
yang mulia menjelaskan pertemuan awalnya dengan xiao Yue termasuk taruhannya yang sukses membuat Zhou meledeknya
"sejak kapan kamu tertarik dengan wanita lain selain wanita kecilmu?" tanya Zhou meledek
"huh entahlah, sebaiknya kamu cari sebaik sebaiknya aku ingin melihat wajah sok ganteng nya yang berani beraninya mempunyai istri banyak sampai tak mengetahui wajah istrinya sendiri, akan ku hajar sampai wajahnya babak belur kalau ketemu" tegasnya
"hehehe yang mulia apa kamu tidak sadar kalau kamu mempunyai istri banyak, saya ragu apakah kamu mengenal istrimu dan saya tanya satu saja siapa nama yang mulia selir agung?" ledeknya cengengesan
"enak ajah itu hanya selir hadiah kalau kamu ingin ambil sajah sesukamu dan eh nama selir agung yah entahlah aku lupa" ucapnya sambil mengingat-ingat
"bener ya awas kalau aku minta kamu gak kasih, eh kamu ya masak selir yang selalu kau temui juga gak tau namanya" Zhou sok dengan sifat acuh tak acuh kaisar sekaligus sahabatnya
"eh tunggu aku ingat fei rue eh tidak rue fei" katanya ragu ragu
Zhou hanya geleng-geleng soalnya sahabatnya selalu terbalik menyebut nama selir agung
"ya udahlah jangan bahas itu yang penting sekarang, lakukan tugasmu dengan baik dan sekarang kita balik istana" ucapnya tegas
cepat cepat Zhou berubah sikapnya
"hamba mengerti yang mulia" kaisar hanya geleng-geleng kepala atas kelakuan Zhou sahabatnya
,,,,,,,,*,,,,,,
__ADS_1
"nona ada apa dengan mu kenapa bertingkah aneh" yin menegur xiaoyue yang dari tadi senyum senyum
"hehehe kamu ganggu ajah yin" masih dengan senyum geli nya karena mengingat ingat perjanjian dengan Lian yang menurutnya lucu karena menurutnya akan sulit menemui orang dalam istana apalagi dia berusaha mengambil milik kaisar
'ada apa dengan nona kenapa bertingkah aneh dari tadi' pikirnya atas kelakuan nonanya yang menurutnya tidak seperti biasanya
"baik yin karena suasana hati aku lagi baik mari kita jalan jalan istana" yang sukses membuat wajah yin melongo
'nona gak kesambet kan kok tiba tiba anah' pikirannya semakin melayang
"yin kamu mendengarkan ku?" kata xiao yue yang tak mendapatkan respon dari yin
"eh yin mengerti nona, yin akan mengikuti nona"
,,,,,,z,,,,,,,,
xiao Yue dan yin berjalan mengitari lorong lorong istana sesekali xiaoyue menghelah nafas kadang mengangkat alisnya kadang juga tampang tak pedulinya karena selama perjalanan keluar dari kediaman dia menjadi pusat perhatian karena pertama kalinya keluar dari kediaman nya tanpa di minta
tak ayal dia selalu mendapatkan keritikan seperti cueklah sombonglah dan banyak lagi namun xiaoyue tak memperdulikan nya
xiaoyue berjalan santai kakinya menuju tempat yang aman sepi dan pemandangan yang indah dirinya tak menyangkah ada tempat yang seindah ini
xiao Yue melangkah cepat dan tak sadar kalau berpapasan dengan yang mulia kaisar begitu juga kaisar yang tak menyadari keberadaan xiao Yue
__ADS_1
xiaoyue terus melangkah ketempat yang indah dan nyaman itu dan menikmatinya bersama yin
sedangkan kaisar tiba tiba berhenti dan berbalik kebelakang namun sudah tidak ada siapapun di sana
'mungkin hanya perasaanku sajah mana mungkin dia sini" pikirnya
kaisar menghelah nafas beratnya
"ada apa yang mulia?"
"huh tidak tidak lanjut kekediaman" katanya
"baik yang mulia"
.
.
.
.
.
__ADS_1
.