Sesungguhnya Cinta

Sesungguhnya Cinta
episode 15


__ADS_3

Reyhan merasa sangat haus jadi minta dibuatkan minuman dingin oleh pembantunya dan Veena merasa agak tenang karena orang tuanya Reyhan sedang keluar rumah.


Tidak lama kemudian pembantunya datang membawa dua gelas es jeruk.


"Ini mas mba minumnya" ucap pembantunya membawa es jeruk dan manaruh dimeja


"Terima kasih bi" ucap Veena


"Diminum Veen dan dimakan itu cemilannya" ucap Reyhan dan dimeja diruang tamunya memang sudah tersedia berbagai macam cemilan yang ditaro didalam toples


"Iyaa mas.... diminum yaa" ujar Veena hendak meminum es jeruknya


"Iya Veen... tunggu papa dan mama pulang yaa, habis itu baru kita kebengkel" ucap Reyhan


"Iyaa mas" ucap Veena


Veena berucap dalam hati : semoga papa mamanya mas Reyhan lama. gue kan masih belum siap ketemu orang tuanya mas Reyhan.


Tiba-tiba ada suara mobil datang dan perasaan Veena tak karuan.


Veena berucap dalam hati : apa ini suara mobil orang tuanya mas Reyhan? kalau iya, gue harus ngomong apa? yaa ampun ini terlalu cepat banget.


"Assalamualaikum" ucap mama dan papanya Reyhan


"Walaikumsalam" ucap Veena dan Reyhan


Reyhan dan Veena berdiri lalu menghampiri mama dan papanya Reyhan. Reyhan mencium tangan kedua orang tuanya dan Veena pun memberanikan diri untuk mencium tangan kedua orang tua Reyhan.

__ADS_1


Veena merasa sangat deg-degan dan merasa canggung.


"Ayoo duduk lagi" ucap mama Reyhan


"Mama sama papa dari mana?" tanya Reyhan


"Beli keperluan untuk besok, teman-teman arisan mama mau kumpul disini" ujar mama Reyhan


"Besok rame dong, pasti pada bawa anak perempuannya untuk dijodohkan sama aku" ucap Reyhan agak bete


"Kamu sih belum nikah-nikah, jadi teman mama pada mau jodohin anaknya buat kamu" ucap mama Reyhan


"Ini kenalkan mah pah.... calon istri Reyhan" ucap Reyhan melirik ke arah Veena


"Malam om tante, saya Veena" ucap Veena senyum ke orang tua Reyhan


"Sudah berapa lama kalian dekat? kok papa baru tahu kamu dekat dengan perempuan" ucap papa Reyhan


"Oh begitu... yaa sudah segaralah menikah" ucap mama Reyhan


Veena hanya diam dan tersenyum mendengarkan mereka berbincang-bincang. Veena masih bingung harus bagaimana tetapi ini semua harus Veena jalankan karena tidak ingin mengecewakan siapapun.


"Gimna nak Veena.... apa kamu sudah siap menikah dengan putra saya?" ucap papa Reyhan


"Insyaallah siap om" ucap Veena tersenyum


"Panggil kami mama dan papa karena sebantar lagi kamu kan akan menjadi anak kami juga" ucap papa Reyhan

__ADS_1


"Iyaa pah mah" ucap Veena


"Anggaplah kami orang tua kamu juga, agar kamu tidak merasa canggung dirumah ini" ucap mama Reyhan


"Sekali lagi terima kasih mah pah.... Veena berasa punya orang tua lagi karena selama ini Veena hanya tinggal dengan kakak saja. ayah sudah Almarhum dan ibuku tinggal dengan suami barunya dibandung" ucap Veena membuka omongan


"Iyaa Veen... mama dan papa yakin dengan pilihan anak kami dan pertama mama melihatmu, mama yakin kamu bisa membahagiakan Reyhan" ucap mama Reyhan


"Terima kasih mah pah telah menerima Veena dikeluarga ini" ujar Veena


"Anggap kami orang tua kamu yaa nak Veena" ucap papa Reyhan


"Iyaa pah" ucap Veena tersenyum


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam, Reyhan sudah berjanji akan mengantarkan Veena kebengkel untuk mengambil motornya.


"Ohh iyaa mah pah.... sekarang Reyhan mau anterin Veena kebengkel dulu" ucap Reyhan


"Ngapain ke bengkel?" ucap papa Reyhan


"Motornya Veena dibengkel kita pah, waktu itu sempat mogok" ucap Reyhan


"Sudah biar besok Teddy dan Samsul anterin ke rumah Veena, besok libur kan?" ucap papa Reyhan


"Iyaa benar kata papa, kasian Veena malam-malam sendiri bawa motor" ujar mama Reyhan


"Iyaa mah pah.... kalau begitu Reyhan antar Veena pulang yaa, kasian kakaknya Veena dirumah sendiri" ucap Reyhan

__ADS_1


..…...............…................................................


Terima kasih sudah membaca novel ini 🙂


__ADS_2