
"Apa keputusan kamu tentang rumah tangga kita?" tanya mas Bram
"Apa kamu sudah mantap ingin meninggalkan teman-temanmu yang tidak benar itu? dan kamu siap berhenti berjudi dan minum-minunan?" tanya Tita
"Aku siap untuk semua itu dan semenjak aku keluar dari rumah ini aku hanya memikirkan kamu dan menjauhi teman-temanku" ujar mas Bram
"Aku kasih kamu kesempatan kedua tapi kalau kamu kembali lagi seperti dulu, aku tidak akan kasih kamu maaf" ucap Tita tegas
"Terima kasih sayang, aku sangat bahagia mendengar jawaban kamu. mungkin Allah belum kita kasih keturunan karena Allah tidak percaya dengan aku, sekarang aku janji akan berubah, agar kita bisa punya keturunan" ucap mas Bram
"Iya mas, aku senang kamu sudah menyadari semua ini dan semoga kamu terus menjadi imam terbaik untuk aku dan anak-anak kelak, Aamiin" ucap Tita
"Kalau begitu, karena rumah sepi kita main dokter-dokteran yuk. siapa tahu langsung jadi, sudah lama kita tidak ehm ehm" ucap mas Bram mesem-mesem
"Ihhh mas Bram genit dech...." ucap Tita tersipu malu
Mas Bram mendekati Tita, memeluk tubuh Tita dan mencium bibir tita dengan lembut, Tita pun tidak menolaknya karena memang sudah merindukan belaian dari mas Bram.
akhirnya ehm ehm bikin anak pun terjadi di rumah tamu.
__ADS_1
Selesai ehm ehm, Tita memeluk mas Bram dan Tita merasa bahagia sekali karena mas Bram niat berubah.
"Aku sayang banget sama kamu" ucap mas Bram mencium kening Tita
"Aku juga mas sangat menyayangimu" ujar Tita merasa sangat bahagia
"Oh iyaa.... laki-laki yang waktu itu sama Veena pacarnya?" tanya mas Bram
"Iyaa mas.... mereka mau menikah beberapa hari lagi tapi masih disembunyikan pernikahannya karena Veena masih ingin bekerja dan kuliah" ucap Tita
"Nanti mereka tinggal disini kan?" tanya mas Bram
"Pasti mas, karena itu amanah Alm ayah yang terakhir walaupun kita anak-anaknya sudah menikah tetapi jangan tinggalkan rumah ini. ohh iyaa..... aku ingin tlp ibu, mau ngabarin untuk acara Veena" ucap Tita
Dikantor
"Veen... kamu udah seminggu tidak kekampus?" ucap Selvi via WhatsApp
"Iyaa Selvi... aku sudah WhatsApp dosen pembimbing untuk bimbingan diminggu depan, minggu ini aku masih sibuk kerjaan" ucap Veena membalas WhatsApp Selvi
__ADS_1
"Aku sebenarnya ingin curhat sama kamu Veen tapi kamunya gak datang-datang ke kampus" ujar Selvi via WhatsApp
"Kamu ada apa? ada masalah? pasti mau curhat tentang cowok kamu dech" ujar Veena membalas WhatsApp Selvi
"Nanti saja aku cerita kalau kita ketemu dikampus dan kabarin kalau kamu mau kekampus" ucap Selvi via WhatsApp
"Okee siap, sampai ketemu minggu depan" ucap Veena membalas WhatsApp Selvi
Setelah Veena dan Selvi selesai WhatsApp an, tidak terasa waktu pulang kerja susah tiba.
"Loe gak bawa motor Veen?" tanya Ririn
"Iyaa tadi dijemput" jawab Veena sambil membereskan meja kerja
"Ehhh cieee.... makin nempel saja nih" ucap Ririn meledek
"Sudah jangan pada ngeledek, nanti orangnya sawan" ujar Ricko ngeledek sambil tertawa kecil
"Udah sana pada pulang, udah pada ditungguin pasangan noh" ucap Veena mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
..…...............…................................................
Terima kasih sudah membaca novel ini 🙂