
selir linfei tidak mengetahui isi pikiran mereka, dia hanya bisa menyombongkan dirinya di depan permaisuri dan hendak memeluk lengan kaisar Lian
tapi sayang kaisar Lian yang seakan mengerti situasi di pura-pura langsung menggendong Wei lang
menyebabkan selir linfei hampir terjungkal mungkin saat ini mereka sedang tidak sandiwara mereka akan tertawa serempak
"aduh" selir linfei menahan malunya
sedangkan Zhou, kaisar Lian dan xiaoyue menahan tawanya sehingga membuat mereka memerah
kaisar pura-pura perhatian
"Lin Fei kau tak apa?" ucapnya tapi tak berniat menghampirinya
"yang mulia kaki hamba sakit" ucapnya sambil meringis tentu saja pura-pura karena selir linfei ingin membuat permaisuri cemburu dan iri padanya karena kaisar Lian sekarang peduli dengannya diam diam matanya menatap permaisuri dan menyombongkan diri sambil berharap kaisar Lian menggendongnya
kaisar tau niat selir linfei sehingga dia pura-pura hawatir sambil menjewer weilang supaya nangis dan berbisik di telinga weilang, dengan begitu dia terbebas dari rencana selirnya dan benar saja weilang matanya berkaca-kaca dan terisak Isak sesegukan
"aduh bagaimana ini weilang nangis, bagaimana dengan selir feilin eh linfei maksudnya, Zhou gendong selir kekediaman nya dan segera panggilkan tabib" titah kaisar Lian dan menjaga kata-katanya dia tak ingin salah lagi menyebut nama selir linfei menjadi feilin dia tak ingin membuat selir linfei terlalu dekat dengannya
xiaoyue tertawa dalam hati sedangkan selir linfei cengo dengan keputusan kaisar Lian yang memberikan kepada pengawalnya ini sama saja dengan penghinaan menurut nya
belum sok dengan keterkejutan sang pengawal juga memberi alasan dan secara tak langsung dia menghina selir linfei
"maaf yang mulia tangan hamba terluka saat bermain dengan pangeran hingga tak bisa mengangkat selir linfei" ucapnya sambil menunduk hormat padahal didalam hatinya mengejek 'mending aku menggendong adik tirinya yang lembut dan manis ah aku merindukan Lin lili' cinta memang buta sejak kapan linlili lembut pada Zhou yang ada setiap ketemu Zhou selalu mendapat kan tatapan tajam dari linlili
kaisar Lian pura-pura panik padahal dia tahu Zhou berbohong padanya karena tadi pagi saja dia masih bermain pedang dengan prajurit bahkan mengangkat ngangkat barang yang tentunya berat
__ADS_1
"cup cup sayang diam lah, Zhou panggilkan tabib saja kekediaman selir linfei" ucap kaisar Lian sambil menenangkan weilang
"baik" Zhou langsung pergi sambil mengedipkan matanya pada kaisar Lian dan xiaoyue secara diam diam, yang sukses membuat Xiaoyue melotot kan matanya
"pengawal"
"ya yang mulia" sambil menunduk hormat
"kau antarkan" belum selesai bicara selir linfei mencela ucapan kaisar Lian
"yang mulia tak perlu hamba bisa sendiri dengan bantuan pelayan ku" karena dia tak ingin dilihat selir lain saat digendong pengawal rendahan mau dibuang kemana mukanya dengan masih pura-pura kesakitan selir linfei menjauh dengan pengawalnya
"nanti aku nyusul" ucap kaisar pura-pura lembut
selir linfei mengangguk dan sedikit senang kaisar masih peduli dengannya dan menyumpah serapahi weilang yang menangis hingga membuat rencananya gagal total
seketika xiaoyue menatap weilang serta bertanya tanya saat kaisar Lian tertawa puas sambil tos dengan weilang
"bagus anak ayah memang pintar berpura-pura hahaha"
"jadi dari tadi kalian berkerja sama?" tanya xiaoyue
kaisar Lian tersenyum dan weilang mengangguk
"kata ayahanda ayah akan memberikan hadiah pada aku bunda"
"oh apakah itu?" tanya xiaoyue penasaran
__ADS_1
"kata ayah ayah akan menikahkan adik denganku, supaya kita bisa bermain terus" ucapnya polos
kaisar Lian mendapatkan lirikan tajam dari xiaoyue
dan kaisar Lian terkekeh sambil mengedipkan matanya serta berbisik
"tunggu aku nanti malam"
lalu kaisar Lian menyerahkan weilang kepada xiaoyue sambil melangkahkan kakinya untuk menemui selir linfei
.
.
.
.
. halo -_-
semangat ya puasanya bagi yang agama Islam, semoga amal ibadahnya diterima oleh tuhan amin
.
.
.
__ADS_1