Selir Xiao Yue

Selir Xiao Yue
festival musim gugur


__ADS_3

saat sampai di alam fana, liyue dan liyun melihat lihat sekeliling


liyue merasa aneh saat sampai ke pasar tempat mereka singgahi


"kamu kenapa?"


"entahlah, aku merasa sedikit tidak nyaman dan pusing di kepalaku, seperti ada sesuatu yang di lupakan oleh ku di sini"


"yaudah kalau begitu kita pulang"


"em"


.


.


.


.


.


.


tujuh hari berlalu festival musim gugur tiba


"Yue bangun" Litang membangunkan adiknya yang sedang tidur


"ada apa kak?" liyue menggeliat malas untuk bangun


"cepatlah bersiap, apa kau lupa sekarang kita akan datang ke festival musim gugur" berusaha membangunkan adiknya


"malas, kakak ajah sana"


"kamu mau kakak gantiin kamu ketemu dengan tunangan kamu?, tapi maaf kakak masih normal" canda Litang sambil terkekeh


liyue bangun dengan mata terpejam dan bibir mengerucut sampai tak sadar kakinya tersandung dan jatuh kelantai Litang yang melihatnya tertawa terbahak-bahak


"aduh"


"kepalaku" liyue mengelus ngelus kepalanya kesel sambil memandang litang yang tertawa terbahak-bahak.


"aduh liyue hahaha kamu ada ada ajah, jalan lihat lihat jangan tidur hhh" litang tertawa terbahak lagi tidak menyadari bahaya menghampirinya


alas kaki liyue sudah mendarat tepat di kepalanya


"aduh" litang meringis

__ADS_1


"makanya kalau ngejek orang buka matanya dan tetap waspada untung hanya sepatu yang mendarat di kepalanya kalau pedang sudah terpisah kepalanya" liyue balas mencemooh litang


"liyue awas kau, sini sini" Litang dan liyue tertawa terbahak-bahak dan saling kejar kejaran


"sudah capek-capek kak ampun" liyue memelas


"hah baiklah baiklah dan sekarang cepetlah mandi kau akan bertemu dengan calon suami mu" Litang mengibas ngibaskan tangannya mengusir


liyue mendengus dan membalikkan badannya


"ah tunggu"


"apa lagi" liyue sedikit emosi


Litang mendekat keadiknya, tangannya memegang benjolan yang memerah didahi liyue sambil menahan tawanya


"ada apa sih? awww" liyue menjerit


"ada apa dengan wajahku?" liyue panik


"Aiya adik bagaimana kau akan ketemu dengan calon suamimu jika wajahmu begini" Litang lebih panik


kepanikan liyue berhenti saat mendengar calon suami, di benaknya dan otak jahilnya mencernah sesuatu, tiba tiba liyue tertawa cekikikan 'ah aku punya ide' liyue tersenyum memikirkan rencananya untuk mengacaukan pertemuannya dengan putra mahkota.


"Aiya kakak aku harus mandi terlebih dahulu" liyue berbegas menghindari Litang karena Litang hendak mengobati luka liyue.


"tapi adik"


"ah sudahlah"


.


.


.


liyue membersihkan dirinya setelah selesai dia mengambil pakaian kesukaannya, baju has laki laki warna hitam dengan les biru tidak lupa dengan gambar ruba yang selalu menjadi ciri hasnya.


liyue tersenyum sendiri melihat dirinya dipantulan cermin dihadapannya


'Hem sempurna'


liyue keluar dari kamarnya dan bertemu Litang dan liyun yang sudah menunggu di luar kediaman sambil tersenyum dengan kipas ruba yang berada di tangannya


"selamat pagi kakak kakakku" sapa liyue dengan wajah cerianya


bukannya menjawab liyun dan Litang mendelik melihat apa yang di pakai liyue

__ADS_1


"astaga adik kau ini mau ketemu dengan calon suami, ingat calon suami bukan calon istri" litang mengomel


"kakak pertama benar adik gantilah" liyun menambahi


"Aiya Kakak apa yang salah dengan ini" liyue membalik balikkan badannya


"tetap cantik kok" tambahnya


Litang dan liyun menepuk dahinya frustasi melihat sikap acuh tak acuh adiknya.


"dan itu lagi kenapa belum di sembuhkan dahinya hah?"


"ah maaf kakak nanti juga sembuh sendiri"


"adik gantilah pakaianmu"


"tidak mau"


"adik"


"kalau tidak mau ya tidak mau" jawab liyue acuh dengan bibir mengerucut


kedua kakaknya pun tidak bisa membujuk lagi dan hanya bisa menghela nafas pasrah


melihat itu liyue hanya bisa tersenyum canggung dan menenangkan kakaknya


"kakak tenang ajah aku sudah menyiapkan baju ganti untuk pertemuan nanti"


mendengary itu kedua kakaknya menghela nafas legah dan berlalu meninggalkan liyue di belakang


mereka tidak tau ajah liyue sedang senyum senyum sendiri di belakangnya yang siap bereaksi


'kita lihat sajah nanti, yang aku haruskan pokoknya kakak tidak boleh melihat aku bertemu dengan putra mahkota, bisa mati nanti aku jika ketahuan, menggagalkan rencana ini' liyue membatin sambil memikirkan sebuah rencana di otaknya


.


.


.


.


.


.halo para pecinta novel selir xiaoyue mohon dukungannya ya supaya author tambah semangat berkarya


mohon like komen semangatnya ya

__ADS_1


dan juga votenya bagi yang ikhlas


ah iya author nanti akan bagi poin sekitar jam 12 ya jadi jika mau poin bergabunglah hehe


__ADS_2