
tujuh hari berlalu xiaoyue bersantai di taman miliknya bersama weilang dan yin tapi tiba tiba xiaoyue merindukan kaisar Lian
xiaoyue nampak sedih tapi buru-buru mengenyahkan pikirannya
"aduh" xiaoyue memegang perutnya saat ada yang menendangnya, xiaoyue langsung tersenyum lebar sambil mengelus-elus perut nya
"ibunda kenapa?"
"iya nona, nona tidak kenapa-kenapa kan?"
"tidak tak apa yin , lang'er aku baik baik saja" masih dengan senyum lebarnya
yin dan weilang saling pandang bingung saat melihat xiaoyue senyum senyum sendiri
"lang'er peganglah" xiaoyue meletakkan tangan weilang diatas perutnya dan saat itu bayinya menendang
"wah hebat, bunda ini calon istriku ya? atau teman bermain ku?" tanyanya polos
xiaoyue menepuk dahinya saat anak yang baru kira-kira menginjak empat tahun mengucap istri ini benar benar ajaran kaisar Lian jangan sampai weilang tertular mesum dari kaisar Lian
xiaoyue berdehem
"khem emang weilang mau punya berapa istri?"
"mau banyak dong bunda biar rame dan lang'er bisa punya banyak teman" lagi lagi menjawab dengan polos namanya juga masih bocah
saat mendengar ucapan weilang xiaoyue melongo jangan Sampek putra nya mempunyai hobi sama yaitu mengoleksi selir dan apa katanya tadi biar rame loh kira istana pasar pangeran weilang
"Hem weilang emang tau artinya istri?"
weilang menggeleng
"lang'er jangan nyebut nyebut istri dulu nanti kalau sudah besar baru boleh ya" xiaoyue menasehati
weilang hanya mengangguk polos sambil mengecup perut xiaoyue dan naasnya di tendang oleh sang bayi
weilang menatap Xiaoyue "bunda adiknya menendang ku, apa dia tak menyukaiku dan tak mau bermain dengan ku?"
__ADS_1
xiaoyue menggeleng "adik adik lang'er hanya menyapa kakak nya" sambil tersenyum
"adik adik?"
"Hem lang'er akan mempunyai dua adik sekaligus"
"hore aku punya dua adik sekaligus"
xiaoyue Mandang anak angkatnya dengan tatapan rumit 'kenapa Lian sangat yakin ingin menjodohkan dengan anak ini dan bagaimana kalau anaknya laki-laki semua dan lagi mereka masih anak dan bayi masih di kandungan sungguh tak bisa dibayangkan'
xiaoyue tersenyum dan mengelus rambut weilang
xiaoyue melamun saat mengingat pertemuan tidak sengaja dengan selir an xixi
dia sedikit curiga dengan selir an xixi karena xiaoyue yakin pasti ada yang disembunyikan oleh selir an xixi tapi apa?.
dia melamun sambil memakan cemilannya
tapi dia juga beberapa hari ini tidak melihat selir agung, xiaoyue buru-buru mengenyahkan pikirannya karena kaisar Lian sangat mempercayai selir agung dan tak mungkin selir agung merencanakan sesuatu dan membunuh anaknya karena setahunya selir agung sangat rama
.
.
.
di tempat kerja kaisar Lian masih nampak frustasi siapa sebenarnya yang sedang bermain main dengannya
"Zhou kau telah memperketat pengawasan pada yue'r"
"sudah yang mulia"
"bagus" kaisar Lian menghelah nafas
dan mengingat ingat sekarang selirnya hanya tinggal lima orang dan semakin sulit mencari dalang dari semuanya
"ah aku sangat merindukan yue'r"
__ADS_1
"Lian menurutmu siapa diantara mereka dari dalang ini"
"entahlah Zhou aku pusing"
"sekarang harus lebih teliti dalam bertindak karena ini berhubungan dengan para bangsawan"
"ya aku sangat paham itu"
"aku penasaran alasan dibalik ini dan kenapa melakukan nya apa kita pernah menyinggung dari kelimanya itu tidak mungkinkan" imbuh kaisar Lian
kaisar Lian menerawang " setidaknya yue'r dan anakku aman untuk saat ini" ucapnya pelan
"dasar posesif banget jadi suami"
kaisar menendang kaki Zhou
"makanya nikah jadi gak ngenes gini kan, apa aku akan menulis dekrit kekaisaran untuk meminta linlili menjadi istrimu?"
"jangan jangan aku ingin berusaha sendiri dan tidak perlu memaksanya lagian kan aku sangat tampan di kekaisaran ini" ucap narsis Zhou yang percaya diri
"hahaha tampan dari mananya? bahkan satu wanita pun belum ada" kaisar mengejek Zhou yang memerah
"heh itukan karena aku terlalu sibuk ada didekat mu bahkan mereka mengira kita sepasang kekasih"
mereka tertawa lucu
.
..
.
.
.
.-_--_--_--_--_--_-
__ADS_1