
hari hari berlalu kaisar Lian tidak berkunjung ke kediaman peonik demi keamanan xiaoyue, kaisar hanya mengutus orang kepercayaan nya secara diam diam untuk melindunginya
sedangkan xiaoyue dengan santai tak memperdulikan nya, dia hanya menyibukkan dirinya dengan memakan banyak cemilan sambil bersantai di taman belakang kediaman nya bersama Wei lang
kaisar Lian sebernya sudah tak tahan dan uring-uringan tak jelas di kamar karena merindukan xiaoyue, kalau bukan para hama yang selalu mengusik keamanan istrinya dia tak kan rela berjauhan dengan xiaoyue
setiap hari dia hanya memantau xiaoyue dari kejauhan, jika kangen menyerang kaisar Lian hanya bisa menyelinap tengah malam lalu pergi satu jam setelahnya.
sebenarnya xiaoyue mengetahui nya hanya saja terlalu ngantuk untuk membuka mata
.
.
kaisar Lian sekarang bersama selir linfei tapi hatinya bersama xiaoyue
kalau kalian bertanya bagaimana bisa kaisar Lian bersama Lin Fei tentu saja untuk menyelidiki siapa siapa yang berniat membunuh xiaoyue, dengan kedok kaisar Lian sedang bertengkar dengan xiaoyue makanya kaisar Lian tidak menemui xiaoyue
"yang mulia" tidak ada tanggapan
"yang mulia" teriak selir linfei
"ya, Hem ada apa Fei Lin?" tanya kaisar Lian gelagapan
Zhou yang ada di belakang menepuk dahinya 'kumat deh sakitnya'
"nama hamba Lin Fei yang mulia bukan Fei Lin" linfei mengingatkan
"tidak masalah hanya saja aku suka menyebut nama mu Fei Lin seperti nama kesayangan" sambil tersenyum padahal didalam hatinya ingin muntah
Zhou yang melihatnya cekikikan
"oh kalau begitu hamba menerima yang mulia" selir linfei berbunga bunga
kaisar Lian tiba-tiba menghentikan kakinya
__ADS_1
"kenapa kita lewat sini?" ucapnya setelah sadar dirinya sekarang berada di kediaman peonik, kaisar Lian membalikkan badannya
"oh ayo lah yang mulia sebentar saja, hamba ingin sekali melihat taman xiaoyue" rengek manja selir linfei
kaisar Lian menahan amarahnya saat selir linfei tidak menghormati istrinya
"tidak nanti kamu saya buatkan taman lain, kenapa harus kesini segala?" kaisar Lian melanjutkan sandiwaranya
"yang mulia hamba ingin sekali ke taman xiaoyue untuk melihat sajah" linfei merengek terus sehingga membuat kepala kaisar Lian pusing
',awas sajah kau menyentuh apapun disana' kesal kaisar Lian
"Hem baiklah baiklah, ingat jangan menyentuh apapun disana'" kaisar Lian mengingatkan
linfei senang setengah mati rencana berjalan dengan lancar karena niatnya ke kediaman peonik hanya ingin pamer kepada xiaoyue, tapi saat tidak di suruh menyentuh apapun membuatnya jengkel
"tapi yang mulia"
"tidak usah membantah ikutin sajah, aku tak mau kau terluka" kaisar Lian menjerit hatinya atas gombalannya sendiri
selir linfei berubah senang lalu menarik kaisar Lian ke taman belakang cepat cepat kaisar Lian melepaskan diri
buru buru selir linfei melepaskan tangannya dan meminta maaf
"yang mulia maaf hamba hanya terbawa suasana dan terlalu senang"
"baiklah kita langsung ke taman saja" lalu pergi ke taman di ikutin selir linfei dan zhou
disana kaisar Lian melihat xiaoyue di taman bersama weilang, saat xiaoyue menoleh buru-buru kaisar Lian mengedipkan matanya sambil jarinya menunjukkan kebelakang
xiaoyue yang mengerti lalu memberi hormat
"salam yang mulia"
"Hem" jawabnya sok acuh xiaoyue menahan tawanya
__ADS_1
"ada perlu apa yang mulia berkunjung kemari?" tanya xiaoyue sopan
kaisar melirik selir linfei
"beri salam pada permaisuri Lin Fei" ucap tenang kaisar
"tapi"
"tidak usah membantah bagaimanapun permaisuri masih permaisuri kamu tahu tatakrama kan?" tanya kaisar Lian sarkas
dengan paksa selir linfei memberi hormat
"salam yang mulia permaisuri"
"Hem" acuh
selir linfei mengalihkan pada kaisar Lian "eh yang mulia kok manggil linfei katanya feilin nama kesayangan" ucap manja selir linfei
kaisar Lian membelalakkan matanya
sedangkan xiaoyue dan Zhou menahan tawanya
'nama kesayangan katanya, oh sungguh aku tak tahan lagi Lian kan selalu lupa nama dan terbalik kalau soal nama wanita hahaah' xiaoyue menahan tawanya sambil memerah
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
..
salam vv-_-