
beberapa bulan berlalu kaisar Lian tetap tidak menemui xiaoyue, dia hanya bisa memandang dan melindungi dari jauh.
kaisar Lian sangat rindu melebihi apapun tapi rasa bersalah setelah membentaknya membuat nyali kaisar Lian menciut saat memandang xiaoyue
bahkan saat ini dirinya sangat ingin mengelus perut xiaoyue untuk menenangkan anaknya yang mungkin akan segera lahir sewaktu-waktu
kaisar Lian asik melamun saat selir agung masuk keruangan kerjanya
"yang mulia" selir agung bersikap biasa saja seperti biasanya
"khem ada apa?"
"yang mulia saya ingin" belum sempat melanjutkan datanglah prajurit yang datang dengan terburu-buru
"hormat yang mulia kaisar semoga hidup seribu tahun" ucapnya dengan gugup memberi hormat
"hormat kepada yang mulia selir agung" imbuhnya lagi
"Hem"
"ada apa?" tanyanya pada prajurit dengan wajah yang tenang sambil meminum tehnya
"yang mulia permaisuri dia itu permaisuri" dia tergagap karena kedua orang di depannya menatap tajam.
kaisar Lian sedikit terkejut saat orang di depannya menyinggung soal permaisuri, kaisar Lian sangat khawatir apa lagi dia belum bisa menjelaskan pada xiaoyue, kaisar Lian sangat khawatir tapi dengan cepat mengenyahkan takut membuat selir agung curiga padanya
"ada apa jangan bertele-tele?" lagi-lagi kaisar menyeruput tehnya
__ADS_1
"yang mulia permaisuri akan segera melahirkan" prajurit berucap dengan terburu-buru
mendengar xiaoyue akan segera melahirkan teh yang ada di mulutnya muncrat keluar serta diiringi batuk batuk
"ah yang mulia hati-hati" selir agung bersikap lembut
"Hem apa yang kau bilang tadi? permaisuri melahirkan?" tanyanya memastikan
"ya yang mulia"
"lalu tunggu apa lagi penggil kan tabib untuk nya, walau hubungan kami retak bayi itu tetap darah daging ku, ayo cepat kita kekediaman peonik" kaisar Lian bangkit dari duduknya tergesa-gesa mengabaikan selir agung yang sedang geram atas kelakuan kaisar Lian yang mengabaikannya dan dengan terpaksa selir agung mengikutinya.
"yang mulia" teriak selir agung
"ada apa selir agung? kita lanjutkan lain kali dulu, anakku akan segera lahir walau bagaimanapun dia tetap anakku eh bukan mereka adalah anakku" kaisar Lian melarat perkataanya karena anaknya kembar
dengan terpaksa selir agung diam tapi tetap membuntuti kaisar Lian, kaisar Lian sebenarnya risih tapi mau bagaimana lagi, selir agung akhir akhir ini semakin lengket padanya, kalau kaisar Lian membantah selir agung langsung membuat masalah yang membuat kaisar Lian semakin pusing dengan kelakuannya, apalagi dia selalu memergoki selir agung hendak mencelekai xiaoyue, dengan sabar kaisar Lian melarikan perhatiannya untuk membuat selir agung lupa.
tapi lagi-lagi kaisar Lian tidak mempunyai bukti apapun karena rencana apapun yang dibuat selir agung tidak ada yang cacat ataupun meninggalkan jejak hingga membuat kepala kaisar Lian pusing atas kelakuan selir ularnya.
sampai kediaman peonik, kaisar Lian melihat orang-orang mondar mandir kesana kemari dan sukses membuat kaisar geram karena kepalanya pusing, tambah pusing melihat orang-orang yang mondar mandir gak jelas
"apa kalian bisa diam jangan mondar mandir?" titah kaisar Lian pada prajurit dan pelayan xiaoyue yang sedang menghawatirkan junjungannya hingga tidak menyadari kedatangan kaisar Lian dan selir agung.
"hormat kepada yang mulia kaisar semoga hidup seribu tahun" ucap mereka serempak sambil membungkuk hormat
"Hem berdirilah dan jangan mondar-mandir? membuat ku sakit kepala!"
__ADS_1
"baik yang mulia" mereka semua duduk dan tak henti-hentinya mendoakan junjungannya yang sangat baik padanya
tiba tiba tabib keluar membuat mereka khawatir dan bertanya tanya dan menghampiri tabib tersebut
"apa terjadi sesuatu dengan permaisuri dan kedua anakku?" tanyanya serius
"tidak yang mulia hanya sajah hamba membutuhkan bantuan dari selir Anxixi karena beliau juga belajar ilmu ketabipan, apa beliau ada?"
"saya disini" ucap selir Anxixi yang memang baru datang
.
.
.
.
.
.
.
.salam semua minal aidzin walfaizin mohon maaf lahir dan batin,
khem janganlupa vorevotelikelikelike -_-
__ADS_1
.
.