
Keyno berdecak kesal karena Agnes berlari meninggalkannya begitu saja, tentu saja hanya karena benda elektronik itu berbunyi. Seolah benda pipih itu lebih penting dari dirinya, dirinya yang nyata di depan Agnes, dirinya yang sedang mengisi sendok dengan makanan yang nantinya akan dia suapkan kepada Agnes.
"Nes..." Suara Naki memulai percakapan "Besok ada acara wedding, dan pemilik acara mempercayakan kita untuk mendekor ruangannya"
Belum sempat Agnes menjawab Keyno lebih dulu merebut ponsel itu dan mengatakan "Lanjutkan! Besok akan ku kirim tim!"
"Key..!!"
"Apa?" Keyno mendekat, "Aku takkan membiarkanmu pergi dengan kondisi bibir seperti ini" ucapnya kemudian.
Agnes mencebik, memikirkan kembali apa yang Keyno katakan, benar juga! Ah, tetap saja semua karena ulah Keyno, dia jadi tidak leluasa melakukan pekerjaannya dan Agnes tau Keyno untung besar jika seperti ini kejadiannya. Tak apa, bukankah Agnes juga menyukai jika bersama Keyno?
"Ayo makan lagi!" Ajaknya.
"Sudah cukup. Aku ingin menonton saja!" Agnes berjalan menuju ruang santai dengan layar besar berukuran papan tulis sementara Keyno membiarkan Agnes melakukan apa yang wanita itu mau, kemudian ia memilih berlalu menuju kamarnya.
Wanita berkaos putih itu menyalakan TV LED dan memutar film yang sudah berkali-kali ia tonton, sebenarnya Agnes tak sepenuhnya ingin menonton, Ia hanya mencari kegiatan lain untuk membuang suntuknya, dengan harapan berujung tidur. Ya, ini lah kebiasaan Agnes, ia akan tertidur ketika menonton, jadi jika dia mengalami Insomnia dia hanya perlu memutar Video atau menonton TV, mungkin karena seperti di dongengkan oleh suara-suara benda elektronik itu hingga ia terlelap dengan mudah.
Dia merebahkan diri di sofa dengan posisi telungkup sambil menonton film bertemakan princess tak lama kemudian matanya perlahan terpejam.
"Nes...!" Keyno mendekati Agnes setelah beberapa kali meneriakkan nama Agnes dan panggilan sayangnya dari kamar, karena tak ada jawaban Keyno memilih untuk melihat Agnes yang Ia sendiri sudah menduga bahwa wanitanya ini sudah tertidur.
"Hmm, kebiasaanmu sayang" Keyno berujar.
Keyno menatap miring Agnes sejenak, tersenyum tipis lalu meletakkan barang yang Ia cari selama di kamar tadi di meja, sebuah kotak kecil berhiaskan pita. Ruangan ini begitu temaram karena Agnes menutup tirai abu hingga menghalangi cahaya masuk, Ia hanya menyalakan lampu minim cahaya, tentu saja untuk mendukung suasana menontonnya. Keyno mendengus gemas, Ia lantas mendekati Agnes dan duduk disampingnya kemudian mengusap kepala Agnes dengan sayang. Mengawasi Agnes sedang tidur adalah hal yang paling Keyno sukai, apalagi kalau Agnes menggeliat ketika Keyno meniup wajahnya atau sekedar berbisik ditelinganya. Tapi kali ini Keyno tak melakukannya, Ia memilih berpindah dan turut merebahkan diri disamping Agnes dan memandangnya. Keyno tersenyum saat menatap wajah tenang Agnes, membelai rambut Agnes dan menyingkirkan anak rambut di sekitar wajahnya.
"Kau yang paling tahu betapa aku menyayangimu" lirih Keyno.
__ADS_1
Pria berkaos hitam dengan celana pendek rumahan itu memandang Agnes dengan kasih seolah tak ingin kehilangan wanita itu dalam hidupnya. Keyno juga akan melakukan apa saja untuk Agnesnya karena begitu besarnya cinta Keyno pada istrinya meskipun ia masih sering terlihat tidur dengan wanita lain. Tak apa, bukankah Agnes juga melakukan hal yang sama? tidur dengan pria lain.
"Key?" Agnes berucap lirih, berusaha membuka mata dan mengumpulkan kesadaran.
"Hm? Kenapa bangun?" Keyno bertanya, Ia masih saja mengusap pipi Agnes.
Agnes tak menjawab, Ia menggeliat sambil memasukkan kakinya ke bawah bantal dan Keyno sadar akan hal itu.
"Dingin?"
Agnes mengangguk, lalu menarik bantal kecil yang terletak tepat dikepalanya.
"Kemari lah" Ucap Keyno memberi pelukan dibawah selimut yang menutupi mereka. Pasangan ini saling mendekatkan tubuh masing-masing, saling memeluk dan berbagi kehangatan. Agnes suka menenggelamkan kepalanya di dada Keyno apalagi kalau Keyno sambil mengusap rambut dan membelainya. Keyno juga membiarkan kedua kaki Agnes terhimpit diantara betisnya untuk menjaga agar Agnes tetap hangat.
"Kau sangat dingin" Ucap Keyno "Aku akan menaikkan suhu ac untukmu"
"Key?"
"Hm?"
"Bisakah kau pertimbangkan lagi untuk memiliki---"
"Ssttt! Tidak" Keyno memotong ucapan Agnes, tampaknya ia mengerti kemana arah pembicaraan itu "Sudah ku katakan tidak akan, Kau lebih berarti dari apapun"
"Kau selalu tak bisa ditawar" Lirih Agnes.
"Aku selalu tak bisa melihatmu sakit, apalagi melihatmu berhenti bernafas!"
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan aku? Apa kau pikir aku bisa melihatmu mati? Bukankah lebih baik kita sama-sama merasakan kematian?"
Keyno terdiam, Ia tidak bisa membalas perkataan Agnes karena apa yang wanitanya ucapkan adalah kebenaran. Agnes kesakitan karena keegoisan Keyno meminta Agnes mencintainya, Dia ingin kisahnya seperti Jaka Tarub dan Wulan. Tapi nyatanya, Agnes terjebak dalam lingkaran cinta dan sayang Keyno yang lebih tepat dikatakan obsesi. Ya, pria itu melakukan apapun untuk mendapatkan Agnes, bahkan sesaat sebelum mendapatkan hati Agnes ia rela bertaruh nyawa. Seakan semesta mendukung niat hati Keyno, Agnes pun ternyata memiliki rasa yang sama pada Keyno, mencintai Keyno hingga ia mengorbankan apapun untuk lelakinya dan rela menanggung apapun yang terjadi di kemudian hari, kecuali satu. Ia ingin memiliki keturunan. Ini lah satu-satunya Nazar Agnes pada dunia, pada hidupnya. Ia ingin memiliki buah cinta, bukti cinta, bukti hidup antara kisahnya dan Keyno.
Tapi sampai saat ini Ia belum bisa meluluhkan hati Keyno, belum bisa mengalahkan keegoisan Keyno akan kecintaannya pada Agnes.
"Jangan bahas lagi, Kau satu-satunya dihidupku" Kata Keyno. Mengalihkan pembicaraan supaya Agnes tidak terus membahas hal yang membuatnya di hantui rasa kehilangan semu.
Keyno tak bisa mengontrol dirinya saat Ia melihat Agnes terkapar akibat kecelakaan dan luka parah beberapa tahun lalu, bukan karena siapa-siapa, Salah Keyno karena mengendarai sambil mengagumi wajah cantik disampingnya hingga ia tidak fokus. Akibat kecelakaan itu, beberapa tulang rusuk Agnes patah, dan ada kelainan pada sumsum tulang belakangnya, Tapi karena Agnes bukan golongan manusia normal semua kembali utuh seperti semula dan keberadaan chip di tubuhnya cukup membantu pemulihan sekaligus keuntungan bagi Keyno.
Ia tidak ingin menjadi penyebab dan alasan kematian orang yang Ia cintai, egois memang! Tapi inilah cinta menurut Keyno.
"Aku ingin keajaiban mengubah kerasnya hatimu" Ucap Agnes
"Maka tunggu lah keajaiban itu tiba" Keyno berkata lirih, lalu mengecup kening Agnes.
"Jangan pernah mencintai orang lain selain aku" Ucapnya lagi.
Agnes mengangguk, "you're the only one" katanya.
Keyno tersenyum tipis, "Tidurlah!" ucapnya kemudian diiringi suara musik pertanda film sudah berakhir dan hanya menampilkan tulisan-tulisan kecil beraturan.
...---...
...Mungkin cintaku tak sesempurna yang kamu inginkan, tapi ketahuilah aku mencintaimu sesempurna hal tak pernah kamu tahu....
...-Keyno Irawan...
__ADS_1