
beberapa saat kemudian putra mahkota mo Lian menatap kearah ramuan penghapus ingatan setelah mengalami ujian
dia menimang nimang antara menghapus atau tidak kenangan bersama xiaoyue
Lian terus menatap ramuan penghapus ingatan dan hendak meminumnya
tapi tangannya terhenti saat mendengar seseorang mengomel di luar kediamannya
.
.
.
.
.
.
di luar kediaman putra mahkota
"dasar kau dewa takdir, aku ini sepupu putra mahkota dan keponakan yang mulia kaisar, aku ini sangat tampan dan berwibawa bagaimana bisa aku mengejar ngejar seorang gadis dengan tak tau malunya" seseorang mengejar dewa takdir sambil mengomel
"ampun pangeran aku sudah menulis bahwa pangeran hanya mengabdi kepada yang mulia putra mahkota sampai akhir hidupnya tapi" dewa takdir beralasan
"tapi kenapa hah?" tanyanya tak sabar sambil menendang bokongnya
"yang mulia putri menyelinap dan mengganti alur cerita nya supaya yang mulia pangeran mengejar ngejarnya dan hidup saling mencintai dan menikah" jelas dewa takdir mengelus elus bokong nya
__ADS_1
"dasar gadis kecil itu tidak bosan bosannya mengejar ku, ah tunggu tadi kau bilang hidup saling mencintai dan menikah, lalu kenapa kita tidak menikah?" tanyanya bingung karena alurnya beda
"itu adik sepupu anda yang mengubahnya" ucapnya takut takut
"lang'er?" tanyanya penasaran
dan dewa takdir mengangguk
"dan lagi aku ingat saat aku menjadi pengawal nya kaisar Lian up salah putra mahkota selalu menendang bokong ku, itu ulah siapa?" geramnya karena seingatnya dia selalu menjadi bulan bulanan kaisar Lian
"itu" dengan perasaan takut takut dewa takdir kabur kucar kacir
dan itu membuktikan dewa takdirnya yang berulah "dasar"
ya yang berdebat di luar kediaman adalah Zhou Yuan yang telah kembali dari alam fana ke dunia abadi, dia sangat ingin perhitungan kepada dewa takdir setelah membuat cerita cerita mengenaskan yang tidak ada di perjanjian kala itu, karena sebelum Zhou di lempar untuk menemani putra mahkota didalam perjanjian dia di janjikan dengan hidup damai tanpa beban dan kesialan tapi nyatanya dia selalu mendapatkan kesialan.
sebenarnya nama asli Zhou adalah mo fen Zhou, entah kebetulan entah disengaja dia ditemukan oleh keluarga yang bermarga zhou dan di beri nama Zhou Yuan, banyak yang memanggil yuan padanya hanya kaisar Lian yang memanggilnya Zhou
"pangeran zhou, lili datang" teriaknya
dengan langkah seribu Zhou langsung masuk kekediaman putra mahkota untuk bersembunyi
Zhou sibuk mencari tempat sembunyi sampai tidak menyadari seseorang yang menatapnya tajam.
merasa pundaknya merasakan hawa dingin dengan perlahan Zhou membalik kan badannya.
dengan canggung zhou menyapa putra mahkota Lian "khem yang mulia Hem maksudku sepupu" sapanya sopan sekaligus canggung
mata Zhou melirik kearah tangan Lian, matanya terbelalak "jangan meminumnya" serunya saat sadar apa yang di pegang Lian
__ADS_1
Lian menatap sendu pada Zhou "aku harus bagaimana?"
pertanyaan Lian dan ekspresi senduh Lian membuat Zhou tertegun karena ini pertama kalinya melihat Lian merubah raut wajahnya.
Zhou kembali sadar dan menghelah nafas dia berusaha memberi perhatian
"apa kau melupakan anak anakmu? jika kau memilih meminumnya kau akan melupakan anakmu, dan dia akan kehilangan kasih sayang antara ayah dan ibundanya, mereka akan hidup seperti tidak mempunyai orang tua sama sekali" jelas Zhou
mendengar itu Lian kembali dari akal sehatnya dia tak seharusnya meminum ramuan ini hanya karena rasa bersalah nya pada xiaoyue, dia masih mempunyai tanggungjawab membesarkan kedua anaknya dengan bahagia
"dimana mereka?"
"mereka lagi istirahat, kau temuin saat mereka bangun sajah"
percakapan mereka terhenti saat mendengar seorang perempuan berteriak mencari Zhou
"gawat siaga satu, Lian ku harap kau jangan memberitahukan keberadaan ku kepada sepupumu itu" Zhou mengancam sambil memperlihatkan tusuk rambut yang dibawanya dan pergi mencari tempat persembunyian
melihat itu Lian tersenyum tipis tipis sekali
saat melihat Zhou ketakutan padahal seingatnya di dunia fana dia selalu mengejar ngejar lili sepupunya.
"huh demi tusuk rambut"
.
.
.
__ADS_1
.
.