
Selesai mereka berempat bersenda gurau dan satu persatu pada meninggalkan ruangan kerja untuk pulang, tinggallah Reyhan dan Veena berdua.
"Mas belum selesai" ucap Veena menghampiri Reyhan diruangannya
"Sebentar lagi sayang, ini kirim email satu lagi habis itu kita langsung otw ke RS" ucap Reyhan
"Iyaa mas..." ucap Veena
Veena menunggu Reyhan sambil melihat ponselnya dan ternyata ada WhatsApp dari kakaknya.
"Veen.... besok ibu dan ayah tiri akan ke Jakarta tadi kakak sudah cerita semuanya ke ibu tentang rencana pernikahan kamu" ucap Tita via WhatsApp
"Terima kasih kakakku" ucap Veena membalas chat kakaknya via WhatsApp
Saat Veena sedang chating dengan kakaknya, tiba-tiba Reyhan memeluk Veena dari belakang.
"Hayoooo.... sedang chat sama siapa?" ucap Reyhan sambil tetap memeluk Veena
"Mas..... lepas tidak enak kalau dilihat orang" ucap Veena melihat kanan kiri takut ada orang
"Tenang saja disini hanya kita berdua" ucap Reyhan
"Iyaa mas tapi aku tidak biasa, ayoo kita berangkat nanti macet" ucap Veena
__ADS_1
Reyhan pun melepaskan pelukannya dan mereka berjalan menuju parkiran untuk segera menuju ke RS, sepanjang jalan menuju parkiran semua mata tertuju pada mereka dan membicarakan mereka yang sekarang selalu berdua.
"Mas aku sangat risih saat kita jalan berdua dan semua orang memandang kita aneh" ucap Veena didalam mobil
"Sudahlah tidak usah dipikirkan, yang penting kita bahagia" ucap Reyhan tetap fokus menyetir
Dalam hati Veena : mungkin semua pria sifatnya santai seperti mas Reyhan tetapi buat aku itu sangat menjadi pikiran. tapi yaa sudahlah benar apa kata mas Reyhan tidak usah dipikirin yang penting kita bahagia.
Sesampainya mereka di RS, Veena dan Reyhan langsung menuju kamar dimana mamanya dirawat.
"Assalamualaikum" ucap Veena dan Reyhan
"Walaikumsalam" ucap mama dan papa Reyhan
"Mama bagaimana kondisinya sekarang? sudah enakan?" tanya Veena
"Alhamdulillah.... mama belum makan? Veena suapin yaa mah" ucap Veena
"Iyaa Veen.... baru datang makanannya" ujar mama Reyhan
"Makan dulu yaa mah, Veena suapin" ucap Veena mengambil makanannya
Reyhan melihat Veena dan mamanya begitu dekat bahkan Veena begitu perhatian dengan mamanya. hati Reyhan sangat bahagia dan merasa tidak salah pilih memilih istri.
__ADS_1
"Istri idaman" ucap papa Reyhan melihat Veena dengan sigap menyuapin mama Reyhan
"Iya pah.... gak salah pilih kayanya Reyhan" ucap Reyhan tersenyum
Veena hanya tersenyum malu dipuji seperti itu. mereka mengobrol dan becanda sampai lupa waktu ternyata sudah jam 9 malam.
"Mah.... pah.... Reyhan dan Veena pamit sudah malam, waktunya mama istirahat" ucap Reyhan
"Iyaa.... hati-hati kalian" ucap mama Reyhan
"Reyhan.... besok jam 10an kamu sudah disini yaa" ucap papa Reyhan
"Iyaa pah...." ucap Reyhan
"Ya sudah hati-hati" ucap papa Reyhan
Selesai Veena dan Reyhan berpamitan, mereka menuju parkir mobil untuk segera mengantarkan Veena pulang tetapi belum sampai rumah Veena, Reyhan mampir ke tempat makan karena merasa sangat lapar.
"Kita makan dulu ya Veen, aku lapar banget" ucap Reyhan
"Iya mas... aku juga lapar" ucap Veena yang mulai tidak canggung lagi sama Reyhan
Sesampainya ditempat makan Reyhan dan Veena memesan makanan. tetapi saat lagi memesan kak Tita menelpon Veena.
__ADS_1
..…...............…................................................
Terima kasih sudah membaca novel ini 🙂