Selir Xiao Yue

Selir Xiao Yue
kediaman peonik


__ADS_3

acara jamuan telah selesai kaisar Lian mengantar xiaoyue kekediaman nya yang baru khusus permaisuri


xiaoyue di buat takjub dengan kediaman peonik ini, bagaimana tidak kediaman peonik adalah kediaman termegah kedua setelah kediaman naga milik kaisar Lian


tapi menurut xiaoyue ini adalah yang paling cantik dari semuanya karena kediaman naga cuma berkesan mewah dengan barang barang mahal tapi tidak dengan kediaman peonik, kediaman ini damai dan tentram apalagi bunga mawar yang menghiasi taman dengan berbagai warna tersusun rapi


tak lupa pohon persik sebagai pelengkap keindahannya


di kolam terdapat bunga teratai menghiasi kolam yang nampak indah


sungguh xiaoyue terpesona dengan kediaman peonik


dari luar sudah menampakkan bagaimana indahnya kediaman ini kaisar Lian yang melihat xiaoyue tersenyum ikut tersenyum juga "tidak sia sia aku mengubah kediaman ini hehehe'" ucapnya pelan tapi kedengaran oleh Zhou yuan


Zhou yang mendengar perkataan kaisar Lian menatap sinis 'huh aku yang banting tulang merombak kediaman ini bersama anak buah ku dan pria ini mengakuinya hanya karena menyuruh sajah padahal selama dua Minggu ini tak pernah lepas dari permaisuri' tapi zhou hanya protes dalam hati


"kau mendapatkan bonus dari ku" ucap kaisar Lian membuyarkan lamunan Zhou di alam bebas


"benarkah aku tidak salah dengar yang mulia?" tanya zhou semangat tidak sabar


"khem" kaisar Lian tersenyum lebar


melihat senyum kaisar Lian mendadak Zhou salah tingkah sekaligus waspada 'kenapa aku tiba tiba ada yang tak beres yah' ucap Zhou di benaknya


"ah yang mulia sebaiknya jangan hamba ikhlas" Zhou berucap dengan senyum paksa


"ya sayang sekali padahal aku ingin sekali memberikan hadiah libur untuk mu" kaisar Lian masih dengan senyum menyeringai


"ah yang mulia kalau itu hamba mau yang mulia" Zhou bersemangat


"tapi"


"yang mulia hamba mau"


"tapi kau sudah menolaknya"

__ADS_1


Zhou lemas seketika


"ah yaudah aku kasih hadiah"


Zhou menatap kaisar Lian semangat


"kamu akan mengurus pangeran Wei lang sebagai hari libur mu" kaisar Lian tergelak dengan ekspresi zhou


'gila masak jendral muda ini selain jadi pengawal pribadi juga harus jadi pengasuh mau di tarok dimana ni wajah, emang sih aku ingin berada di dekat para pangeran tapi tidak dengan pengasuh bukan? ini sungguh meremehkan dan mempertanyakannya keperjakaan ku huhuhu' Zhou menangis di benaknya


"yang mulia aku tidak usah kasih hadiah deh" lemas Zhou


kaisar Lian menatap tajam Zhou dan berucap


"perbatasan"


satu kata itu sukses membuat zhou lemas seketika dan menerima hadiah tersebut yang sebenarnya bukan hadiah


Zhou mengambil wei lan dari genggaman xiaoyue dan menggendongnya


"jagoan ikut kakak yah"


Zhou menatap tajam Wei lan


"heh jagoan aku ini ganteng sejagat raya dan kamu bilang tua" protes Zhou yang memang beberapa hari ini mereka berdua bagai tikus dan kucing sering adu mulut dan sang kaisar Lian tukang ngompor


"heh kalau ganteng tak mungkin lajang yah"


"siapa bilang kakak ganteng ini lajang?"


"ayah" ucap polos Wei lan


Zhou menatap kaisar Lian tajam sedangkan yang di tatap tergelak sambil berucap perbatasan


mendengar itu nyali Zhou menciut

__ADS_1


"emang kamu tau artinya lajang?"


Wei lan geleng-geleng dan membuat Zhou legah


"jagoan kita pergi main yah"


"Hem tidak mau,.aku mau dengan bunda" rengek weilan


"jagoan nanti ayah dan bunda lagi ada urusan jadi jagoan ikut kakak yah"


"paman" ralat weilan


"ya ya paman" pasrah Zhou


"ada satu sarat"


"apa?"


"weilan ingin bermain kuda kudaan"


"baik ka eh paman ambil kuda"


"tidak mau aku mau paman jadi kudanya" lagi lagi Zhou hanya bisa pasrah menjadi keusilan dari Wei lan dan membawa weilan pergi dari sana meninggalkan kaisar Lian dan xiaoyue berdua


sedangkan kaisar Lian yang melihatnya tertawa terbahak bahak sedangkan xiaoyue menatap polos atas keusilan kaisar lian


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


. janganlupa vote ya please -_-


__ADS_2