
"yue'r" kaisar lian memandang sekeliling dia mendapati dirinya dalam kondisi diikat dan kedua anaknya ada di genggaman selir agung
kaisar Lian sok apa yang di takutkan sekarang terjadi juga ini salahnya,
kaisar Lian berusaha melepaskan ikatannya dari kursinya tapi nihil ikatannya terlalu kencang
kaisar Lian memandang xiaoyue intens, tak ayal air matanya jatuh dari pelupuk matanya tanpa di undang
kaisar Lian menatap punggung selir agung tajam, dirinya sudah sadar sekarang, sudah tak seharusnya tidak selalu Mandang masa lalu dan merasa bersalah sama kakaknya untuk melindungi selir agung untuk permintaan terakhirnya
sekarang yang harus diutamakan istri dan anak-anaknya yang dicintainya.
tapi penyesalan tetap penyesalan sekarang dirinya sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi
kaisar Lian menangis melihat penderitaan istrinya, saat melihat istrinya terjatuh hatinya terasa di tusuk oleh ribuan pedang.
kaisar Lian ingin sekali mencapai istrinya tapi dengan kondisinya yang diikat sekarang dia hanya bisa meronta tinta berharap talinya longgar.
tapi bukannya longgar dia jatuh bersama kursinya dengan posisi terkurap
tak pantang semangat sedikit demi sedikit kaisar Lian mulai bergerak walau terasa berjalan di tempat kaisar Lian tak pantang menyerah.
"yue'r"
"Lian" xiaoyue ikut menangis untuk menghampiri suaminya
selir agung tertawa jahat "haha haha sungguh suami istri yang sangat romantis dan bahagia" sindir selir agung
"berhenti kau Lian, jika panah ini tidak mau menusuk jantung istrimu" peringat selir agung menyerahkan bayi pada anak buah nya yang di pegang nya, lalu memegang busur mengarah pada xiaoyue.
"tidak" kaisar Lian langsung berhenti namun panah tetap di tembakan
untung panahnya meleset
"ah maaf tanganku licin" ucapnya tanpa bersalah sedikitpun
__ADS_1
"berengsek kau" kaisar Lian ingin menggapai selir agung dan menghajarnya
"kau mendekat jangan salah kan aku kau yang melanggar" selir agung menembakkan panah kedua
"ah tidak" kaisar Lian berteriak "yue'r"
xiaoyue hanya bisa pasrah karena tak bisa menghindar lagi tenaganya sudah habis dia tak bisa bergerak lagi
namun
seseorang memeluknya secara tiba-tiba
deg deg jantung xiaoyue berdetak dengan cepat, panah yang mengarah padanya telah di blokir oleh seseorang dengan nyawanya
xiaoyue berdetak detak dengan cepat tidak mungkinkan, tidak mungkin
xiaoyue memastikan siapa yang menolongnya, dan dugaannya benar yin lah yang mengorbankan hidupnya demi xiaoyue.
keduanya terduduk dengan yin berada di pangkuan xiaoyue "yin" ucapnya lirih
yin meraih pipi xiaoyue dan mengelusnya "hiduplah dengan baik huk huk" darah keluar dari mulut yin karena selain panahnya tertuju pada jantungnya, panahnya sudah di luluri racun.
yin hanya tersenyum lebar kepada xiaoyue "aaakku mintata maaf sesepertinya aaku lelah"
"tidak yin kau saudaraku, temanku sahabatku keluargaku kumohon jangan tinggalin aku"
xiaoyue menangis sejadi jadinya
kaisar Lian juga ikut menangis melihat istrinya begitu sangat menderita
"mamaaf" yin menjatuhkan tangannya dan memejamkan matanya
"tidak yin" teriak xiaoyue menangis terseduh seduh dan menatap tajam selir agung
"Aiya jangan terlalu bersedih nanti kau juga akan menyusulnya ke alam baka" selir agung tertawa terbahak-bahak
__ADS_1
lalu menghampiri xiaoyue dan menunjuk sebelah kiri matanya sampai keluar darah
"ini balasannya Karena kau berani menatap tajam ke arahku"
"yue'r" tangis kaisar Lian menjadi-jadi melihat mata xiaoyue keluar darah
xiaoyue hanya bisa pasrah
"apa yang kau inginkan? asal kau membebaskan mereka bertiga, aku akan melakukan apapun" tanya xiaoyue pasrah
"hahaha kau melihat mata air disana?"
'jangan jangan itu air mata dewa Dewi yang di bilang zhou yang katanya tidak ada yang selamat dari air mata itu kecuali sang abadi atau dewa Dewi'
xiaoyue perlahan mengangguk
"loncatlah kesana" tanpa rasa bersalah sedikitpun
"tidak yue'r"
"loncat" perintah selir agung sambil tangannya memegang pisau kearah bayi bayi xiaoyue
xiaoyue pasrah dan mendekati air mata dewa Dewi. xiaoyue bisa melihat disana terdapat pusaran.
"yue'r"
mata xiaoyue terpejam dan
.
.
.
.
__ADS_1
.
.-_- -_-