Selir Xiao Yue

Selir Xiao Yue
melahirkan 2


__ADS_3

ketika bersantai di taman xiaoyue meringis karena perutnya sedikit sakit, tapi di abaikan karena cuma datang sebentar tapi belum cukup lama xiaoyue merasakan perutnya semakin melilit dan membuat Xiaoyue curiga bahwa dirinya akan segera melahirkan


dengan cepat xiaoyue berteriak memanggil yin "yin"


tapi yin tidak mendengarnya karena sibuk mengurusi bunga dengan teliti dan hati hati, xiaoyue berteriak lagi "yin" teriaknya lagi sambil berjalan tertatih menahan rasa sakitnya


saat teriakan kedua baru yin mendengar nonanya, dengan buru-buru yin langsung pergi menemui nonanya yang tak sadar masih memegang pot yang diisi bunga mawar merah mudah yang mempunyai arti kasih sayang


tapi langkahnya terhenti saat melihat dara keluar dari balik baju nonanya secara tak sadar yin menjatuhkan bunga kesayangan xiaoyue dan menghampirinya dengan cemas sekaligus panik.


yin segera berteriak minta tolong dengan segera para prajurit dan pelayan panik saat permaisuri nya akan segera melahirkan.


tak ketinggalan pengawal pribadi kaisar Lian yang menyamar sebagai prajurit tak kalah khawatir mereka saling tunjuk menunjuk untuk memberitahukan kepada kaisar


karena tidak ada yang mau salah satu dari mereka memberanikan untuk memberitahukan kepada kaisar Lian.


.


.


.


.


.


kini kaisar Lian sudah berada di kediaman peonik tidak ketinggalan selir agung yang selalu lengket padanya


selir Anxixi juga sudah masuk kediaman xiaoyue dan membantu proses melahirkan


"tenang xiaoyue, tenangkan dirimu dulu" instruksi selir Anxixi


"kak xixi ji jika a aku kenapa-kenapa tolong, totolong lindungi anak anak ku" xiaoyue memohon pada selir Anxixi karena dialah yang paling dipercaya saat ini


"jangan bicara sembarangan kamu akan baik-baik sajah, percaya lah padaku" ucap tegas selir Anxixi


xiaoyue menangis karena dirinya merasa hidupnya tak lama lagi tapi dia pura-pura mengangguk dan menyetujuinya

__ADS_1


"ah unkh ah" xiaoyue kembali bereaksi


tabib segera memeriksa xiaoyue lalu mulai mengangguk


"permaisuri akan segera melahirkan"


selir Anxixi yang mendengarnya kembali menyemangati xiaoyue


"permaisuri tarik nafas dan mengejan lah" perintah nya


dan segera di ikuti oleh xiaoyue


xiaoyue terus mengejan sampai beberapa saat kemudian lahirlah bayi laki-laki yang sangat imut.


oek oek oek


xiaoyue menarik nafasnya pelan untuk bersiap melahirkan bayinya lagi walau kondisinya sangat lemah


"permaisuri bersiaplah sebentar lagi" instruksi dari tabib Mei adik dari tabib Jun


xiaoyue hanya bisa mengangguk dirinya sudah tak tahan lagi


"permaisuri mengejan lah"


xiaoyue melakukan seperti tadi hingga terdengarlah tangis bayi lagi.


sayup-sayup xiaoyue melihat dan mendengar anaknya menangis, dia mendengar perkataan tabib kalau bayinya perempuan


xiaoyue sudah tidak bisa terlihat tegar lagi wajahnya pusat pasi dengan pelan xiaoyue menatap selir Anxixi


"to tolong lindungi anakku dan lian dan beri nama dia fang'er dan hua'er" ucapnya lalu memejamkan matanya


selir Anxixi dan tabib Mei khawatir sekaligus panik


"tidak adik Yue bangun anakmu membutuhkan ibunya"


sedangkan tabib Mei kalang kabut mengurus permaisuri sebelum dia mengeluarkan nafas beratnya lalu menggeleng

__ADS_1


"sudahlah yang mulia sebaiknya kita keluar dulu" tabib Mei berani memerintah kepada selir Anxixi karena selir Anxixi sahabat sekaligus adik juniornya.


mereka berdua di ikuti dua pelayan yang menggendong kedua bayi keluar dengan wajah di tekuk sekaligus sedih


kaisar Lian sekarang mondar mandir karena khawatir kepada xiaoyue dan anaknya, melihat tabib dan selirnya keluar dengan wajah di tekuk membuat kaisar sangat gelisah lalu menuju kepada mereka


"semuanya baik-baik kan?" tanyanya cemas


"kenapa diam sajah ada apa dengan anak-anak ku dan permaisuri?" bentaknya karena tidak segera mendapat jawaban


dengan seketika selir anxixi menunjuk kedua bayi yang ada di gendongan pelayan


"mereka berdua baik-baik sajah" ucapnya pelan


mendengar itu kaisar Lian sedikit tenang


"dan bagaimana keadaan yue'r?"


"permaisuri dia dia" selir Anxixi tidak bisa berkata apa-apa dan memandang tabib Mei


tabib Mei menghelah nafas


"permaisuri dia, dia"


.


.


.


.


.


.


selam hangat semua -_- vv

__ADS_1


__ADS_2