
" Anak muda... auhukkk... jika kau membunuh kami kau akan di kejar dengan anggota pembunuh kelas atas" ucap ketua pembunuh itu dengan bertahan menggunakan formasi.
Bommm
Sang pembunuh pembunuh itu langsung terlempar tak bernyawa dan bersimbah darah dimana mana.
" Aku tak takut" ucap Bai zhi langsung berjalan pergi menuju ke arah feng yin.
Sepertinya terlihat feng yin dan Xiao fei sedang mengobati orang terluka itu dan terlihat menjadi lebih baik.
" Naga jelek kau sangat kejam" celetuk Xiao fei yang selesai mengobati kakek itu dan begitupun dengan feng yin.
" Ckkk kau selalu saja menyebutkan dengan emebel embel jelek bisakah dengan naga tampan atau naga Menawan hmm" ucap Bai zhi yang mulai berlagak kembali.
" Mari kita pergi" ucap feng yin yang melangkah maju.
" Tuan tuan dan nona kami bisa mengantarkan anda kemanapun." ucap kakek itu
" Kita akan ke negara lei -...." ucap Bai zhi terpotong.
" Kami bisa pergi sendiri tuan Ye dan tuan Li. Kita akan bertemu kembali jika berjodoh" jawab feng yin yang terbang menjauh yang disusul oleh Xiao fei dan Bai zhi di belakangnya.
" Siapa mereka kakek?" ucap nona muda itu.
" Mereka sepertinya pendekar hebat bahkan mengetahui identitas kakek bahkan paman. sudah mari kita cepat kembali" ucap kakek itu.
......................
Kini Feng yin melaju dengan Santai tidak secepat tadi dan Bai zhi, Xiao fei mendekat ke arah feng yin yang sepertinya menikmati pemandangan.
" Tuan kenapa tapi menolak tawaran tuan itu" tanya Bai zhi.
" Apa kau bodoh... habis bertarung tadi? feng yin menolaknya karena tidak ingin terikat dengan mereka bahkan nanti menjadi hal yang merepotkan" ucap Xiao fei
Feng Yin tersenyum " Sepertinya kau perlu banyak belajar dari Xiao fei, Bai zhi" ucap feng yin dengan mulai melaju meninggalkan mereka berdua
Dan akhirnya feng yin turun dan di ikuti Bai zhi, Xiao fei dibelakangnya. mereka turun dengan jarak cukup dekat dari gerbang perbatasan negara lei.
Kini Xiao fei mendekat ke arah Feng yin seolah olah ingin bertanya " Fengyin tadi bagaimana kamu bisa tahu identitas mereka dan sebenarnya mereka siapa" ucap Xiao fei yang penasaran.
" Ahh benar tuan" ucap Bai zhi yang setuju kepada Xiao fei kali ini.
" Nanti aku jelaskan di penginapan saat kita istirahat" ucapnya
" Baiklah" ucap kompak Bai zhi Dan Xiao fei.
__ADS_1
Kini mereka bertiga sampai di perbatasan gerbang negara lei dan ternyata banyak yang mengantri.
Feng Yin, Bai Zhi Dan Xiao fei memilih mengantri dengan tertib bagaimanapun mereka menghargai yang telah mengantri dengan susah payah.
Skip, mereka kini sudah masuk ke dalam negara Lei saat ini mereka ada di kota Lei lai yang ada terpencil dari kota lainnya.
Target mereka ada dikota QinQun adalah pusat kota negara lei dan disitu bisa menemui informasi yang menarik untuk mereka bertiga.
Jika ingin ke kota Qin Qun perlu 1 bulan lebih karena jauh dari kota lei lai dan feng yin memutuskan menggunakan kertas formasi ruang waktu yang di berikan pamannya.
Mereka menuju tempat sepi agar tak ada yang melihat tiba-tiba menghilang saat pada waktunya feng yin memegang tangannya Xiao fei karena mereka hanya punya 1 kertas formasi saja.
" Kalian siap" ucap fengyin
Terlihat Xiao fei dan Bai zhi menganggukan kepala lalu fengyin menggunakan kekuatannya dan mengaktifkan segel formasi ke kota Qin Qun.
30 menit kemudian....
wushhh
bruakkk
" Ehh kenapa tidak sakit?" ucap Xiao fei yang merasakan empuk seperti dikasur
Terlihat paling sengsara adalah Bai zhi " Tuan dan nona kalian makan apa rasanya badanku.... awww...aduhhh" ucap Bai zhi yang tak terselesaikan.
Xiao fei mendengar hal itu langsung mencari di cincin penyimpanan, mencari obat yang cocok untuk Bai zhi karena Bai zhi dia jatuh paling bawah sedangkan Xiao fei paling atas.
" Bai Zhi ini obat untukmu " ucap Xiao fei yang menyerahkan obat yang ia buat berbulan bulan yang lalu.
Bai zhi langsung mengambil obatnya " Ini bukan racun kan?" celetuk Bai zhi
" Jika tak ingin maka kemarikan" ucap Xiao fei yang agak emosi.
Lalu sontak Bai zhi langsung menelan dengan cepat " Nona sudah diperut apa perlu aku muntahkan" ucap Bai zhi yang sengaja.
" Kau!!!.... sudahlah " ucap Xiao fei yang pasrah
" Kalian ini sepertinya tiada hari tanpa bertengkar" ucap feng yin mulai berjalan.
" Siapa yang bertengkar?" ucap Xiao fei yang mengejar feng yin.
" Kami hanya beradu mulut saja" balas Bai zhi
Feng Yin menghela nafas yang panjang dan berhenti sejenak "Hahhh....Sama saja" ucap feng yin kembali berjalan.
__ADS_1
" Ouhhh" kompak mereka berdua.
Kini mereka menyelusuri jalanan dengan ramainya pedang bahkan toko toko yang besar disekitarnya
" Kalian berdua masuk ke penginapan itu, aku ingin mencari sesuatu" ucap feng yin langsung pergi dengan genit
" Tap-...." Sebelum perkataan Xiao fei selesai feng yin tak terlihat batang hidungnya.
Bai zhi lalu menuju penginapan itu dan Xiao fei masih ditempat yang sama dan Xiao fei tak mengetahui bahwa Bai zhi sudah pergi.
" Bai zhi, feng yin terburu buru seperti itu dia ingin kemana? Bai zhi...Bai zhi jawa-..." ucap Xiao fei yang melihat Bai zhi tak ditempat dan mencari bocah sialan itu pergi.
Terlihat Bai zhi sudah penginapan tepat di pintu penginapan itu " Ehhh Bai zhi....kau meninggalkan aku lagiii " ucap Xiao fei yang kesal lalu berlari ke arah mereka.
Tiba-tiba Bai zhi berhenti dan sontak langsung kepada Xiao fei terbentur di punggung Bai zhi dengan lumayan keras.
" Aduhh Bai zhi kenapa kau berhenti" keluh Xiao fei.
"Kau lihat sendiri" balas singkat Bai zhi.
Lalu Xiao berjalan ke arah samping Bai zhi disuguhkan dengan pertengkaran yang lempar lembaran makanan sungguh di luar ke normalan.
Biasanya saat bertarung menggunakan kekuatan mereka punya atau menggunakan pedang atau yang lainnya tapi yang di lihat lempar lempar makanan.
"Xio-..."
Boommm
"Fei jangan membuat onarr" lanjutan ucapan Bai zhi namun terlambat.
Kini pertengkaran lempar lempar makanan mereka berhenti karena Xiao menggunakan kekuatannya untuk memecahkan pertempuran itu.
" Kau gadis sialan..." ucap pemuda itu.
" Kami sedang bertengkar kenapa kau menghalangi kami hah?" sahut pemuda lainnya.
"Kalian bertengkar? yang aku lihat Kalian seperti sedang bertengkar seperti gadis kerajaan bukan pemuda" ucap Xiao fei yang membuat mereka terbakar emosi.
" Kauuu"
" Aku berbicara sejujurnya... jika kau laki-laki Kalian pasti bertarung dengan kekuatan bukan melempar makanan bahkan mengotori tempat ini" celetuk Xiao fei dengan percaya diri.
Hahhhh, sepertinya aku harus membereskan ini tanpa bantuan tuan muda, batin Bai zhi yang resah dengan sahabatnya ini.
Bersambung......
__ADS_1