
Setelah mereka mengobrol panjang tentang perasaan mereka dan makanan dimeja pun telah habis. tak terasa waktu begitu cepat dan sekarang sudah menunjukkan pukul delapan malam.
"Mas pulang yuk" ucap Veena
"Iyaa Veen, jangan lupa sama janji kamu besok yaa" ujar Reyhan
"Iyaa mas" ucap Veena
Reyhan menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Veena yang sedang duduk sendirian selalu memikirkan besok harus menjawab apa ke Reyhan, Veena rasanya tidak ingin cepat-cepat untuk hari esok.
"Veen jangan melamun" ucap Reyhan mengagetkan Veena
"Eh mas Reyhan sudah selesai?" kaget Veena
"Ayooo pulang, biar kamu istirahat dan memikirkan semuanya" ucap Reyhan memegang tangan Veena
"Iyaa mas" jawab Veena
Mereka keluar dari cafe tersebut menuju mobil. didalam perjalanan Reyhan menyalakan lagu romantis untuk Veena dan sesampainya didepan rumah Veena ternyata Veena tertidur.
"Kamu cantik sekali saat tidur Veen" ucap Reyhan melihat wajah Veena saat tertidur
"Veen... Veen.... Veen... kita sudah sampai depan rumahmu" ujar Reyhan membangunkan Veena
"Yaa ampun sudah sampai mas, maaf aku ketiduran" ucap Veena kaget karena ketiduran
__ADS_1
"Kamu sepertinya lelah sekali, kamu masuk sana istirahat dan jangan lupa besok aku tunggu jawaban kamu" ucap Reyhan
"Iyaa mas... mas Reyhan juga hati-hati dijalan" ucap Veena turun dari mobil
"Assalamualaikum" ucap Reyhan
"Walaikumsalam" jawab Veena
Setelah mobil Reyhan sudah melaju, Veena segera masuk rumah dan mencari kakaknya untuk mengobrol.
"Kak.... kak.... kak Tita" teriak Veena
"Kenapa sih kamu teriak-teriak" ucap Tita menghampiri Veena diruang tamu
"Kak aku mau ngobrol dan minta pendapat kakak" ucap Veena
"Kakak tahu kan mas Reyhan yang tadi pagi jemput aku?" ucap Veena
"Iyaa kenapa mas Reyhan?" tanya Tita penasaran
"Dari omongan mas Reyhan tadi, seperti mas Reyhan mau serius sama aku kak" ucap Veena
"Maksudnya mau nikahin kamu?" tanya Tita
"Sepertinya begitu kak, menurut kakak bagaimana?" ucap Veena
__ADS_1
"Veen..... kakak dukung semua keputusan kamu tapi kamu harus kenal dulu sama keluarganya Reyhan, kamu harus tahu bibit bebet dan bobotnya. jangan seperti kakak, nikah sama mas Bram tapi keluarganya kayanya tidak menyukainya kakak jadilah kakak sekarang seperti ini" ucap Tita
"Iyaa kak.... besok kalau aku sudah kasih jawaban ke mas Reyhan, besok juga mas Reyhan akan mengenalkanku kepada keluarganya" ucap Veena
"Tapi kamu sudah mencintai Reyhan?" tanya Tita
"Itu dia kak, aku masih bingung tapi setiap aku dekat mas Reyhan ada rasa nyaman" ucap Veena
"Itu tandanya kamu mulai menyukainya. apapun keputusan kamu kakak dukung Veen, kamu bersih-bersih terus istirahat sana" ucap Tita
"Iyaa kak... oh iya mas Bram sudah gak pulang-pulang kak?" ucap Veena
"Sehabis ribut malam itu, kakak udah gak tahan Veen, besoknya setelah mas Bram bangun tidur kakak langsung usir dan minta pisah. mas Bram sepertinya pulang kerumah orang tuanya, sampai sekarang belum ada komunikasi lagi, kakak juga sudah tidak mau memikirkan laki-laki seperti itu" ucap Tita
"Yang sabar yaa kak, mungkin ini alesan tuhan belum kasih kakak momongan karena ternyata mas Bram bukan laki-laki yang baik dan bertanggung jawab" ujar Veena
"Iya benar Veen.... nanti kamu libur kita ngobrol-ngobrol yaa Veen, kalau ngobrol sekarang takut gak ingat waktu dan besok kamu juga harus kerja" ucap Tita
"Iyaa siap kak... kalau begitu aku kekamar yaa kak, mau mandi terus bobo" ucap Veena
"Iyaa selamat istirahat adeku yang sebentar lagi menikah" ucap Tita meledek
"Hmmm.... Terima kasih ya kak, sudah selalu menjadi kakak yang baik buat aku" ucap Veena memeluk kakaknya
"Sama-sama Veen" ucap Tita membalas pelukan adiknya
__ADS_1
..…...............…................................................
Terima kasih sudah membaca novel ini 🙂