
" Pertemuan pasti ada perpisahan seperti halnya bunga persik yang tak selalu mekar. Mekar saat musim dingin gugur saat musim hujan"
Xiao fei yang meneguk arak seperti sambil menangis namun tersenyum " Bahkan Awan saja mendukung perasaaku" ucap Xiao yang melihat awan berwarna hitam.
Xiao fei menghambiskan arak sampai 5 botol dan membuatnya kini mengelantur tak karuan untung saja sudah sepi pejalan kaki.
" Ahaha Ayah, Ibu kalian merindukanku tidak? Fei'er sangat ingin melihat wajah kalian apakah setampan kakak dan secantik diriku" ucap Xiao fei yang air matanya terus turun tak berhenti hingga dia pingsan do atap penginapan.
" Aku merasa Anakku sedang Sedihh... aku...aku sangat merindukan mereka!!! kenapa surga memisahkan kita dengan mereka hahah hiksss..." ucap Bi you yang memeluk suaminya sambil menangis tersedu sedu.
" Mereka juga anakku You'er, percayalah pasti mereka kembali" ucap Xiao Huang yang memeluk erat istrinya dengan erat.
Tanpa sadar Xiao Huang meneteskan air mata yang dikenal raja peturung kini menangis karena merindukan buah hatinya yang menghilang entah kemana.
...****************...
Alam Menengah, penginapan roses
Terlihat feng yin menyudahi kultiviasi yang berkeinginan tidur tapi tidak bisa hingga memutuskan untuk pergi jalan-jalan di luar Penginapan.
Feng Yin sudah diluar dan mulai berjalan kaki menyelusuri jalan yang hening tanpa ada orang lewat hingga saat Ingin kembali melihat seorang gadis sedang pingsan di atap dan feng yin langsung menghampirinya.
Takk
Takk
(Suara lompatan)
fengyin mulai mendekat bahwa merasakan sosok terlihat punggungnya sangat familiar baginya. "Nona anda sedang apa lebih baik t-.." ucap feng yin langsung melebarkan matanya dan suara terpotong melihat gadis yang ia kenal.
" Xiao Feiii" ucap feng Yun langsung mendekati arah Xiao fei dengan di sekitarnya penuh botol arak.
" Bau arakk?? Dia mabukkk?" ucap feng yin dengan tanpa basa basi langsung menggendong dengan lembut untuk kembali ke kamarnya.
Feng Yin langsung dengan cepat turun dari atap " Nona apa anda bisa membantuku?" ucap feng yin yang menghampiri perempuan muda yaitu pelayanan shift malam.
" Bantuan apa yang anda butuhkan tuan?" ucap pelayan itu sambil melihat ke arah Xiao fei yang tertidur lelap.
" Bantu aku menggantikan pakaian sahabatku" ucap feny yin dan langsung di anggukin pelayan itu.
__ADS_1
Feng Yin langsung berjalan ke atas dan di ikuti pelayan itu tepat di belakang feng yin, saat sampai dikamar Xiao fei meletakkan tubuh Xiao fei dengan pelan dan langsung keluar mencari sesuatu.
" Haih Nona kenapa kau bisa mabuk berat?? lihat ini mukamu sangat merah. Kau tahu tadi aku mengira kau istrinya tuan muda dan ingin menghabisi waktunya disini ternyata tidak" ucap pelayan itu dengan melepaskan baju Xiao fei satu persatu.
" Nona jika kau hanya sahabatnya mungkin aku masih ada kesempatan bukan hahaha, dia sangat tampan awww" ucap khayalan fantasi pelayan itu .
Xiao fei mendengar hal itu langsung menjawab "Dia hanya milikku seorang k- kau... terlambat hahaha" ucap lantur Xiao fei dengan sembarang.
Ternyata gadis ini menyukai pria tadi?? Tapi sayang dia jatuh cinta ke orang yang es batu seperti dia dan terlihat pemuda itu tidak peka. Nona kecil berjuanglah, batin pelayan itu
Pelayan itu tudak menanggapi hal itu dengan serius dan terlihat Xiao fei langsung tidur kembali. pelayan itu langsung meninggalkan kamar itu saat keluar melihat feng yin memegang 1 baskor air hangat.
Feng Yin tanpa basa Basi langsung masuk keruangan dengan membawa 1 baskom dan handuk kecil di tangannya
Dia terlihat khawatir tapi tidak ada rasa cinta, batin pelayan itu dengan menengok ke arah feng yin.
Feng Yin Terlihat duduk di tepi kasur Xiao fei langsung mengusap kepala, tangan dan kaki dengan handuk kecil hingga Xiao fei sudah bersih yang lain langsung menundukkan kepala.
" Xiao fei kau kenapaa??? tidak seperti dirimu, kamu jarang sekali minum arakk dan lihatlah ini kamu menangis hingga matamu merah" ucap feng yin yang ngelus elus.
" Ibuuu... Ayahhhh jangan tinggalkan aku !!!"
Dan tak lama kemudian saat feng yin ingin kembali tangannya ditahan dengan erat seperti memeluk boneka saja.
" Jangan tinggalkan akuuuuu" ucap Xiao fei yang mengigau.
Feng Yin menghembuskan nafas yang panjang "Tenang aku disini menemanimu" ucap feng yin sambil menarik kursi dengan kekuatannya untuk ia duduki. Dan Xiao mendengar jawaban itu langsung senyum manis.
" Kau adalah milikku kau tak akan memberikanmu dengan wanita lain" ucap Xiao feng dengan bibir yang cemberut yang menghiasi wajahanisnya.
Feng Yin hanya menggelengkan kepala saja mendengar ocehan sahabatnya hingga mabuk seperti ini, itu tidak mudah.
" Lalu siapa dia?" tanya feng yin yang penasaran dibuatnya, tapi pertanyaan tidak dijawab melainkan Xiao fei tidur dengan nyenyak. Feng Yin yang melihat Xiao fei mendengkur kecil dan membuat feng yin mengantuk.
Pagi hari....
Terlihat Xiao fei sudah samar samar bangun "Kepalaku rasanya sakit"gumam kecil Xiao fei.
Xiao menyadari bahwa sekarang dia tidak di atap genteng melainkan di kamar Xiao dan melihat feng yin memegang tangannya sedang tertidur kini.
__ADS_1
" ohhhh sudah pagi" ucap Bai zhi langsung bangun dan bergegas mandi lalu menemui tuannya.
Saat Bai zhi sudah siap dan menghampiri feng yin mengetuk pintu dahulu dan tak ada yang menjawab dan Bai zhi mencoba masuk melihat feng yin takutnya dia sakit namun tidak ada orang disana.
Dan dengan tergesa gesa Bai zhi keluar menuju ke kamar Xiao fei mengabari feng yin tak ada di kamarnya namun Bai zhi langsung terkejut.
Tokk
Tokk
Xiao fei, aku masukloh" ucap Bai zhi
Xiao fei mendengar hal itu langsung berpura-pura untuk tidur kembali dan menutup tangan yang berpegang itu.
kreakkk
" Tuan??" ucap Bai zhi dengan ekspresi yang kaget.
" Tuan ... tuann... bangun ini sudah pagi" ucap Bai zhi dengan pelan.
Feng Yin mulai terbangun dan membuka matanya dengan pelan melihat ke arah Xiao fei yang masih belum siuman.
" Ohh kamu Bai zhi" ucap feng yin yang melepaskan genggeman tangan Xiao fei yang erat dan langsung berdiri berjalan keluar.
Bai zhi langsung mengikuti feng yin dan menutup kamar Xiao fei " Tuan anda kenapa ada dikamarnya? ap yang terjadi?" ucap Bai zhi
" Aku menemukan dia pingsan di atap genteng penginapan ini tadi malam" ucap feng yin
" Atap genteng? arakk?" ucap Bai zhi yang kebingungan
" Dia terlihat sedih hingga matanya merah, dan kita tahu bahwa Xiao fei jarang minum arak" ucap feng yin
" arak memang bisa menghilangkan pikiran tapi sekejap saja" ucapnya.
Perbincangan mereka berakhir, Bai zhi memesan makanan dan sedangkan feng yin meminta sup penghalang mabuk dan mereka kembali ke atas tepatnya ke kamar Xiao fei.
" Mereka sudah keluar kan??" ucap Xiao fei.
Bersambung....
__ADS_1