Sesuatu Yang Indah

Sesuatu Yang Indah
Bab - 39


__ADS_3

Lisa, yang tidak berpengalaman menghadapi sindiran tingkat tinggi ini tidak mengerti bahwa omongan seperti itu dianggap trendi, jadi ia dengan setia membela wanita tua yang mulai disayanginya. "Sepertinya anda tidak begitu akrab dengan Her Grace."


"Oh, aku akrab dengan dia. Dan kau mendapat simpatiku yang terdalam."


"Saya tidak butuh simpati anda, My Lord, dan anda tidak mungkin mengenalnya dengan baik kalau masih berbicara seperti itu mengenai beliau."


Pria itu menatap Lisa dengan dingin. "Aku berani berkata aku cukup dekat dengannya sehingga sering terkena serangan radang dingin dalam beberapa kesempatan. Wanita tua itu benar-benar ratu es."


"Dia murah hati dan baik!"


"Kau," ujar pria itu sambil tersenyum mengejek, "entah takut mengatakan yang sesungguhnya atau gadis paling polos sedunia."

__ADS_1


"Dan kau," balas Lisa dengan tatapan terdingin yang pasti mendapat pujian dari sang nenek sendiri, "entah terlalu buta untuk melihat kebenaran, atau amat sangat jahat."


Pada saat itu musik waltz itu telah berhenti, dan Lisa melakukan penghinaan yang tak termaafkan, dan sangat terang-terangan, dengan membalikkan badan dari pria itu dan meninggalkannya. Tak menyadari bahwa semua orang tadi memperhatikan mereka, ia kembali ke tempat Yugyeom dan sang nenek, tapi tindakannya barusan sudah menarik perhatian banyak tamu, beberapa diantaranya langsung mengejek kesatria yang angkuh itu karena tak berhasil merayu Nyonya Kim muda.


Sebagai balasannya, Jaehyun, sang tuan rumah, berputar haluan menjadi pengancam yang paling bengis malam itu dan mengatakan dari perkenalannya yang singkat sewaktu berdansa, ia mendapati sang Nyonya Kim muda adalah wanita yang tidak menarik, bodoh, sombong dan sangat membosankan, yang tak punya bahan pembicaraan, tidak modern dan tidak cerdas.


Dalam satu jam saja, Lisa yang polos dinilai oleh para tamu sebagai wanita yang benar-benar bodoh. Ia berdiri di tengah kelompok besar tamu yang berpakaian elegan berusia dua puluhan sampai tiga puluhan. Beberapa dari tamu itu dengan antusias membicarakan pertunjukan balet yang mereka tonton kemarin malam serta penampilan memukau dari seorang Jung Una, sang mantan simpanan Mingyu. Sambil menoleh ke arah Yugyeom, Lisa mengeraskan suaranya sedikit agar terdengar diantara keributan itu, lalu dengan polos bertanya apakah Mingyu suka pertunjukan balet. Dua lusin orang serta merta berhenti berbicara dan terkesima menatapnya dengan ekspresi beraneka macam mulai dari malu hingga mengejek.


Mingyu pernah berkata jika Lisa membuatnya teringat akan lukisan Gainsborough, kenang Lisa senang, tapi kedua wanita itu lebih pantas disebut sebagai mahakarya seniman sekelas Rembrandt. Menyadari bahwa ada seseorang sedang berbicara dengannya, Lisa meminta maaf karena tidak memperhatikan, lalu menelengkan kepalanya ke arah dua wanita yang telah menarik perhatiannya.


"Mereka benar-benar dua wanita tercantik yang pernah saya lihat, bagaimana menurut anda?" tanya Lisa sambil tersenyum kagum tanpa sedikit pun rasa iri.

__ADS_1


Kelompok yang mengelilinginnya mula-mula melihat ke arah dua wanita itu, lalu ke arahnya. Alis mata mereka terangkat, mata mereka melebar, dan kipas mulai diangkat untuk menutupi senyum geli. Ketika pesta dansa hampir usai, empat ratus orang sudah mendengar bahwa janda Mingyu mengagumi mantan wanita simpanan Mingyu. Gosip itu begitu santer sehingga orang-orang yang sempat  bermusuhan selama bertahun-tahun pun kembali tertawa bersama, mereka bahkan tampak tertawa terbahak-bahak bersama, layaknya sahabat karib.


Lisa untungnya tidak menyadari kesalahannya, tapi semakin lama ia semakin sadar orang-orang sepertinya diam-diam menertawakan dirinya. Dalam perjalanan pulang di dalam kereta, Lisa memohon agar Yugyeom mengatakan kepadanya apakah ia telah berbuat kesalahan, tapi pria itu hanya menepuk bahunya dan dengan tenang mengatakan ia sukses besar, sementara sang nenek berpendapat ia telah 'menaikkan' citranya.


Meskipun demikian, secara naluriah Lisa tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Pada acara pesta-pesta dansa, sarapan bersama dengan ala Venesia, dan pertunjukan-pertunjukan musik, lirikan sinis yang ditujukan ke arahnya semakin menjadi dan tak tertahankan. Merasa tersiksa dan bingung, ia mencari perlindungan di antara teman-teman sang nenek yang meskipun usianya beberapa dekade lebih tua, namun tampaknya mereka tidak menganggap dirinya mahluk yang menggelikan, aneh dan menyedihkan seperti yang ditunjukkan oleh generasi yang lebih muda. Sama sekali tidak terpikir oleh Lisa bahwa orang-orang paruh baya itu, hanya menghormati neneknya dan hanya menganggap seorang gadis yang sangat tergila-gila dengan mendiang suaminya sehingga buta dengan sekitar lelaki itu. Dan tentu saja, pandangan ini kemudian hari tetap akan sampai pada generasi muda yang akan membuat penilaian mereka terhadap Lisa menjadi semakin buruk.


Kadang kala Lisa diajak berdansa, tapi oleh pria yang tertarik pada mahar besar yang diberikan Yugyeom dan sang nenek kepadanya, atau oleh pria yang hanya ingin mencicipi tubuh wanita yang pernah menikah dengan playboy paling terkenal di seantero London. Lisa merasa, tanpa tahu sebabnya, tak satu pun dari pria-pria itu benar-benar menyukainya dan melakukan satu-satunya cara yang ia tahu untuk menyembunyikan kebingungan dan kesedihannya, yaitu dengan mengangkat dagu tinggi-tinggi dengan sikap dingin lalu dengan sopan dan tegas mengatakan ia lebih suka berada bersama teman-teman sang nenek.


Sebagai akibatnya, Lisa dijuluki ratu es, serta berbagai julukan buruk lainnya. Gurauan yang beredar di kalangan para bangsawan mengatakan bahwa Mingyu merasa lebih baik mati tenggelam dari pada mati beku di ranjang istrinya. Dan untunglah Mingyu terlihat keluar dari rumah mewah yang diberikan kepada simpanannya yang cantik di siang hari setelah pengumuman pernikahannya muncul di surat kabar.


Terlebih lagi, diulas panjang-lebar dengan sedikit mengejek bahwa wanita simpanan Mingyu pada malam yang sama berkata pada temannya sambil tertawa bahwa pernikahan Mingyu hanyalah demi alasan 'praktis' dan pria itu sama sekali tidak berniat memutuskan hubungan rahasia di antara mereka.

__ADS_1


Dalam dua minggu, Lisa dengan sedih menyadari bahwa dirinya sudah dikucilkan dalam pergaulan tapi karena ia tak mendengar apa yang mereka bicarakan di belakang dirinya, ia tak tahu sebabnya. Yang ia tahu adalah para bangsawan memperlakukannya entah dengan menggurui, geli atau kadang-kadang terang-terangan menghina. Dan ia telah gagal total dalam menyandang nama Mingyu. Yang terakhir itu yang paling membuatnya sakit hati. Ia menghabiskan waktu berjam-jam di koridor di depan potret pria itu, berusaha tidak menangis, dalam hati meminta maaf karena telah  gagal dan memohon agar pria itu memaafkannya.


__ADS_2