
semenjak xiaoyue bangun dari tidurnya, kaisar Lian selalu berada disisi xiaoyue walau masih di abaikan oleh xiaoyue.
sesekali kaisar Lian mengunjungi kedua anak kembarnya
sebenarnya xiaoyue merasa tidak tega kepada suaminya kaisar Lian dan kepeduliannya karena xiaoyue sadar semakin hari kondisinya makin melemah mungkin hidupnya sudah tidak lama lagi
xiaoyue yang merasa tidak tega kepada suaminya dan tidak ingin suaminya mengetahui rasa sakitnya, xiaoyue memilih mengabaikan pelakuan kaisar Lian padanya dia hanya ingin kaisar Lian tidak merasa sakit saat melihat kepergiannya
sesekali xiaoyue sengaja mendekatkan kaisar Lian pada selir Anxixi secara sengaja walau sebenarnya hatinya sakit melihat keakraban kaisar Lian pada selir Anxixi, tapi xiaoyue tidak bisa berbuat apa-apa karena ini demi anaknya dan suaminya Lian, dia tidak ingin suaminya terpuruk jadi xiaoyue selalu menghindar dari kaisar Lian dengan ucapan ucapan kasarnya berharap kaisar membencinya
tapi yang tidak diketahui xiaoyue adalah kedekatan kaisar Lian dengan selir anxixi hanya sebatas teman tidak lebih
mereka selalu membahas bagaimana menjinakkan xiaoyue, mereka masih berpikir bahwa xiaoyue marah pada kaisar Lian.
tanpa curiga bahwa xiaoyue semakin melemah setiap harinya
xiaoyue juga sangat ingin selalu mengendong kedua bayinya tapi diurungkan, dia hanya menggendong bayinya saat menyusui keduanya karena xiaoyue tak ingin secara tak sengaja mencelakai kedua anaknya
.
.
.
.
.
huk huk xiaoyue batuk darah
"racun" ucapnya "selir agung masih berulah" lanjutnya lagi
xiaoyue tersenyum "setidaknya aku beruntung masih melihat kedua anak ku" xiaoyue meneteskan air matanya "semoga anak ku selalu aman disisi selir Anxixi dan Lian"
"huk" xiaoyue mengelap mulutnya dan menyembunyikan saputangannya di dalam laci miliknya dan menulis surat perpisahan pada kaisar Lian dan juga ingin menyimpan kedalam laci
__ADS_1
tapi sebelum itu
ekor matanya menatap bingung kepada kertas yang tertata rapi dan ada sedikit noda darah dari surat misterius itu
deg deh deg entah kenapa hati xiaoyue tiba-tiba resah bercampur khawatir
xiaoyue dengan pelan membuka surat itu deg, air matanya lolos begitu sajah
"tidak" teriaknya frustasi
"tidak lian dan anakku harus baik baik sajah" teriaknya lagi
"agggghhhhh" xiaoyue membanting vas frustrasi
"yang mulia" teriak Zhou dari luar kediaman
"nona" yin nangis tersedu seduh, berharap nonanya mengijinkan masuk
"cepat masuk cepat" perintah xiaoyue
xiaoyue yang tak bisa berkata apa-apa hanya memberikan surat itu pada Zhou
mata Zhou terbelalak melihat isi surat misterius itu yang menunjukkan kaisar Lian dan kedua anaknya di culik
"apa yang harus aku lakukan? huk" secara tak sengaja xiaoyue terbatuk di depan keduanya
dengan segera xiaoyue menyembunyikannya sapu tangannya tapi terlambat keduanya telah menyadari itu
"nona/ permaisuri Kita panggil tabib"
lagi-lagi xiaoyue senyum tidak perluh
"permaisuri ini apa sudah lama?" xiaoyue terdiam mendengar pertanyaan Zhou
"dan ini alasan nona menyuruh kami jangan masuk tanpa izin, padahal dari dulu nona tidak mempermasalahkan nya kalau itu aku"
__ADS_1
".........."
"dan ini juga alasan permaisuri membuat kaisar marah dan selalu menghindar darinya dan mendekatkannya dengan selir Anxixi" Zhou ikut menimpali
"........."
dengan terdiam nya xiaoyue sudah cukup membuktikan ucapan mereka berdua benar
keduanya menghela nafas
"jangan pedulikan aku itu sudah sangat terlambat huk, huh yang harus kita pikirkan keselamatan kaisar Lian dan kedua anakku"
"zhou kirimkan orang untuk menyelamatkan selir Anxixi, aku yakin dia sedang kesulitan"
"baik" Zhou menyetujui tanpa bertanya lalu menyuruh anak buahnya
"aku akan pergi ke hutan terlarang sekarang" ucap xiaoyue tegas
"jangan gegabah dari surat yang ada, aku yakin mereka tidak mengincar nyawa kaisar dan kedua pangeran dan putri melainkan nyawamu" jelas zhou saat melihat di surat dia menyuruh xiaoyue pergi sendirian
"dan disana terdapat mata air dewa Dewi jika terjatuh kesana tidak akan hidup dan berekarnasi kecuali orang itu adalah dewidewa " jelas zhou membuat Xiaoyue Paham
"selir agung" xiaoyue menghelah nafas
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
-_- -_- -_-