
Aku sudah menemukannya, batin Xiao fei yang tersenyum manis.
Jika di lihat, mereka seperti sepasang suami istri yang baru saja menikah. Feng Yin tidak bicara apapun ia menikmati sisiran dari Xiao fei yang sangat nyaman dirasanya.
" Feng Yin, sudah selesai" ucap Xiao fei yang menyimpan sisirnya kembali.
Feng Yin langsung membuka matanya dan langsung merasa sisiran Xiao fei berhenti, sebenarnya ingin lebih lama lagi.
" Xiao fei, jika kau ingin....ahmm kau bisa menyisir rambutku kapanpun kau mau" ucap feng yin dengan sedikit malu.
Xiao mendengar hal itu langsung membulatkan matanya " Feng Yin kau ..... kenapa kau bilang seperti itu" tanya Xiao fei yang penasaran dibuatnya.
...----------------...
" Aku merasa sentuhan tanganmu membuatku nyaman...jika kau tak ingin, maka lupakan saja" jawab feng yin yang memalingkan wajahnya dengan cepat.
"Ehhhh....Kenapa Tidakkk....ahmmm aku akan menyisir rambutmu setiap hari" balas Xiao fei dengan nada gugup lalu langsung mengikuti feng yin keluar dari kamar dan menuju ke bawah.
Dan saat kelur dari kamar lalu turun tangga dengan perlahan. Pemadangan pertama yang ia lihat adalah suasana yang sepi hanya ada 5 - 10 pengunjung disana tidak seperti biasanya.
Dan terlihat Bai zhi menunggu sambil meminum teh dan ada seorang gadis mendekati Bai zhi, seperti ingin merayunya namun Bai zhi tidak menanggapi dan membuat gadis itu pergi yang kesal yang tak bisa mendekati Bai zhi bahkan melelahkan hatinya.
Xiao fei langsung berjalan kearah Bai zhi dengan cepat " Bai zhi,....kau sangat kejam, bahkan membuat gadis kecil itu kesal, yang tak dapat berhasil menggodamu haha." ucap Xiao fei yang mendekati meja Bai zhi.
" Aku tak tertarik...." jawab cepat
" Sudahlah, kalian para pria susah di tebak" ucap Xiao fei yang berjalan keluar meninggalkan mereka berdua.
Feng Yin tidak berbicara apa apa hanya berjalan keluar dan langsung di ikuti oleh bai zhi keluar penginapan.
Dan mereka memutuskan untuk berjalan kaki untuk menikmati pemandangan kota dan juga udara pagi hari untuk menuju ke arah penggoda kultiviasi berada.
Dan mereka berjalan hingga 2 jam berlalu terlihat mereka sama sekali tidak kelelahan dan akhirnya mereka sampai di panggoda kultiviasi yang banyak dibicarakan itu.
Dan mereka mengikuti aturan disana yaitu mengisi biodata lalu masuk namun feng yin menunggu mereka di perpustakaan panggoda ilmu.
Pangoda kultiviasi bukan hanya sebuah alat untuk berkultivasi dengan cepat namun juga di sana disebut oleh orang sekte bulan sabit 'pangoda Ilmu' karena bukan hanya meningkatkan kultiviasi juga banyak buku berguna Ilmu umum tentang kultiviasi dan bahkan bermacam teknik bela diri disana. Namun membuka teknik disana tidak sembarangan bisa membukanya.
Dan pangoda ada 10 tingkat. Tingkat 1 khusus perpustakaan dan tingkat lainnya hanya untuk berkultivasi namun semakin ke atas tekanan yang diterima semakin besar juga.
Setiap ada yang menaiki setiap tingkat pangoda akan ada lampu terang yang menyala dan terlihat Xiao fei dan Bai zhi sedang berjalan mulus setiap tingkat.
__ADS_1
" Bai zhi, kenapa kita begitu mulus naiknya" ucap Xiao fei yang bertanya sambil memandang Bai zhi.
" Kau lihat saja mereka " ucap Bai zhi sontak Xiao fei melihat sekeliling sedang seperti tertekan aura pangoda ini.
" Setiap orang memiliki tingkat kultiviasi sendiri, mereka sangat lemah jadi hanya bisa di lantai 3 dan kau jeles jelas kultiviasimu sudah kuat pake nanya lagi" ucap Bai zhi
Tak
Tak
Tak
Mereka kini berada di tingkat 6 masih belum merasakan tekanan yang berarti bagi mereka dan tiba saatnya .
Diluar pangoda ada banyak kericuhan " Hei lihat itu..." seseorang yang menunjuk ke arah pangoda itu.
" Wow masuk ke tingkat 7 .... belum pernah ada yang masuk kesana" teriak pria yang disana.
bruggg
Xiao fei jatuh tertunduk karena tekanan pangoda itu " uhhh....sangat berat" ucap Xiao fei yang berusaha berdiri.
" Xiao Fei seperti disini adalah batasmu, jadi kultiviasi disini saja" ucap Bai zhi dengan ramah.
kini Bai zhi melanjutkan perjalanan naik ketingkat berikutnya dengan pelan yang menyelusuri tangga sambil melihat sekeliling.
Sebenarnya Bai zhi sudah merasakan tekanan tubuhnya namun tekanan itu tak berhasil menahan langkahnya.
Saat Bai zhi menginjak kaki ke tingkat 8 langsung merasa ada tekanan yang hebat hingga dia sepenuhnya masuk dalam tingkat 8.
" Apa??? tingkat 8?" teriak orang disana.
"orang disana sepertinya para monster" ucapnya yang di angguki semua orang disana.
bruggg
Bai zhi langsung tertekan dengan kuat bahkan berdiri saja tidak sanggup lagi dan memutuskan berkultivasi disana saja.
Dekorasi di tingkat 8 berbeda dengan tingkat lain disana banyak seperti ukiran gambaran dan bacaan dalam bahasa kuno yang legendaris.
...----------------...
__ADS_1
Tingkat dasar, pangoda Ilmu
Tak
Tak
Tak
Terlihat seseorang sedang menyelusuri tempat disana yang mencari buku berguna untuknya dan juga sahabatnya.
Dia adalah Feng yin yang sedang mencari buku teknik baru yang cocok untuknya hingga ada seperti gulungan kecil berwarna biru, warna berbeda dengan gulungan yang lainnya.
settt
Takkk
" Ini bukan teknik ....hanya informasi biasa" ucap feng yin yang membuka gulungan biru itu namun terlihat cahaya emas bersinar namun semakin redup.
Aku menarik kata kataku, jika ini tentang informasi biasa!! Benua Biru teratai? Bukankah itu, batin feng yin menemukan pengetahuan baru.
Benua Teratai biru adalah sebuah tempat dimana mediang leluhur alam semesta dan konon disana disebutkan bahwa surga para kultivator.
Disana Banyak makanan, minuman yang tak ada habisnya...benua teratai biru bahkan tidak tahu dimana keberadaannya bahkan dewa sekalipun.
Namun benua teratai biru juga dikenal dengan kolam teratai dan hutan persik surgawi yang dapat membantu kultiviasi maju terus tanpa hambatan bahkan buah persik itu bisa membuatnya berumur panjang dan meningkatkan kekuatannya.
Ciri ciri tempat benua teratai biru tidak ada siang dan malam, aura Spiritual yang kuat dan banyak hewan Spiritual tingkat tinggi yang melindungi tempat itu dan mereka bisa membunuh tingkat dewa.
" Sungguh mengerikan " gumamnya feng yin yang menggulung kembali dan meletakkan kembali.
Dan saat hendak pergi mencari buku lainnya feng yin melihat sebuah buku yang merasakan aura dingin dan panas di dekatnya.
" Teknik Api Nirwana? Teknik Bunga Es?" gumamnya yang langsung mendekati ke arah buka yang membuatnya perhatian.
Buku ini sangatlah cocok untuk Xiao fei, batin feng yin
Lalu feng yin langsung menyalin semua teknik disana dan sama saja feng yin juga belajar dari buku itu. sebenarnya feng yin juga memiliki elemen es dan api sebab itu dia bisa membuat pil.
Feng Yin melanjutkan pencarian buku hingga ada buku berwarna ke emasan yang auranya sangatlah Agung.
Feng Yin langsung memegang gulungan itu "Benua Bunga merah, lagi lagi menemukan buka tentang pengetahuan" gumam yang membuka dengan perlahan.
__ADS_1
Benua Bunga merah atau disebut surganya tempat kematian dan bahkan orang yang jatuh ditempat itu tidak akan kembali dengan hidup hidup.
Bersambung.....