
xiao Yue menyerang kelompok pembunuh dengan membabi buta sesekali dia mencari celah untuk kabur karena kondisi yang tak di untungkan, sesekali dia melirik pemuda yang menolongnya tadi malam dia sudah tampak pucat karena banyaknya darah yang merembes ke luar
"ini gawat,,,, aku harus cepat kabur secepatnya dari sini" ucapnya dalam hati
dengan cepat xiao Yue menariknya dan membawanya lari bersembunyi, xiao Yue terus menariknya dengan cepat menghindari para pembunuh dengan kaki kecilnya, lama lama lari xiao Yue tanpa sadar membawanya ke hutan, karena kelelahan xiao yue terpeleset dan berguling-guling bersama dengan kaisar dan berhenti dengan posisi intim yaitu xiao yue berada di bawah kaisar.
keduanya saling menatap satu sama lain sang kaisar yang tiba tiba sadar ingin beranjak tapi penggerakannya buyar karena tiba tiba xiao yue menariknya tanpa sengaja bibir mereka bersentuhan, mata bulat xiao yue menajam seketika sedangkan kaisar masih dengan wajah bodohnya, tapi xiao yue tidak bisa apa apa karena diatas sana para pembunuh sedang memeriksa tempat yang sangat dekat untung nasib berpihak pada xiao yue dan kaisar yang mendarat pas di dalam semak semak rerumputan asal mereka gak bersuara dan bergerak pasti tidak di temukan.
xiao Yue alihkan pandangan nya menatap keatas karena merasa aman xiao Yue melepaskan pegangannya dan berujar
"kamu jangan marah sama saya, di sini yang di rugikan adalah saya" ucapnya sambil mengelap bibirnya
"sial ciuman pertama ku di rebut pria tak di kenal" ucapnya pelan tapi masih terdengar oleh sang kaisar sedangkan kaisar masih dengan hati yang berdebar debar entah apa yang di pikirkan sekarang
"uh syukurlah setidaknya disini bukan hanya aku yang belum berciuman, setidaknya ciuman pertama ku mendarat sama orang yang masih belum berciuman" ucapnya dalam hati
"aku tidak mempermasalahkan tentang itu tapi bagaimana kita keluar dari sini dengan kondisi gelap?" tanyanya
__ADS_1
"entahlah mungkin kita harus bermalam disini karena kita gak mungkin keluar dalam kondisi ini, kalau kita keluar hutan itu sama sajah dengan bunuh diri, di sisi lain gelap dan takutnya pembunuh itu masih mengintai, lebih baik sembuhkan lukamu itu dan kita cari tempat berteduh" ucap xiao Yue sambil memapah kaisar yang terluka
,,,,,,,,,z,,,,,,,,,
beberapa menit xiao yue berjalan dengan kaisar dia melihat gubug walau sedikit kotor tak masalah untuk beristirahat untuk semalam sajah.
xiao Yue mendudukkan kaisar sementara dia keluar sebentar
"aku keluar sebentar kamu jangan kemana-mana, aku hanya sebentar ingat jangan kemana-mana" xiao Yue menegaskan
"iya iya aku paham" yang memang dia tak ingin kemana mana dengan kondisinya yang sangat pucat
xiao Yue juga mencari Tumbu tubuhan yang dapat memberhentikan luka setelah semuanya xiao yue kembali ke gubug
sampai di gubug dia melihat kaisar yang tidur dengan polosnya
"entah kenapa kejadian ini seperti defaju seperti pernah mengalaminya tapi kapan aku tidak ingat,,,, ah bodo amat" ucapnya dalam hati
__ADS_1
xiao Yue mengambil pedang milik kaisar dengan pelan takut mengganggu tapi dengan kelakuannya yang seperti maling membuat kaisar merasa bahaya dan tanpa sadar menarik xiao Yue kedalam dekapannya dengan tanda tanya.
"apa yang kau lakukan?"
"justru aku yang bertanya apa yang kau lakukan? ngendap ngendap seperti maling atau pembunuh bayaran?"
"oh itu aku ingin meminjam pedangmu"
"ehhhhhhhh"
.
.
.
.
__ADS_1
.