
xiaoyue bersantai santai di kediamannya tiba-tiba "hachi hachi hachi"
"mungkin aku akan demam hachi"
"nona apa saya akan panggilkan tabib?"
"tidak usah yin lebih baik istirahat lebih awal mungkin juga nanti sembuh sendiri"
"yin tinggalkan aku sendiri,.aku ingin istirahat" imbuhnya lagi
"baik" yin keluar dari kamar xiaoyue
,,,,,,,,,.............,,,,,,,,
kaisar Lian senyum-senyum sendiri karena tak sabar akan mengerjai xiaoyue dia akan menunggu waktu yang sangat pas untuk mengganggunya mungkin tengah malam
malam semakin larut kaisar Lian dengan semangat mengendap-endap dan juga waspada takut ada yang melihat dirinya ke kediaman xiao Yue
sampai di kediaman xiaoyue kaisar Lian melihat xiaoyue tidur dengan damai tiba tiba tersenyum sambil menatap Xiaoyue, kaisar Lian berbaring di samping xiaoyue tangannya usil selalu menggangu tidur xiaoyue, hingga membuat xiaoyue bergerak dalam tidurnya mencari kenyamanan
'aku tidak nyangka ternyata kamu selalu ada di dekatku! , kalau di pikir pikir aku sangat bodoh, kenapa tidak sadar bahwa dirinya juga mempunyai istri banyak walau aku selalu menganggapnya selir pajangan sih, '
puas memandangi xiaoyue kaisar Lian ingin beranjak dari tempat tidurnya, tapi pergerakan tertahan saat tangan xiaoyue memeluknya dari belakang
tak ingin membuat Xiaoyue terbangun kaisar Lian diam menunggu xiaoyue melepas pelukannya
ditunggu tunggu namun pelukannya malah semakin erat dan tak sadar tertidur di kediaman xiaoyue
,,,,,,,,,.........,,,,,,,,
__ADS_1
...
keesokan harinya
"AAAAAAAaA em em em" xiaoyue berteriak dan di bekap oleh kaisar Lian
buru buru yin mengetuk dari luar dan bertanya dengan khawatir
"nona nona tidak apa apakan?" ucap yin cemas
"tolong jangan teriak" bisik kaisar Lian dan xiaoyue mengangguk
"tidak apa yin tadi aku ngigo, pergilah dulu"
"baik nona"
"kamu kamu kamu beraninya peluk peluk" marah nya pada kaisar Lian tapi nampak imut Dimata kaisar Lian
"ada apa kamu kemari? kalau aku ngomong pada yang mulia kaisar kamu akan di pegal"
"laporkan lah aku tidak takut" ucap kaisar Lian yang ingin menggoda xiaoyue
"kamu" dalam pikirannya dia harus melupakan Lian sehingga ada suatu ide yang terlintas di pikiran nya
"yaudah ada apa kau kemari?"
"aku ingin menagih janjimu"
"janji?" beo xiaoyue
__ADS_1
"ya janji ketika aku menang taruhan kamu akan di sisiku, walau aku masih tidak bisa menyingkirkan suamimu" ucapnya sedramatis mungkin
seketika xiaoyue mengingat janji konyol mereka berdua
"kamu jangan konyol Lian apakah kamu lupa bahwa kaisar belum mempunyai keturunan dan kamu ingin menyingkirkan nya? apa kamu gak kepikiran kalau membunuhnya akan membuat perang saudara, iaia kalau tak banyak korban, kalau banyak korban kekuatan kaisar ini melemah dan akan di bumi hanguskan oleh musuh-musuh kekaisaran ini, dan jangan lupa ia jika kamu berhasil jika tidak kamu juga akan terbunuh, jujur aku nyaman di dekatmu tapi aku tidak akan mendukungmu jika menyingkirkan kaisar walau aku tidak mengenalnya atau bertemu langsung gitu-gitu dia juga masih sah jadi suamiku, aku bukan tipe wanita yang berkhianat ya, tapi denger denger yang mulia itu tampan aku pasti berusaha menyukainya" marah xiaoyue menggebu-gebu
kaisar Lian hanya tersenyum mendengar xiaoyue memperhatikannya dan juga rakyatnya walau dia sendiri tak tau wajah suaminya sendiri,
terbayang bayang dia juga menyebutnya tampan walau dari orang lain tap kaisar Lian masih senang
"tampan?" menggoda xiaoyue
"ya sangat tampan" gugup xiaoyue
"bukannya kamu belum melihatnya?"
"tidak kok aku pernah melihatnya dia Tampan gagah perkasa dan kuat walau aku melihatnya dari belakang, kira-kira tingginya sepertimu" memuji-muji kaisar supaya Lian tak membahas tentang taruhan yang tak sadar yang di pujinya ada di depan mata
sedangkan kaisar lian sudah merah merona di puji xiaoyue
.
.
.
.
.
__ADS_1