Selir Xiao Yue

Selir Xiao Yue
kesedihan kaisar lian


__ADS_3

"tangkap wanita ini dan seret kedalam penjara" Zhou memerintah


"baik"


ayah xiaoyue benar benar sedih hanya bisa berharap anaknya selamat


"yue'r"


kedua kakak xiaoyue juga sedih tapi di tahan


"semoga kau baik baik sajah dik" batin mereka berdua


mereka semuanya kembali ke istana dengan sedih walau tidak bisa menyelamatkan semuanya setidaknya kaisar dan kedua putra putri mahkota baik baik sajah


.


...


.


.


.


hari hari berlalu dan kini sudah memasuki hari ketiga, kaisar Lian bangun dari komanya, ya kaisar Lian koma karena kesedihan yang mendalam membuatnya frustasi


tapi berkat kedua anak anaknya kaisar Lian bangkit dari tidurnya.


kaisar Lian bangkit dari kediamannya kekediaman peonik, kaisar Lian merebahkan dirinya di kasur hangat yang sering di tidurin xiaoyue, kaisar Lian menangis dalam diam


"yue'r, aku aku sangat sangat mencintaimu ku harap kau baik baik sajah" kaisar Lian meneteskan air matanya


ekor matanya melirik sapu tangan bernoda dara kering di ujung laci yang terbuka


perlahan kaisar Lian mendekat kearah tempat itu dan menemukan surat dari xiaoyue, perlahan dia membuka dan membacanya dengan perlahan


(salam kepada seseorang yang menemukan surat ini kumohon kasih kepada yang mulia kaisar) bagian luar dari surat


***ketika kamu sudah membaca surat ini mungkin aku sudah tidak ada di samping kamu, ku mohon jangan bersedih berbagilah dengan kedua anak kita fang'er dan hua'er


hiduplah dengan bahagia


aku sangat mencintaimu

__ADS_1


.


dari istrimu xiaoyue***


kaisar Lian menutup surat itu dan beralih kepada kotak yang dililit pita.


kaisar Lian membukanya alangkah kagetnya kaisar Lian saat melihat tusuk rambutnya dulu yang dikasih kepada seseorang yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kali, dirinya tidak menyangkah ternyata istrinya adalah cinta pertama nya selama ini.


kaisar Lian membaca surat kedua


***khem sebenarnya aku melupakan kejadian itu saat kita bertemu untuk pertama kalinya,


saat kita bertemu untuk kedua kalinya aku hanya merasa kau tidak asing Ian tapi aku baru mengingat kejadian itu saat aku menatap wajah si kecil fang'er


dan sekarang aku kembalikan kepadamu semoga kau menjaganya dengan baik


dari teman masa kecilmu xiaoyue***


kaisar kembali bersedih membaca surat itu


"yue'r"


huk huk huk batuk batuk darah


"sepertinya racun ini kembali bereaksi" ucap kaisar Lian


"dan kita tidak mempunyai penawar" ucap Zhou


"hanya selir agung yang mengetahui nya karena dia yang membuatnya tapi kau sudah menghukum mati" imbuh Zhou kepada kaisar Lian


"lebih baik mati dari pada jadi boneka hidup darinya"


Zhou mengangguk karena dia tahu selir agung tidak akan memberikan obat penawar penuh tapi hanya obat penawar sementara


"aku merasa umurku sudah tak lama lagi" tutur kaisar Lian


"dan penerus kekaisaran masih bayi" imbuhnya lagi


"Zhou siapkan tintah dan kertas untukku"


Zhou tidak bertanya apa-apa lagi hanya menurut perintah


kaisar Lian menulis titah kepada penerusnya nanti untuk menggantikan posisi kaisar lalu menyetempelkan nya.

__ADS_1


"aku sudah menulis penerus ku dan itu anak kedua laki laki dari adik ku dari kekaisaran tengah sebagai penerus ku"


"yang mulia kenapa tidak dengan anak yang mulia atau weilang?" Zhou sungguh kebingungan


"aku bermimpi kita semua berada di tempat yang sangat indah dan mewah, hari di mana aku pergi kalian akan mengikutiku, aku juga bingung mimpi itu terasa seperti nyata dan seperti aku sudah tinggal disana beberapa lama" jelas kaisar Lian


Zhou semakin kebingungan dengan ucapan kaisar Lian


huk huk huk kaisar langsung lemas dan kembali berbaring di kasur sang istri dia tersenyum 'semoga kita ketemu lagi' dia memegang erat rusuk rambutnya


nafas kaisar Lian memburu


zhou semakin lemas karena tau umur sahabat sudah tak lama lagi


kaisar Lian menghembuskan nafas terakhirnya, tapi tak lama cahaya bulat keluar dari tubuh Lian membuat tubuh Lian menyatuh dengan cahaya itu, meninggalkan tusuk rambut terletak di ranjang


kepala Zhou terasa sangat pusing ingatan ingatan masuk tanpa permisi


ketika rasa sakitnya hilang Zhou seperti orang berbeda dia tiba-tiba menghelah nafas


"ternyata tugas ku sudah selesai saatnya kembali ke istana langit, tapi sebelum itu aku harus memberikan titah ini kepada Mentri dan membawa pangeran dan putri ke isatana langit juga, dan si kecil tengik itu Lang kenapa dia juga di sini"


Zhou sangat kesal ternyata pangeran kecil weilang yang selalu mengusiknya ternyata adiknya di dunia abadi


Zhou tidak seduh lagi karena tahu pasti kaisar Lian baik baik sajah


"selamat berjumpa lagi putra mahkota ujian mu sangat menyedihkan ternyata" ucap Zhou pelan lalu menghilang


.


.


.


.


.salam hangat eh tenang dulu ini belum ending cuma ending di bab 1 dan sekarang menuju ke bab 2


.


.


.ayo dukung sebanyak banyaknya hehe

__ADS_1


__ADS_2