
Setelah Reyhan meninggalkan Veena dan Veena sibuk membereskan berkas-berkas kerjanya. Puput dan Ririn menghampiri Veena karena mereka penasaran dengan kedekatan singkat Veena dan Reyhan.
"Veen.... loe sudah jadian?" tanya Puput
"Belum" jawab Veena singkat sambil mematikan komputer
"Cerita-cerita dong Veen" ucap Ririn
"Iyaa nanti gue ceritain" ujar Veena
"Besok kan tanggal merah kita ngemall yuk" ucap Ririn
"Ayooo......" ujar Puput
"Nanti malam gue kabarin yaa guys. gue duluan yaa gak enak sama pak Reyhan nungguin gue" ucap Veena
"Oke... hati-hati" ucap Puput dan Ririn kompak
Veena pergi meninggalkan mereka karena sudah ditunggui oleh Reyhan. Ricko yang mendengar percakapan Veena, Puput dan Ririn hanya diam dan tetap fokus ke layar komputernya.
"Ricko.... sekarang loe pendiam banget sih" ucap Ririn
"Lagi mau kalem" jawab Ricko
"Ahh gak seru loe !!" ucap Puput
"Yuk ahh pulang" ucap Ririn mengajak Puput jalan keluar ruangan
Veena dan Reyhan sudah didalam mobil dan menuju bengkel untuk mengambil sepeda motornya Veena.
"Veen... apa kamu sudah siap untuk menjawabnya?" tanya Reyhan sambil tetap menyetir
__ADS_1
"Mas Reyhan, apa siap tinggal di rumahku?" ucap Veena
"Kamu tidak ingin tinggal berdua denganku?" ujar Reyhan
"Almarhum ayahku berpesan, tidak boleh meninggalkan rumah walaupun sudah menikah karena itu rumah peninggalan almarhum ayah" ucap Veena
"Kalau memang begitu, aku tidak keberatan tinggal dirumahmu" ucap Reyhan
"Apa mas Reyhan tidak risih ada kakakku?" tanya Veena
"Mau gimana lagi, kamu juga tidak akan keluar dari rumah itu kan?" ujar Reyhan
"Mas Reyhan sudah yakin memilih aku? banyak wanita cantik dan baik yang ingin dicintai mas Reyhan" ucap Veena
"Veen... kalau dari dulu ada yang cocok denganku, aku pasti sudah menikah. aku menunggu kamu Veen" ucap Reyhan
"Aku bersedia untuk menjadi pendamping hidup mas Reyhan" ucap Veena hati deg-degan
"Apa Veen? coba ucapkan sekali lagi" ujar Reyhan tak menyangka Veena menerimanya
"Terima kasih Veen, aku akan menjagamu" ucap Reyhan
"Iyaa mas" ucap Veena
Setelah Veena menerima cinta Reyhan, ternyata Reyhan berbalik arah tidak menuju bengkel tetapi menuju rumahnya untuk mengenalkan Veena kepada kedua orang tuanya. sesampainya didepan halaman rumah yang sangat besar Veena tampak bingung.
"Kita sudah sampai Veen" ucap Reyhan
"Mas ini bengkel orang tua kamu bagus banget" ucap Veena bingung
"Ini bukan bengkel Veen tapi ini rumah orang tuaku" ujar Reyhan
__ADS_1
"Hahhhh !!! ngapain kita kesini mas" ucap Veena kaget
"Aku ingin memperkenalkan calon istriku sama keluargaku" ujar Reyhan
"Mas.... aku belum siap, ini terlalu cepat" ucap Veena
"Ayolah Veen, kamu itu calonku" ucap Reyhan
Reyhan turun dari mobil dan membuka pintu mobil Veena setelah itu Reyhan menggandeng tangen Veena masuk kedalam rumahnya.
"Mas lepas" ucap Veena ingin melepaskan tangan Reyhan
"Kamu yang tenang yaa" ucap Reyhan melepaskan tangan Veena
Dalam hati Veena berkata : gimana mau tenang kalau ternyata secepat ini, apa iya keluarga mas Reyhan mau terima gue, wanita biasa yang hidupnya pas-pasan.
Reyhan membuka pintu rumahnya dan mempersilakan Veena duduk diruang tamu.
Dalam hati Veena berkata : rumah sebesar ini sepi sekali, pasti pada dikamarnya masing-masing.
"Mah... pah...." ucap Reyhan teriak didalam rumah
"Mama sama papa pergi mas ke supermarket" ucap pembantunya
"Oh iyaa bi... sudah dari tadi?" tanya Reyhan
"Sudah mas, mungkin sebentar lagi pulang" ucap pembantunya
"Bi... buatkan minuman dingin yaa" ucap Reyhan
"Baik mas" ujar pembantunya menuju dapur
__ADS_1
..…...............…................................................
Terima kasih sudah membaca novel ini 🙂