
seseorang bangkit dari tidurnya sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing.
ya dia adalah liyue
matanya melirik ke segala arah, liyue bingung karena seingatnya dia berada untuk menyegel ketua iblis di wilayah timur, tapi kenapa dia berada di kediaman kakak pertamanya, apalagi dia merasakan badannya telah naik tingkat selanjutnya.
merasa bingung dia pun memanggil kakak pertamanya
"kakak pertama, kakak pertama" ucapnya sambil bangkit dari tidurnya
tak lama Li tang datang dengan santai lalu duduk di tepi ranjang serta menyuruh liyue duduk kembali
"ada apa?" tanyanya pada liyue
"kakak pertama apa yang terjadi padaku? dan kenapa aku bisa ada disini? dan juga aku merasakan aku naik tingkat, apa aku sudah sidang langit?" tanyanya beruntun karena memang liyue tipe yang sangat muda penasaran
"sudah sudah berhenti bertanya aku pusing mendengarnya intinya kau hanya memberikan surat ini padaku sebelum meminum ramuan lupa ingatan" ucapnya membuat liyue melongo lalu mengambil surat dari dirinya dan untuk dirinya sendiri
liyue mematung saat melihat tulisannya sendiri yang hanya berisi tiga kata jangan banyak tanya
liyue menatap Litang memohon karena penasaran
"kakak pertama ayolah apa yang terjadi denganku?" dengan suara manjanya
Litang menghela nafas "kakak juga tidak tahu kamu tidak memberitahu nya" Litang menjelaskan
"huh kakak seperti tidak mengetahui aku yang sangat penasaran kenapa kakak tidak membujukku?" omel Litang
"kakak sudah membujukku tapi kamu memilih melupakannya" jawab Litang tenang
liyue pasrah karena memang ini salahnya
liyue menatap sekeliling "kakak lihat sisi gak?"
"entahlah aku tidak melihat artefak itu saat kau datang kemari"
__ADS_1
liyue memejamkan matanya sambil berucap "sisi datanglah" tak lama kipas bergambar rubah muncul di tangan liyue
"aiyah sisi kau kemana ajah" ucapnya sambil mengelus ngelus artefak yang dipegangnya dan sukses membuat Litang geleng-geleng
lalu berubah gelisah.
"kakak pertama kenapa?" tanya liyue pada Litang karena melihat kakaknya gelisah
"kakak sudah melaporkan keberadaan mu pada ibunda dan ayahanda" ucapnya setenang mungkin
"lalu?"
"mereka ingin kamu pulang katanya sudah cukup kamu bermain mainnya selama 300 tahun lebih ini"
"siapa yang bermain-main aku kan pelatihan tertutup" liyue melarat ucapannya yang bersenang senang itu
"tapi kan mereka tahunya kau bermain-main" bantah Litang
liyue menghelah nafas "kenapa mereka memintaku untuk pulang? pasti mereka ingin membahas pernikahan ku dengan putra mahkota langit bukan?"
Litang hanya tersenyum canggung tanda membenarkan dan liyue sudah paham itu
"dan lagi aku mempunyai kakak pertama yang tidak menikah menikah kenapa aku harus di wajibkan segera menikah sungguh konyol" liyue menambahkan
Litang yang merasa di singgung hanya menatap datar liyue
"apa emang kebenarannya kan, bahkan kakak kedua dan ketiga sudah memiliki anak" liyue menambahkan membuat Litang kesel setengah mati karena selalu di ejek oleh adiknya sendiri.
"sudahlah dan kapan kamu kan pulang?"
"besok besok ajah deh malas ketemu ibunda yang selalu menyuruh ku bertemu dengan putra mahkota ah siapa namanya mo mi siapa?" tanyanya pada kakak pertama nya
"mo Lian"
"hah ya itu, malas aku di jodohkan dengan pria dingin kayak dia"
__ADS_1
"emang kamu pernah bertemu dengannya?"
"tidak"
"terus?"
"aku hanya mendengar dari orang orang bahwa putra mahkota mo mo apa? ah ya mo Lian itu orangnya datar dan dingin tidak ada ekspresi" ucapnya sambil tersenyum geli
"jangan begitu entar cinta lagi" Litang menggoda adiknya
"hah aku dengan dia tidak mungkin" liyue membantah sambil berdiri dan sukses membuat Litang tertawa
"awas kau kalau jatuh cinta dengannya"
"tidak mungkin dia masih dibawah umur"
Litang hanya tertawa geli dan tersenyum simpul
"aku pegang kata-kata mu"
"em jika aku kalah kakak boleh meminta apapun dariku"
"baik" Litang berdiri meninggalkan adiknya sendiri
"**akan ku buktikan aku tidak akan jatuh cinta dengan bocah , yang umurnya lebih muda dariku" teriak liyue dari dalam
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.salam hangat dari vv jangan lupa dukungan vote like dan komen hehehe