkan sarapan mereka di meja.
" Bai zhiiiiii" teriak Xiao fei yang mulai geram terhadap Bai zhi.
" Baiklah.... Tuan memiliki 5 energi tubuh dan salah satunya raja obat berguna mengobati dan langsung membuat luka sembuh tapi tidak bisa digunakan sembarangan" ucap Bai zhi.
" Lalu 4 energi lainnya?" tanya Xiao fei yang penasaran.
" Itu yaa... saat ini kau belum bisa mengetahuinya tunggu di waktu yang tepat" ucap Bai zhi yang berjalan menyerahkan sarapannya.
" Tuan muda makanlah supaya tenaga anda pulih kembali" ucap Bai zhi
" umm"
" Hmphhh... dasar pelit" ucap Xiao fei yang langsung melahap sarapannya.
trakk
klottakkk
suara sarapan mereka dikamar dan saat feng yin selesai makan dia langsung berdiri membuat Xiao fei panik.
" Feng Yin jangan bergerakkk kau masih sakit" ucap Xiao fei
" Xiao fei aa, tuan muda Lukanya sudah sembuh" ucap Bai zhi.
" Tetap saja dia perlu istirahat Bai zhi"
" Hehhh, kau ini seperti melihat suami mu sedang terluka dan melarangnya" ucap Bai zhi tanpa sengaja dan membuat hati Xiao fei yang gelisah.
bagaimana tidak?? Bai zhi menyebut kata 'Suami' sungguh pikiran Xiao fei saat ini sudah kemana mana dan feng yin terlihat seperti biasanya tanpa ekspresi.
" Sudahlah kalian aku sudah sembuh... aku ingin mandi. mari nanti kita jalan - jalan" ucap feng yin yang meninggal mereka makan
Bersambung.....
__ADS_1