Semestaku

Semestaku
Sisa Ingatan


__ADS_3

Jauh sebelum semua ini terjadi, Sebelum takdir merenggut semua yang ia punya dan menyisakan kekosongan hati dan jiwa, kemana pun ia berjalan dan berlari ia hanya seorang manusia yang di dera kepiluan tiada tara untuk anak seusianya.


Beruntung lah Keyno, di rawat oleh seorang nenek jompo saat orang tua renta itu menemukan Keyno terbaring tak sadarkan diri di rel kereta api, selang dua menit sebelum kereta cepat menghubungkan dua pulau dekat rumahnya itu melintas, jika tidak, mungkin saja Keyno takkan pernah bertemu Agnes di cerita hidupnya atau sudah bersama keluarganya di dunia yang baru.


Seakan semesta melindungi segenap gerak-gerik Keyno, ia tumbuh remaja bersama nenek yang dikenal sebagai Barallo. Nenek Barallo. Namun, saat usianya 16 tahun ia di hadapkan kejadian yang sudah di gariskan takdir, Nenek Barallo meninggal di usia 90 tahun, Semasa merawat Keyno selama 5 tahun terakhir usianya sudah sangat renta, namun ia lakukan segala upaya untuk menyelamatkan hidup Keyno yang terombang ambing dan di cap pembawa sial, dan di asingkan dari desanya tinggal.


Kembali lagi ia terpukul oleh cambukan keras menghantam jiwa, luka lama lima tahun lalu ketika di tinggal keluarganya kembali terbuka, berbekal sepatah dua patah kata nasihat dari sang nenek, Keyno berusaha kuat dan mengobati luka batinnya sendiri walaupun ia benar-benar sendirian sekarang.


Tak ada satu pun orang yang di kenalnya, tak ada satu pun kerabat yang mengingatnya Namun itu semua tak menjadikannya menyerah, bermodal paras tampan dan perawakan mumpuni ia pergi ke kota dan mengikuti perkembangan zaman yang membawanya hingga sekarang. Pertama, Ia di tawari sebagai model majalah remaja karena visualnya mendukung. Namun ternyata, itu hanya pintu awal yang membawanya ke dunia modeling hingga ia menjelma menjadi pria muda sukses dengan segala ketenaran menyeret namanya seperti saat ini.


Di balik kesuksesannya yang luar biasa, Keyno tetaplah pribadi pendiam. Ia tidak mudah bergaul dan cenderung tertutup karena Keyno tahu semua orang mengenalnya hanya karena ia populer, terkenal, dan seorang model tak lebih dari itu. Tidak ada yang menanyakan kabar Keyno, tak ada yang menanyakan ia menghabiskan waktu bagaimana ketika bertemu. Kebanyakan mereka hanya menanyakan merk pakaian yang di kenakan Keyno, atau minta di kenalkan kepada rekan artis atau agensi yang berkecimpung di dunia yang ia tekuni. Semuanya berhubungan dengan karier dan pekerjaan seolah pekerjaan itulah segalanya dan Keyno benci itu.


Hingga tiba hari dimana ia bertemu Agnes 4 tahun lalu, Ketika ia terpilih sebagai model pria untuk mengisi klip video dari penyanyi yang di gandrungi saat itu. Agnes selalu mencuri perhatiannya. Setiap waktu, menit, detik dan setiap sudut tatapan dingin Agnes terus membayanginya seakan mencoba menghipnotisnya.


Agnes terlampau fokus hingga tak menyadari sepasang mata selalu mengawasinya ketika ia mendekor studio syuting dengan bunga-bunga segar bermekaran sesuai tema klip video yang akan di usung "Wedding day", tentu saja itu pekerjaan yang di tekuni Agnes sejak dulu.


Dan dari situ lah semua kisah berawal, Keyno kalah, Agnes melumpuhkannya, membuatnya bertekuk lutut dan berubah menjadi lelaki manis yang mengagungkan Agnes dengan segala keramahannya.


Dulu sekali, sebelum cintanya bertambah berat dan besar pada Agnes, ketika hubungan mereka masih di dasari akal dan pikiran yang mampu di tangkap oleh nalar sebelum akhirnya Agnes memberikan segalanya pada Keyno, mendedikasikan hidupnya pada lelaki yang mencintainya begitu besar.


Kini Keyno menghela nafasnya, mencoba lebih tenang meskipun sebenarnya ia kesulitan. Keyno terus saja mengusap punggung tangan Agnes dan menciumnya sebelum akhirnya Prof B datang dan mengatakan bahwa semua proses penanganan Agnes aman dan berjalan lancar.

__ADS_1


Keyno bangkit dan menjauh untuk sesaat dari ranjang besi tempat Agnes berada, Luka di lengannya sudah tertutup dan belakang lehernya sudah tak lagi terbuka seperti tadi, Alat-alat canggih itu kembali dan diam pada posisi mereka semula. Perlahan, ranjang itu bergerak otomatis membawa Agnes ke posisi semula seperti awal Keyno membawanya kemari. Di ujung sana prof B tengah sibuk memperhatikan sesuatu yang menurutnya janggal. Sesaat, pengoperasian segala pengaman pada kepala dan tubuh Agnes tertahan. Besi-besi itu diam secara tiba-tiba seperti mesin rusak.


"Apa yang terjadi?"


Kenyo bertanya dengan degub jantung bergemuruh hebat, takut saja jika semua teknologi canggih ini berhenti berfungsi dan membuat Agnesnya terjebak pada kondisi yang sama sekali tak diinginkan.


"Kemari lah!" Prof itu mengisyaratkan Keyno mendekat, memainkan ruang kosong dihadapannya seperti layar komputer tembus pandang lalu menzoom beberapa kali hingga Keyno bisa melihat tulisan kecil dengan beberapa program huruf angka berjalan teratur di bawahnya tertera kata "error"


Keyno memandang lelaki di hadapanya dengan tatapan penuh tanya. Meski pun tak begitu paham, tapi ia bisa memastikan terjadi sesuatu pada kegiatan yang mereka lakukan pada Agnes.


"Katakan saja, Ada apa?" Keyno menahan getaran di tubuhnya, mencoba merendah setelah menyadari Prof B juga merasa was-was untuk mengatakan yang sebenarnya mengingat emosi Keyno yang susah terkendali.


"Sebagian ingatannya kembali" jawab lekaki tua itu "Tapi tak banyak, hanya 0.05% dari semua yang berhasil terhapus" Lanjutnya memberi penjelasan. Lalu memerintah sistem agar menampilkan ingatan yang masih tertinggal.


"Jangan lakukan itu!"


Layar menampilkan Agnes yang sedang berusaha mengambil revolver dari tangan Keyno, hingga sebuah letusan membuat layar itu berubah gelap.


"Jika kita merebootnya, itu memperbesar resiko ia tak bangun. Karena kita harus memprogramnya ulang yang membutuhkan banyak waktu untuk menjeda aliran darahnya"


Keyno tertunduk, tangannya melemas dan bertumpu pada meja kerja di ruangan itu untuk menopang lututnya yang terasa melemah seketika. Sejurus kemudian, ia menghela nafas menatap Prof B dengan tatapan berkaca.

__ADS_1


"Baiklah" Ucapnya lirih di ambang keputus asaan. Tak ada pilihan lain, ia tak mau mengambil resiko Agnes menderita lagi. Ia akan menerima konsekuensi atas sisa ingatan itu, mungkin Agnes akan membencinya karena sudah memanipulasi pikiran Wanita itu. Tak apa, bagi Keyno saat ini Agnes bangun adalah hal terpenting lebih dari masalah apapun yang akan datang menghampirinya.


Pria jenius itu mengangguk lalu benda-benda canggih itu kembali bekerja, Melepas helm canggih di kepala Agnes dan pengaman di lengannya. Wanita itu terpejam damai seperti posisi semula, seperti tak terjadi apa-apa hanya sedikit bercak darah di sekitar lengannya. Keyno bergerak cepat membersihkan itu semua sebelum akhirnya ia memberi perintah pada sistem untuk membangunkan Agnes melalui chip terseembunyi di belakang leher wanita itu.


Keyno sangat gugup, ia ketakutan kalau saja semua usaha mereka gagal dan Agnes tak bisa bangun sama sekali. Tapi semuanya sirna saat Agnes perlahan membuka mata ...


"Key....?"


Ia mengerang sakit setelahnya, sepertinya morfin yang di suntikkan prof belum bekerja maksimal di tubuh Agnes. Tubuhnya lemas dan wajahnya pucat karena darah cukup banyak terbuang ketika lengannya di operasi. Keyno tertawa, ia sampai menangis mendapati Agnes masih bisa mengucapkan namanya bahkan mata indah itu terus memandangnya dengan tatapan redup. Keyno mengusap wajah Agnes lalu menciumnya.


"Maafkan aku... Kau boleh memukulku sepuasmu! lakukan apa yang kau mau..." Lirihnya...


"Key.. peluk aku" Agnes meminta.


"Begini?" Keyno mendekap Agnes, memberi kehangatan yang sebelumnya ia lakukan.


"Hmm" Agnes mengangguk.


"Aku melihatmu bersamanya, menggemaskan. Aku menyukai kalian" Lirih Agnes dengan suara pelan dan Keyno mendengarnya meskipun ia tak mengatakan apapun untuk menanggapi.


"Terimakasih sudah menepati janji agar selalu bangun untukku" Keyno melepas dekapannya. Menyelimuti Agnes dengan jaketnya. Sementara prof B memandang kedua orang itu dengan anggukan senyuman kecil. Ia sadar, Keyno akan melakukan apapun untuk wanitanya. Meski pun itu nyawanya. Sejurus kemudian, dia menggelengkan kepala menyadari Agnes begitu sangat terlihat bodoh untuk ukuran orang Jenius sepertinya.

__ADS_1


"Key, aku ingin pulang.." Pinta Agnes


__ADS_2