
xiaoyue termenung memikirkan kata kata selir Anxixi di kediamannya, xiaoyue berkali kali menghelah nafas.
xiaoyue menatap pelayan sekaligus temannya, tiba-tiba sudut bibirnya tersenyum melihat kelakuan yin yang merajuk kepadanya
"Hem, kau masih marah padaku yin?"
"maaf hamba tidak berhak marah pada yang mulia" yin menunduk tidak menatap mata xiaoyue seperti biasanya
senyum xiaoyue semakin berkembang "Aiya yin jangan marah gitu dong" xiaoyue merajuk dengan manja
yin memalingkan wajahnya
"iya iya maaf tadi aku ninggalin soalnya lama nunggunya" xiaoyue menjelaskan sedikit
"yin"
tak tahan dengan sikap nonanya perlahan senyum yin terukir disana
"hahahaha kan cantik kalau kau tersenyum"
yin hanya bisa menggeleng atas kelakuan nonanya yang selalu acuh tak acuh tapi perhatian dan juga tidak ingin melihat orang terdekatnya ikut menderita ada di dekatnya
yin sangat mengerti kelakuan xiaoyue dan sedikit mengerti dengan perasaannya, karena yin mengikuti xiaoyue saat umurnya masih kecil, dia diangkat menjadi pelayan sekaligus teman xiaoyue oleh xiaoyue
tapi walau begitu tidak ada yang melihat wajah asli xiaoyue waktu kecil, dia selalu menutup wajahnya dengan cadar
xiaoyue kecil sangat suka menyendiri jauh dari keramaian bahkan dia sangat tertutup dengan keluarganya dia hanya sedikit terbuka pada temannya atau pelayan yang selalu mengikutinya kemana-mana, kehidupannya selalu diisi dengan ilmu pengetahuan atau buku buku di perpustakaan
hingga kecelakaan saat umur 14 tahun mengubah segalanya, dari pendiam berubah ceria, dari yang tertutup menjadi terbuka walau ada sajah yang disembunyikan, dari suka sangat buku menjadi paling malas melihat buku dan yang paling menjengkelkan xiaoyue selalu mengusik ketenangan keluarga dengan keusilannya walau mereka sedikit lega karena semenjak hilang ingatan xiaoyue menjadi sosok yang sangat manja dan lucu
__ADS_1
bahkan selir dari ayahnya sangat sayang pada xiaoyue, apa lagi kedua orangtuanya dan kedua kakak lelakinya
anak-anak perempuan selir sangat iri tapi dia juga senang melihat adiknya yang tidak pendiam lagi walau kadang mereka dibuat jengkel oleh kelakuan xiaoyue
saat xiaoyue diangkat selir keduanya hanya sedikit iri lalu mengenyahkannya dan menunjukkan kesenangannya, mereka hanya khawatir kalau adiknya tidak bertahan dari kediaman istana yang penuh intrik dan politik.
.
.
.
.
.
Zhou menghelah nafas
"apa tidak ada cara lain?" tanyanya pada kaisar Lian
kaisar Lian hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah
"dan rencana ini tidak kau beritahu pada permaisuri?"
lagi-lagi kaisar Lian menggeleng sebelum menjawab
"aku, aku takut bertemu dengan yue'r setelah kejadian itu yang membentaknya" ucap kaisar lirih
"tapi itu demi melindunginya setidaknya kau berusaha menjelaskan dan bukan hanya Diam disini membuat permaisuri salah paham"
__ADS_1
kaisar Lian menatap Zhou miris "aku tidak bisa, aku benar-benar gagal mengetahui rencananya sampai terjadi seperti ini"
"jika kau tidak menemuinya, biar aku yang menemuinya kalau kau pengecut begini" Zhou beranjak akan pergi
"tunggu, jangan gegabah Zhou"
Zhou menghentikan langkahnya dan dahinya mengernyit bingung
kaisar Lian menjelaskan kepada Zhou
"dia selir agung mempunyai mata-mata dimana mana, dia selalu mengintai ku, xiaoyue dan kamu dia bahkan tahu kalau aku pura-pura bertengkar dengan xiaoyue, makanya untuk meyakinkan nya aku tidak ingin menghubungi xiaoyue untuk sementara dan selalu berada disampingnya mengikuti rencananya bahwa aku percaya bahwa xiaoyue selingkuh dariku" jelas kaisar Lian pada Zhou
"aku sungguh sungguh tidak menyangka selir agung sangat licik"
"aku juga bingung kita selama ini dibodohi olehnya dan yang membuatku semakin kesal padanya saat mengetahui bahwa dia menfitnah xixi sebelum ingin mendapatkan hati kakakku, walau sampai akhir dia hanya dianggap sahabat oleh kakakku"
"jadi aku akan berada disisinya untuk mengetahui rencananya" imbuhnya lagi dan Zhou hanya tertunduk pasrah
.
.
.
.
.ayo dukung author dengan vote dan like untuk membuat author semangat hehehe
-_- salamhangat -_-
__ADS_1