
" Feng Yinnnnn" teriak Xiao fei yang berlari ke arahku dengan mencabut pedang dari perutnya dan menggunakan kekuatannya jiwanya untuk menarik dan berhasil namun semua itu tidak berhasil lebih lama lagi.
" Xiao fei cepat lepaskan, kekuatan jiwamu akan habis nantu...cepattt Xiao fei" teriakku dengan bernada tinggi.
" Tidakkk....uhukkkk....Apa kau tahu aku mencintaimu....bahkan Bai zhi saja sadar akan hal itu.... apa kau ingin aku menjanda" teriak Xiao fei dengan frustasi dengan memuntahkan darah segar.
" Xiao Fei" lirihku yang tak menduganya.
Dan dengan tiba-tiba formasi itu mempunyai teknik lain ternyata formasi penyerangan tersembunyi.
Wushhhh
jlubbb
" Tidakkkkkk" teriakku yang dengan menitikan airmata yang sudah tak bertenaga lagi dan formasi itu sudah menarikku dengan paksa. " Xiao fei, kau harus hidup dengan baik-baik" ucapku dengan transmisi suara Menggema.
" Yin Ge...." ucapku lalu aku jatuh pingsan.
" Xiao Feiiii" teriak Bai zhi yang masih di kepung banyak bedang lalu menggunakan kekuatannya yang tersisa.
" Xiao fei....Xiao feiii...astaga lukanya sangat parah"
Pedang pedang disana saat berhasil membawa feng yin langsung terdiam kembali dan bahkan tidak ada tanda tanda penyerangan kembali. "Sudahlah kembali ke penginapan dulu" ucap Bai zhi yang membawa Xiao fei pergi
...----------------...
Alam teratai biru.
bruggg
" Aku dimana??" ucapku dengan memagang kepalaku yang sempat terbentur.
Saat membenarkan penglihatan melihat tempat yang begitu asing tapi energi spiritual yang melimpah di sekitarnya. Namun, aku melihat sebuah pohon berbunga berwarna merah muda dan ada buah terlihat segar disana. Tanah disana sangat subur dan tanaman hidup dengan sangat baik.
" Kenapa aku bisa disini?" ucapku dengan berusaha berdiri.
Dan sontak melihat danau teratai yang begitu indah dengan air yang sangat jernih yang membuatnya terpukau olehnya.
Aku bagaimana bisa disini?? lalu bagaimana aku keluar dari sini?, batinku yang amat frustasi melihat sekeliling yang sepi.
Bruakkk
kreakkk
__ADS_1
" Ada yang mendekat" ucapku singkat
Suara seperti sesuatu yang mengarah padanya dan sontak aku langsung naik ke atas pohon dengan cepat dan pantas saja ada 4 hewan monster dibawahnya.
Mereka adalah Kura kura emas, Ular putih, Rubah 9 ekor biru dan harimau putih. ukuran mereka sangat besar dan terlihat sangat kuat.
" Aku jelas jelas merasakan aura Spiritual besar tadi..." ucap sang harimau putih dengan berubah bentuk menjadi manusia.
Bisa berubah jadi manusia??, batinku dengan kaget apa yang saya lihat barusan.
Dan mereka sisa ikut berubah jadi manusia cantik dan tampan. Membuat orang iri melihat tampang mereka yang sempurna. Dan mereka langsung mendekat ke arah harimau putih itu yang sedang melihat sekitar.
" kak pertama, Kenapa kau begitu cemas" tanya ular putih yang mendekat.
" Dan juga tuan dewa leluhur bilang hanya orang tertentu saja yang bisa masuk, kenapa kau begitu cemas" tanya Rubah biru
" Bagaimana aku tidak cemas??? aku merasa aura masuk ke benua teratai biru ini" balasnya dengan dengan ekspresi susah di artikan.
" Benua teratai biru?" gumamku dengan pelan.
" Siapa disana?" teriak Rubah biru yang mendengar sebuah suara kecil disekitarnya. Dan jangan remehkan seorang Rubah, Rubah memiliki pendengaran yang baik.
" Ada apa?" ucap mereka kompak mentap ke arah Rubah itu.
Dan tanpa disadari kuru kura emas mulai menggunakan domainnya disekitarnya dan menemukan energi murni disekitar sangatlah dekat dari mereka.
" Energi Murni??" teriak mereka dengan bersamaan dengan ekspresi kaget.
Energi murni adalah energi incaran para kultivator di dunia ini, energi murni hanya di miliki oleh dewa leluhur dan dewa kuno saja. jangan diragukan lagi kekuatannya sangatlah besar jika sudah di title dewa.
Apa aku ketahuan??, batinku melihat mereka dengan wajah berbeda ekspresi.
Dan mereka langsung mencari keberadaan energi itu dan tak lama mulai mendekati arah pohon persik dimana feng yin dan bersembunyi. Dan Bunga persik berjatuhan lalu mereka menyadari ada sesuatu di atas dan boom.
" Hai..." ucapku kikuk dengan melambaikan tangan dan sambil tersenyum tidak ikhlas + tidak jelas.
" Kau siapa?" Ucap mereka kompak.
Dan feng yin merasa sudah tak ada pilihan lagi langsung melompat turun dengan anggunnya, pakaian terkena angin dan rambut terbaw angin sejuk membuat dirinya terlihat tampan.
Dan mereka melihatku tanpa berkedip dan aku mulai merinding. Kalau di liatin wanita gak apa-apa dengan tetap seperti itu. Tapi, ada dua 2 pria mentapku dengan uhhh susah di artikan.
" Energi Murni itu berasal darimu" ucap harimau putih dengan mengeluarkan senjatanya.
__ADS_1
" Ehh senior.... aku tak bertarung lagi, aku sudah lelah dari tadi bertarung dengan pedang pedang itu" ucapku yang kesal yang berakhir di benua yang mengerikan ini.
" Lelah Bertarung??" ucap mereka dengan kompak dan dijawab dengan anggukan kecil feng yin.
Dan tanpa disadari simbol milik didaninya muncul kembali karena saat ia sampai disini simbolnya menghilang namun sekarang sudah kembali.
" Simbol itu terlihat sangat familiar " ucap harimau putih disana menarik kembali pedangnya.
...----------------...
Penginapan
Terlihat Bai zhi menggendong Xiao fei dengan cepat menuju kekamarnya dan membawa tabib yang ia culik tadi. dan banyak saksi mata melihat ke arah Bai zhi membawa seorang nona terluka dan para pelayan disana mengenal mereka tapi mereka juga merasa ganjal terasa ada yang kurang dari mereka.
" Cepat obati sahabatku" ucap Bai zhi dengan lembut lalu menuju keluar dari kamarnya.
Sebenarnya apa yang terjadi, makam pedang itu kenapa membawa pergi tuan? dan saat berhasil membawanya pergi, pedang disana juga tidak bergerak lagi!!, batin Bai zhi yang bingung.
Pasti ini tak sederhana yang terlihat, pasti ada sesuatu dan bahkan bisa membawa tuan pergi dengan begitu mudah dan lagi formasi disana ada efek penyerangan juga, batin Bai zhi yang sedang memikirkan sesuatu.
1 Jam kemudian
kreakk
" Tuan, saya sudah mengobati nona, jika nona nanti sudah siuman masaklah ramuan ini namun setelah makan" ucap tabib yang terlihat sederhana namun sangat hebat
" Baiklah, ini 3 koin emas ambillah" ucap Bai zhi melemparkan dan langsung masuk ke kamar Xiao fei.
" Tap-.." ucap tabib yang terpotong dan sudah tak melihat keberadaan tuan itu lagi. dan memutuskan untuk segera pergi dari penginapan itu.
Kreakk
Terlihat seorang gadis lemah dan banyak perban di di sekujur tubuhnya dan saat tak sadarkan diri namun bisa meneteskan air mata.
" Apa cinta begitu menyakitkan Xiao fei? " ucap Bai zhi mengelap air mata Xiao fei dengan ekspresi sedih melihat sahabatnya sakit yang berdaya.
Dan Bai zhi menjaga dengan hati hati dan kadang meninggalkan Xiao fei untuk membersihkan dirinya dan tidur sejenak di dekatnya.
" Fengg Yinn...Jangan tinggalkan aku" ucap Xiao dengan nada yang berat.
Dan mendengar itu Bai zhi langsung " Xiao fei kau sudah bangun?..... Xiao fei kau kenapa" ucap Bai zhi melihat ekspresi sedang kesakitan dan Bai zhi langsung memegang jidatnya.
" Panas sekali? apa gara gara lukanya yang begitu banyak?" ucap Bai zhi dan langsung pergi mencari sebaskom air dan menggunakan sapu tangannya untuk mengopres.
__ADS_1
Dan akhirnya panas Xiao fei turun dan Bai zhi lega membuat tertidur di pinggiran kasur Xiao fei yang lelah merawatnya dan cemas terhadapnya.
Bersambung.....