
Lian dengan muka datarnya menghampiri kedua orangtuanya dan anak-anaknya.
"salam ayahanda, ibunda" ucap Lian sambil membungkuk hormat
kaisar menatap anaknya lalu mengangguk
"anak anakmu sangat cantik dan ganteng apa kau sudah menyiapkan nama untuknya?"
Lian terdiam mengamati anaknya yang tampak anteng di gendongan kedua orangtuanya, Lian terdiam mengingat nama yang di sampaikan selir an xixi dari permaisurinya, perlahan Lian mengangguk
"yang laki laki namanya mo Li fang,. perempuan mo Li hua" ucap Lian tenang
"mereka tidak mempunyai ibu secepatnya kamu mencarikan ibu untuk mereka" ucap ibunda Li atau ratu istana langit
"kenapa harus mencarinya lagi?, anak kita kan telah mempunyai tunangan semenjak bayi" bantah kaisar langit
"Aiya aku lupa sayang"
"ibunda ayahanda bisakah pertunangan itu di batalkan" Lian berucap hati hati
kaisar dan ratu menoleh kepada Lian
"kenapa? bukannya selama ini kamu terima terima sajah nak?" tanya ibu ratu
"sekarang kondisinya beda, sekarang aku mempunyai dua anak, apa mereka akan memakluminya" alasan Lian padahal dirinya belum siap menikah dengan siapapun kecuali xiaoyue, yang tidak diketahui Lian adalah tunangannya adalah xiaoyue atau liyue karena mereka dari dulu tidak pernah bertatap muka sama sekali.
"mereka pasti memakluminya anakku"
"tapi ibu"
"jangan membantah, setidaknya kamu bertemu dulu dengan tunangan mu baru memutuskan melanjutkan atau membatalkan" kaisar kali ini menengahi perdebatan anak dan istrinya.
"baiklah ayahanda, kapan aku menemuinya?"
"ayah akan mengatur itu semua dengan ratu rubah, kamu tunggulah kabar dari ayah"
"huh baiklah ayah, aku titip anak anak pada ayahanda dan ibunda soalnya aku ingin memulihkan diri" pasrah Lian lalu mencium kedua putra putrinya dan berlalu pergi di ikuti Zhou di belakang yang dari tadi diam menyimak.
.
.
.
__ADS_1
.
.
beberapa hari berlalu di istana rubah kedatangan surat dari istana langit tentang isinya untuk mempertemukan putra dan putrinya secara langsung.
ratu rubah menyetujuinya lalu membalas surat dari istana langit untuk mempertemukan mereka di saat festival musim gugur tiba di istana langit Minggu depan
ratu rubah bergegas menulis surat, menyampaikan rencananya pada liyue karena liyue berada di hutan persik bersama kakak pertama nya dan kakak kelimanya.
liyue yang mendapatkan surat dari ibunya membuka dengan santai, lalu matanya terbuka lebar saat membaca isi dari surat ibunya
dengan cemberut liyue hanya membalas satu kata ya dari keselnya
kedua kakaknya saling pandang melihat adiknya yang tiba-tiba murung
"ada apa?" tanya Li tang yang melihat ekspresi adiknya
"kakak apa aku harus menemui putra mahkota di festival musim gugur?" tanyanya cemberut
"kenapa tidak? dia kan tunangan mu"
"cih, kenapa juga aku harus di jodohkan, kenapa kakak pertama ajah yang di jodohkan, lagian kakak pertama belum menikah" bantah liyue sambil meledek kakaknya
"lagian kakak pertama kapan menikah nya? kakak kedua dan ketiga sudah memberikan ku keponakan kenapa kakak tidak?" ejek liyue
"bisa-bisanya kau meledek kakak mu sendiri" sambil menyentil dahi liyue
"biarin, ah eh apa kakak tidak tertarik dengan wanita? apa kakak mau dengan putra mahkota Lian? dan setahuku kata pelayan kakak pertama pernah berbincang akrab dengannya, apa kakak menyukainya?"
"sembarangan, walau kakak belum menikah belum berarti kakak tidak menyukai wanita" elaknya dan tak habis pikir dengan pola pikir adiknya dan menuduhnya
"kakak kalau iya aku relah menyerahkan pada kakak" ucapnya se deramatis mungkin
lalu tertawa terbahak-bahak
"enak ajah" bantah Litang
liyun yang melihat perdepatan kakak dan adiknya hanya diam sajah sambil menikmati minuman arak nya.
"aku bosan bagaimana kalau kita berjalan jalan ke alam fana?" ajak liyun
"kakak kelima kau selalu bermain ke alam fana kebiasaan" olok liyue
__ADS_1
"huh aku hanya bosan bagaimana apa kita ke alam fana? ah kenapa aku baru ingat aku pernah bertemu dengan seseorang yang mirip denganmu tapi dia hanya manusia biasa" ucap liyun sambil mengingat ingat
"benarkah ada orang yang mirip denganku dan dia manusia?" tanya liyue
"Hem, karena aku tidak melihat aroma keabadian di orang itu dan itu bertepatan dengan kamu menghilang entah kemana" jelas liyun
"ah kak itu hanya orang yang mirip, belum tentu aku kan?"
"ya kau benar"
"emang saat apa kakak bertemu dengannya?" tanya liyue penasaran
"saat kakak mencarimu, awalnya kakak mengira dirimu tapi karena tidak mencium aroma abadi jadi kakak mengabaikannya, waktu itu kalau gak salah dia sedang mengejar ngejar pencuri sambil menyeret seorang pria, mereka berdua memakai cadar"
"kalau orang itu Makai cadar bagaimana kakak tau dia mirip dengan ku" tanya liyue
"itu tanpa sengaja kami bertatap mata dengannya, karena gugup ketahuan aku membuat dia tersandung, lalu aku buru buru kabur dari sana" jelas liyun
"hahahaha ada-ada sajah kau kakak kelima"
"sudahlah jangan mengejekku tapi setelah itu aku tidak bertemu dengannya lagi"
"sudah sudah jangan berdebat lagi" Litang menengahi
"bagaimana kita jadi ke alam fana tidak?" ajak liyun
"aku tidak ikut, kakak harus menambah ramuan ramuan lagi persediaan sudah menipis" tolak Litang
"adik kayaknya kita hanya bisa berdua" ajak liyun
"baiklah, setidaknya sebelum ke perguruan aku bisa bermain main dengan kakak kelima" liyue beranjak dari kursinya
"baik ayo" mereka berdua hilang dari pandangan.
.
.
.
.
.maaf author lama update hehehe
__ADS_1