
" Tuan kami minta maaf, tolong maafkan kami" ucap Bai xilu yang berlutut dengan tanganya hormat.
Anak muda yang memiliki dedikasi tinggi, tapi sayang dia lahir ditempat ini sungguh disayangkan, batin feng yin.
" Bai zhi" ucap feng yin
Dan Bai zhi mendengar hal itu langsung berjalan ke arah anak muda itu dengan perlahan yang sambil memegang pedang di tangannya.
Bai xilu hanya bisa pasrah dan menutup mata mengira dia akan di bunuh oleh bai zhi yang sendari tadi berjalan dengan tatapan tajam itu.
" Bangunlah" ucap Bai zhi yang memngakat tangan pemuda itu untuk segera berdiri dan setelah itu Bai zhi kembali duduk.
" Ehhh"
" Kenapa takut kau ku bunuh?" celetuk Bai zhi
" Bai zhiiii" ucap Xiao fei dengan nada tinggi.
" Aku kira bahwa tuan ingin membunuhku" ucap Bai xilu.
Xiao fei dan fengyin yang mentap tajam kearah Bai zhi " ahhh aku hanya bercanda" ucap Bai zhi yang merinding tatapan mereka berdua.
" Bai zhi, Tatapanmu tadi seperti ingin membunuh penjahat 3 tahun yang lalu" ucap feng yin
" ah iya tatapan pembunuh" celetuk Xiao fei
Lou fan, Lei yi dan Bai xilu hanya memperhatikan perdebatan kecil mereka terlihat seperti saudara yang bercanda gurau. Dibalik keganasan mereka bertiga juga mempunyai sifat hangat yang membuat orang kaget.
...----------------...
" Kalian bisa pergi dari sini" ucap Xiao fei yang sambil meminum teh.
Mereka bertiga masih diam di tempat tidak ada yang bergerak dan berbicara sedikit pun. Jadi, tingkah mereka membuat Xiao fei bingung.
" Apa masih ada hal lain" ucap feng yin yang dingin.
" Apa boleh kami bertanya tuan?" ucap Bai xilu yang memberanikan diri untuk bertanya.
" Ya" jawab singkat feng yin.
" Apa kami boleh tahu nama kalian dan asal usul karena pribadi merasa kalian sangat kuat" ucap Bai Xilu.
Xiao fei menengok ke arah Bai zhi " Apa???jangan melihatku seperti itu" ucap Bai zhi dengan agak mengengas.
" Kau bermarga Bai juga, maka jawablah" ucap Xiao fei.
treakkk
(Meletakkan sumpit dengan kasar)
__ADS_1
Gleggg
Degg...deggg
Jatung 3 preman itu sudah tidak aman lagi hantaman sumpit di meja membuat begidik ngeri sungguh menakutkan.
" Bai zhi kau ingin menjadi preman??" celetuk Xiao fei yang emosi.
" Ahahah.... mana ada jangan emosi, hati hati dengan es dan api" ucap Bai zhi yang kikuk.
" Hmphhh"
" Kami tak punya status spesial, kami adalah sahabat 5 tahun kami berasal alam bawah. Dan kami ini sedang menjelajah semesta" ucap Bai zhi.
" Perkenalkan Dia tuanku dan sekaligus sahabatku yang bernama Feng Yin, sebelahnya dia sahabatku yang paling heboh dan penyayang bernama Xiao Fei Fei dan aku yang paling tampan Bai zhi" ucap Bai zhi
Xiao fei mendengar kata 'Heboh' membuatnya emosi namun mendengar kata berikutnya 'Penyayang' membuatnya tak jadi marah lagi.
" Ka-...Kalian 3 pendekar yang terkenal itu" ucap Bai xilu dengan semngattt.
" Terkenal apanya?" ucap Bai zhi.
" 5 tahun yang lalu ada tentang 3 pendekar 2 laki-laki dan 1 perempuan mereka menghajar tuan muda arogan yang sombong menjadi insap" ucap xilu.
Bai zhi, Xiao fei dan feng yin mencoba mengingat kejadian 5 tahun yang lalu ternyata mereka pernah menghajar tuan muda itu
" Ya waktu itu kami hanya berjelajah 3 bulan saja lalu latihan tertutup kembali" ucap Feng yin.
" Xiao fei " ucap feng yin
Apa yang terjadi? Xiao fei sedang kemasukan jin apaan??, batin Bai zhi.
Merasakan tindakan itu dia hanya diam tanpa memberontak kepada Xiao fei yang telah di peluk erat.
" Feng Yin, akhirnya kamu bicara banyak kali ini uhhh" ucap Xiao fei memeluk erat kembali.
" Sudah Abaikan mereka berdua apalagi gadis itu sungguh " ucap Bai zhi yang sambil memyesap tehhya.
" sungguh apa tuan?"
" Sungguh dramatiss" celetuk Bai zhi
" Aku mendengarkannya" ucap Xiao fei
Dari tindakan itu membuat mereka kaget dari tindakan yang dilakukannya Xiao fei yang sesekali meneteskan air mata.
" Xiao fei berhentilah menangis.... lihat masih ada orang lain disini" ucap Bai zhi yang singkat
Mendengar itu Xiao fei langsung berhenti memeluk dan sambil mengusap air mata yang sudah nenetas dari.
__ADS_1
" Sudahlah walaupun sifatku berubah tetep saja aku orang yang sama" ucap feng yin yang sambil mengelus elus kepalanya Xiao fei.
Setelah selesai dengan Xiao fei langsung mentap ke arah preman tadi " Kalian perlu apa lagi?? sudah tahu identitasku kan" ucap feng yin sambil membenarkan duduknya
" K- kami umm.... ahhhh...." ucap mereka
" Katakan dengan jelas jangan umm ahh gituu" celetuk Bai zhi yang kembali makan dengan meinya kembali.
Orang sekitar sana hanya bisa memperhatikan gerak gerik yang biasa saja dan membuat masyarakat di sana berpikir kenapa hanya diam saja tanpa berpikir banyak.
" Apa yang sedang mereka lakukan" ucap penjual
" Sepertinya.... hanya diam" celetuk pembeli.
Sendari tadi mereka bertiga hanya diam dan membuat risih Xiao fei jika diperhatikan terus tanpa ada bicara.
" Kami ingin mengikuti anda tuan" ucap mereka sambil bersujud dengan memajukan tangan mereka kedepan dengan penuh hormat.
" Aku tidak bisa, kalian terlalu lemah untukku" jawab fengyin dengan berjalan menuju ke bos kedai untuk membayar.
Melihat itu Xiao fei mengikuti feng yin pergi dan disusul oleh bai zhi namun berhenti sejenak dan berbalik kebelakang dan manatap mereka bertiga.
" Kalian pasti kecewa bukan.... Tapi kalian benar benar sangat lemah saat ini jika ingin orang hebat itu belajar dari kesalahan yang dulu" ucap Bai zhi yang pergi dengan mengejar ke arah Feng yin dan Xiao fei berada.
Singkat cerita mereka sudah lelah berkeliling dan memutuskan pergi ke penginapan istirahat dulu, beristirahat karena besok mereka harus pergi negara lain.
Kamar Xiao fei
Xiao fei terlihat berbaring di kasurnya yang sedang bingung melihat ke arah langit langit yang membuatnya merasa bingung.
" Sudahlah aku mengirim surat ke kakak dengan itu aku bisa tahu yang sebenarnya" ucap Xiao fei sambil meramal mantra ditangannya langsung menerbangkannya keluar.
wushhh
Kamar Feng Yin
Terlihat sedang duduk lotus untuk berkultivasi yang menyerap energi alam yang ada disana dan membuat kultivasi membuatnya lebih baik lagi namun feng yin tidak ingin ranah dulu.
...----------------...
kediaman Xiao
Terlihat pria yang tenjang dada hingga terlihat perut yang kekar dan berkeringat itu membasihi tubuhnya yang menggerakkan tangan dengan ritme ritme tertentu terkadang cepat dan lambat.
Saat merasa bahwa lelah dan mengakhiri dengan duduk dan tiba-tiba kupu kupu pembawa pesan datang menuju Xiao Feng.
" Apa adikku merindukan diriku?? hahha" ucap Xiao feng yang sedang berkhayal.
Xiao feng memgulurkan tangannya hingga kupu kupu itu hinggap di tangan Xiao fei dan merasakan pesan apa yang diberikan oleh adiknya itu.
__ADS_1
Bersambunggg.....