Selir Xiao Yue

Selir Xiao Yue
buru buru dan taruhan


__ADS_3

kaisar memejamkan matanya sambil memeluk xiaoyue hatinya merasa damai padahal dia selama ini merasa risi ketika perempuan perempuan penggoda menyentuhnya tapi sekarang dia berinisiatif memeluknya.


sinar matahari menampakkan di sela sela celah lubang gubug xiaoyue terbangun setengah sadar merasakan guling yang nyaman dan hangat terbesit di pikirannya sejak kapan dirinya mempunyai guling senyaman ini, seolah tersadar akan sesuatu xiao Yue membuka matanya perlahan lahan


alangkah kagetnya xiao Yue dirinya mendapati dalam posisi intim membuat jantungnya tak berirama sambil memastikan kebenaran nya xiao yue mencubit pelan pipinya


ingin sekali dia berteriak tapi buru buru dia menutup mulutnya karena posisi cadar yang sudah terlepas, buru buru dia memakainya


dia melihat wajah damai sang kaisar yang masih tetap dalam posisinya bahkan cadar yang di pakainya masih terikat sempurna diwajahnya


seakan tersadar kalau dia harus segera kembali buru buru xiaoyue membangunkan sang kaisar


"hey buruan bangun sudah pagi"


"kenapa aku masih ngantuk"


"buruan kita harus kembali kalau tidak mati aku"


"kamu kenapa? Hem" yang masih mengumpulkan nyawanya


"gawat ini sudah pagi aku harus segera pulang, suamiku pulang pagi katanya"


"segitu takutnya kau dengan suamimu"


"aku bukan takut dengannya tapi" ucapnya terhenti karena dia tak mungkin memberitahu kan kalau suaminya kaisar kan


"ah kau tidak usah tau"


"kenapa aku tak boleh tau?"


"karena kau bukan lawannya"

__ADS_1


"Yue gimana kalau aku bisa melawannya dan menyingkirkan nya apa kau sedia berada di sampingku?" tanpa sadar ingin menyingkirkan dirinya sendiri


"kalaupun kau menyingkirkan nya itu tak akan mungkin dia bukan lawan yang muda dan juga aku tak yakin kamu bisa membunuhnya secara katanya dia pandai pertahanan diri sedangkan kamu kemaren melawan sepuluh orang sajah sudah kelelahan" xiao Yue tanpa sadar memuji dan mengolok secara bersamaan dan sukses membuat kaisar kesel


"itu karena mereka main curang dengan memberikan racun jadi tubuhku lemah"


"ya aku percaya kamu memang terkena racun tapi kau jangan bertindak gegabah dan juga aku hanya ingin bilang aku tidak masalah dengan ini setidaknya aku tidak ada yang mengatur" ucapnya tersenyum


"gimana kalau kita taruhan"


"taruhan apa?"


"kalau aku mendapatkan mu kamu akan berda disisiku gimana?"


"terserah kamu sajah aku tak peduli"


"aku buat ini sepakat" ucapnya menyeringai


"dan aku tak yakin kamu bisa menemukan nya dengan mudah" imbuhnya


"kau jangan meremehkan ku ya"


"aku hanya memberi saran sajah untuk menyerah, tapi kalau aku menang apa yang aku dapatkan?"


"entah apa sajah yang kau inginkan, bagaimana?"


"sepakat dan ku pastikan kau kalah"ucapku acuh


"astaga aku buru buru ayo cepat kita keluar" xiaoyue panik sambil berjalan keluar hutan


"ya ya kita keluar, eh bolehkah aku memanggilmu yueyue?"

__ADS_1


"terserah kamu dan kau akan ku panggil apa?"


"panggil sajah Lian" ucap kaisar


"entah kenapa nama itu terasa akrab di telingaku, ah bodo amat mungkin aku pernah mendengarnya di suatu tempat" pikir xiao yue


"hey yueyue" menyadarkan xiao yue


"kenapa ada yang aneh dengan namaku?"


"eh tidak Hanya sajah namamu terasah akrab tapi aku tak tau mendengar nya dimana"


"yasudah lah tak usah di pikirkan mungkin mirip"


"kau benar itu mungkin sajah"


beberapa menit sudah di tepi hutan keduanya berpamitan dengan alasan jalan yang berbeda padahal tujuannya sama yaitu istana


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2