
Lian sangat yakin bahwa yang ada di depannya adalah istrinya tapi dia tidak tau mengapa istrinya melupakannya.
ah Lian tiba tiba ingat dengan salah satu kebiasaan istrinya yang sangat menyukai makanan pedas dan tidak menyukai kacang kacangan
Lian dengan sengaja memesan makanan dari keduanya itu
"pelayan" panggil nya
tak lama pelayan datang menghampiri meja Lian dan liyue
"tuan tuan ingin memesan apa?"
"saya ingin pesan ini, ini dan ini masing masing dua porsi" ucap Lian
"baik, silahkan di tunggu tuan"
"khem"
.
.
.
.
"kalau boleh tau siapa nama tuan muda ini?" tanya Lian
"aku?" tanyanya menunjuk diri sendiri
"aku Li Li ah liang" ucap liyue berbohong dan itu tertangkap di mata tajam Lian
"liang?" 'apa mungkin dia liyue?' kalau benar aku tidak akan memutuskan pertunangan ini, Lian menyeringai
tak lama pelayan datang menghampiri meja mereka
"silahkan di nikmati tuan tuan" ucapnya genit dan mengedipkan matanya ke arah liyue dan menatap sinis Lian
liyue bergidik ngeri sedangkan Lian terkekeh dalam hati melihat ekspresi liyue, dia tidak memperdulikan tatapan sinis dari pelayan itu malahan dia ingin mengerjai liyue
Lian yang melihat pelayan itu semakin gencar menggoda liyue dia malah mengijinkan pelayan itu untuk duduk dan makan bersama-sama
Lian merasa tidak bersalah saat di tatap tajam oleh liyue masah bodo pikirnya.
pelayan itu dengan senang hati duduk di sebelah liyue sambil terus terusan merayunya
"ah tuan, mau saya ambilkan apa?" tanyanya genit
__ADS_1
pelayan itu tidak memperdulikan Lian yang sedang menahan tawanya sedangkan liyue merasa jijik,
'astaga andai dia tau kalau yang di rayunya adalah perempuan' pekik Lian dalam hati
'nih pelayan bikin aku kesal ajah,'
"gak usah saya bisa sendiri" ucapnya cuek
pelayan itu memasang wajah memelas membuat liyue muak
dan tanpa permisi pelayan itu menyuapi liyue dengan makanan makanan di depannya saat liyue lengah dan tanpa di sengaja makanan yang di suapi pelayan itu adalah kacang kacangan
wajah liyue berubah merah, tidak bukan memerah karena malu tapi memerah karena liyue alergi kacang kacangan.
dan sialnya Lian tidak tau itu dia hanya tau istrinya tidak menyukai kacang kacangan
Lian terkekeh melihat wajah liyue didalam pikiran nya pasti liyue malu begitu juga dengan pelayan yang menyuapinya
nafas liyue mulai memburu "ka kamu da dasar kurang ajar ah ini kacang" ah nafas liyue mulai tidak beraturan
Lian merasa tidak ada yang beres dan mulai mendekat kearah liyue alangkah kagetnya dia saat mendekat liyue terjatuh di pelukannya.
"hey hey bangun"
"dasar kurang ajar"
"kenapa kalian diam sajah cepat panggilkan tabib atau restoran ini tidak akan ada lagi" Lian berteriak histeris sambil menatap tajam pelayan itu
air mata Lian menetes tidak ingin kehilangan istrinya untuk kedua kalinya.
orang orang yang melihatnya menatap aneh dan Lian tidak memperdulikan itu semua
"cepat panggilkan tabib" teriak Lian sekali lagi
"ah sial kenapa aku tidak membawa prajurit"
Lian mengeram frustrasi
Lian panik mengambil liyue membawa keruang VVIP di restoran tersebut
menyuruh tabib datang keruangan itu secepatnya kalau tidak restoran ini akan rata dan tidak akan ada lagi kedepannya kali ini Lian menggunakan lencana indentitas nya sebagai orang kepercayaan putra mahkota Lian.
melihat itu kini pelayan tidak menganggap remeh kaya tadi,,, kini semua berlomba2 untuk mencari tabib demi kelangsungan hidup kedepannya
"kakak pertama Litang kau kah itu" tanya terbata bata dengan mata tertutup
alis Lian merajuk tidak salah lagi orang di depannya adalah liyue putri mahkota istana rubah karena tidak ada lagi anak perempuan di sana semuanya laki laki
__ADS_1
"kakak aku takut" nafasnya memburu
Lian melihatnya tambah frustasi
"cepat dimana tabib itu" Lian semakin emosi
semua orang gemetaran melihat orang kepercayaan putra mahkota marah
mereka takut kalau yang mereka pikir orang kepercayaan putra mahkota melapor kepada putra mahkota.
ah dan sialnya mereka tidak tau bahwa yang di depannya putra mahkota itu sendiri
salah satu pelayan datang terburu-buru sambil menarik seseorang
"tuan dialah tabib yang bisa membantu" ucapnya terengah-engah
"tunggu apa lagi cepat periksa" ucap Lian tanpa menoleh kebelakang
"yue'r" kata orang di belakangnya
Lian menoleh kebelakang
"Li tang?"
"Lian?"
"jangan tanya apa apa dulu cepat selamat kan dia" perintah Lian dengan hawatir
Litang menurut karena dia tidak ingin adiknya kenapa kenapa
semua orang di sana hawatir semoga tidak terjadi apa-apa
.
.
.
.
.
...
sory guys telat update ada halangan beberapa Minggu ini dan sinyal hilang hilangan jadi telat deh
.
__ADS_1
.
.hehehe sory