
"Sayang.... kamu masih mau kan kembali padaku?" ucap mas Bram
"Aku belum bisa kasih keputusan sekarang mas, beri aku waktu 2 hari untuk memikirkan ini semua" ucap Tita
"Aku tidak bisa maksa, akan aku tunggu jawaban kamu" ucap mas Bram
Veena dan Reyhan hanya mendengarkan dan melihat Tita dan mas Bram yang kemungkinan akan rujuk lagi. Veena tidak bisa memaksa kakaknya untuk tidak bersama mas Bram lagi karena Veena merasa kakaknya masih sangat menyayangi mas Bram.
Mas Bram pun pamit untuk pulang dan dua hari lagi akan menagih janjinya pada Tita.
Reyhan dan Veena menghampiri Tita yang kelihatannya bingung.
"Kak.... aku tahu didalam hati kakak mas Bram masih sangat berarti" ucap Veena
"Tapi Veen...." ucap Tita terputus
"Kak aku selalu dukung keputusan kakak, berilah mas Bram kesempatan kedua" ucap Veena karena tidak ingin melihat kakaknya sedih
"Terima kasih Veen.... saat ini kakak cuma punya kamu dan kamu harta paling berharga buat kakak. kalaupun kamu tidak ingin mas Bram bersama kakak lagi, kakak akan turuti Veen karena kakak lebih baik kehilangan mas Bram dari pada harus kehilangan kamu" ucap Tita sedih
"Kakak tidak akan kehilangan aku atau mas Bram. kita akan jadi satu keluarga lagi" ucap Veena ingin melihat kakaknya bahagia
Tita memeluk Veena sambil menangis dan tidak menyangka kalau adiknya yang dianggap pemikirannya masih suka main main-main ternyata adik kecilnya sudah berubah dan lebih berfikir dewasa.
__ADS_1
"Kak.... ada yang aku ingin bicarakan" ucap Veena
"Apa Veen?" tanya Tita
"Biar aku yang jelaskan ke kakakmu Veen" ucap Reyhan ke Veena
"Iyaa mas...." ucap Veena
"Sebelum saya minta maaf sama mba Tita, kalau semua ini serba mendadak atau terlalu cepat" ucap Reyhan
"Ada apa sebenarnya?" ucap Tita penasaran
"Aku ingin menikahi Veena Minggu depan ka" ucap Reyhan
"Kakak ini.... masa adiknya begitu. tidaklah" ujar Veena
"Terus kenapa cepat-cepat?" ucap Tita sangat penasaran
"Ini semua kemauan saya mba karena saya tidak ingin kehilangan Veena dan pernikahan kami akan diadakan tertutup hanya pihak keluarga saja karena Veena masih ingin bekerja sedangkan dikantor sesama pegawai tidak boleh menikah atau tidak boleh ada pasangan suami istri satu kantor" ucap Reyhan menjelaskan ke Tita
"Kalau begitu besok kakak akan tlp ibu untuk memberi tahu semua ini" ucap Tita
"Kakak setuju?" tanya Veena
__ADS_1
"Kakak dukung saja keputusan kalian berdua dan kamu Reyhan... panggil saya kakak saja walaupun umurnya tuaan kamu setahun tapi sebentar lagi saya kan kakak ipar kamu" ucap Tita
"Baik kak....." ucap Reyhan
"Veen.... motor kamu sudah ada digarasi, tadi orang bengkel mengantarkannya" ucap Tita
"Iyaa kak... tapi mamanya mas Reyhan juga sudah kasih tahu" ucap Veena
"Ohhh bengkelnya milik keluarga Reyhan" ucap Tita
"Iyaa kak...." ucap Veena
Setelah obrolan selesai Reyhan pamit pulang karena besok sudah mulai aktivitas bekerja seperti biasa.
"Kak... Veen... aku pamit pulang" ucap Reyhan
Reyhan bangun dari duduknya dan menuju keluar rumah diantarkan oleh Veena.
"Hati-hati mas dan terima kasih buat hari ini" ucap Veena
"Veen... apa kamu sudah mulai mencintaiku?" tanya Reyhan sambil memegang kedua tangan Veena
..…...............…................................................
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca novel ini 🙂