
Bel istirahat berbunyi semua siswa siswi keluar dari kelas mereka " gue nggak ke kantin ya gaes...gue ke perpus sebentar... " kata hyorin yang meninggalkan teman teman nya. mega,reina dan ametta pun berjalan menuju kantin. langkah mereka terhenti saat mereka berpapasan dengan bima " dihhhh sok cakep banget sii.. " kata reina setelah bima melewati mereka " tapi kalau di perhatiin ada cakep cakep nya sedikit sii re... " celetuk ametta " puuuukkkkkk" mega menepuk puncak kepala ametta " iya iya gue tau.. kalau di banding mazta dia jauh... " sambar ametta yang paham dengan maksud mega.
sesampainya mereka di kantin mereka berkumpul di sudut kantin tempat favorit mereka " hyorin mana..??? " tanya mazta yang sedari tadi memang menunggu kedatangan hyorin " lo kenapa sii ta...kalau lo ky gini terus hyorin nantinya semakin menjauh... " mega yang duduk di sebelah rendi. mereka semua telah mengetahui apa yang sedang terjadi dengan mazta dan hyorin. " kalau udah kayak gini lo sendiri kan yang gelisah... " sambung reina " yaaa trus gue harus gimana..??? gue cemburu banget re...melihat bima deketin hyorin... " mazta yang mencoba menjelaskan nya " gue tahu ta.. gue tahu banget... tapi kemana lo..??? lo yang selalu bisa nahan cemburu lo..?? lo yang selalu bisa nahan emosi.. lo yang selalu buat hyorin bisa senyum... " mega yang mencoba menyadarkan mazta. mendengar kata kata mega semua nya terdiam. " yang di bilang mega bener ta... gue aja salut sama lo... lo bisa nglakuin itu semua demi hyorin.. gue aja banyak belajar dari lo ta... " rendi yang kali ini memihak mega " tapi rend... gue nggak tau kenapa..pagi tadi berasa nyesek banget.. gue takut... gue takut penantian gue selama ini sia sia.. " mazta yang mendongakkan kepalanya " kenapa lo..??? lo hampir putus asa..???? " tanya diaz yang menyodorkan lemon water kepada mazta " gue bingung... " jawab mazta " yaelah ta.... lo kenapa sii... belum ada sehari lo di cuekin hyorin.. lo udah sekalud ini ta...tanda lo emang bener bener nggak bisa berpaling dari hyorin... " pandhu yang meyakinkan mazta " taaaa... lo dengerin gue baik baik.. kalau lo posesive sama hyorin.. lo masih ingat setahun yang lalu kan ta....??? " tanya mega dengan serius. maztapun termenung mengingat kejadian satu tahun yang lalu dimana dia dan hyorin dalam keadaan seperti orang yang sedang Break pacaran itu semua karena kesalahan mazta, mazta yang mulai menyerah dengan hyorin namun hati nya masih tetap kekeh bertahan dengan hyorin, membuat mazta hampir gila dengan keaadan satu tahun yang lalu.
" kalau lo cinta sama hyorin... percaya sama hyorin.. dia nggak ada hubungan dengan siapa pun ta... percaya sama gue ta... dia nggak bakalan ngasih lo harapan palsu mazta...! " mega yang terus meyakin kan mazta, mendengar kata kata mega maztapun tersadar dari lamunan nya.
" udahhh percaya aja sama mega... diantara kita bertiga.. mega paling mengerti semua tentang hyorin... " ametta yang kali ini terlihat serius.
" terus... sekarang dimana dia...??? " mazta yang beranjak dari duduknya " dia di perpus... " jawab reina. mazta pun pergi meninggalkan kantin. sepanjang koridor sekolah mazta melangkah melewati cewek cewek yang memperhatikan nya.
__ADS_1
" duuhhh mazta... kenapa sii lo cakep banget... "
" mazta... kenapa lo bikin gue melting.. "
" mazta... i love you.. "
para cewek bergumam melihat mazta dengan pesona tampan nya.
" apaan sii... nggak usah tarik tarik.. " kata mazta sembari melepaskan tarikan tangan nya " kak mazta mau ngapain ke perpus.. tumben..??? " tanya milka.yaa cewek yang menarik tangan mazta adalah milka. saat mazta melewati depan kelas milka, milka keluar dari kelasnya dan mengikuti langkah mazta.
__ADS_1
" ngapain sii...plissss nggak usah ngikutin gue... " jawab mazta dan bergegas meninggalkan milka yang masih berada di depan perpus. mazta pun mencari keberadaan hyorin di dalam perpus. hingga akhirnya mazta menemukan hyorin sedang duduk dan yang paling membuat mazta kaget di sebelah hyorin ada bima " tahan mazta... jangan buat hyorin semakin jauh dari lo.. " mazta mencoba menenangkan hatinya kemudian memutus kan mendekati hyorin. mazta melihat hyorin dan bima dari balik rak buku yang berada di belakang mereka " kenapa gue jadi tukang ngintip gini sii.. " batin mazta yang memang dirinya sedang mengintip hyorin dari sela sela tatanan buku di perpus. mazta melihat bima yang terus mengajak ngobrol hyorin membuat dada mazta terasa sesak namun mazta berkali kali mengelus dada nya mencoba menenangkan hati nya.
bel masuk berbunyi mengagetkan mazta yang masih berdiri di balik rak buku. mendengar bel masuk mazta langsung pergi meninggalkan perpus sebelum hyorin mengetahui keberadaan nya. begitu juga dengan hyorin yang kembali ke kelasnya. semua siswa kembali ke dalam kelas masing masing dan pelajaran pun di mulai kembali. kelas terasa hening saat guru memulai kegiatan belajarnya dan beberapa jam kemudian bel pulang sekolah berbunyi " oke anak anak... pelajaran telah usai.. mohon perhatian nya sebentar... minggu depan kalian sudah masuk di ujian semester pertama.. kurangi kegiatan yang nggak penting.. siapkan diri kali untuk menghadapi ujian.. " ibu dina mengakhiri jam pelajaran nya.
semua siswa berhamburan keluar dari kelas " gue pulang duluan ya girls.. " pamit hyorin " lhoooo... bukannya pulang bareng mazta... " sahut reina " gue kayaknya pulang naik taksi deh... " jawab hyorin " kenapa sii... nggak usah gitu lha rin...." mega membujuk hyorin " gue duluan yaa... " hyorin melambaikan tangan nya ke arah teman teman nya. selang beberapa detik mazta menghampiri mega.. reina dan ametta " mana hyorin...??? " tanya mazta yang nafasnya tidak teratur " yahhh lo telat.. baru aja hyorin pergi.. " jawab ametta yang merasa sedih melihat mazta. kemudian mazta berlari keluar sekolah tanpa meninggalkan sepatah katapun pada mereka. mazta melihat hyorin sedang menuju pintu gerbang sekolah. mazta menarik tangan hyorin membuat tubuh hyorin berbalik dan mazta langsung memeluknya. sontak membuat hyorin kaget dengan tingkah mazta " forgive me plisssss..... jangan kayak gini sama gue plisssss... " bisikan mazta tepat di telinga hyorin. hyorin terdiam sejenak merasakan pelukan mazta yang begitu erat " Mazta...!!! ini masih di lingkungan sekolah.. apa apaan kamu..!!! " suara keras itu keluar dari bibir pak nando yang melihat mazta memeluk hyorin. " so... sorry.. sorry pak... " mazta yang langsung melepaskan hyorin dari pelukannya. hyorin hanya menunduk menyembunyikan wajah malu nya " awas ya..!! jangan di ulangi lagi...!! " pak nando yang mengeraskan rahangnya,mazta hanya menganggukkan kepalanya.
hyorin masih berada di hadapan mazta merasa sedikit salting dengan apa yang telah terjadi " rinnn... maafin gue.. gue janji nggak akan mengulangi untuk ketiga kalinya... " mazta memohon. yaa memang ini kedua kalinya mazta bersikap cemburu " nggak usah janji janji... setahun yang lalu juga lo ngomong kayak gitu kok... " hyorin mencoba mengingatkan mazta " oke.. gue harus apa biar lo maafin gue...?? " tanya mazta menatap hyorin dengan tatapan tajam nya.
" ta... gue nggak pernah nyuruh lo buat nungguin gue ta...lo bebas ta mau sama siapa pun... kalau menunggu gue itu buat lo sakit.. kenapa lo masih nungguin gue... " hyorin mencoba menahan air mata nya. mazta terdiam mendengar kata kata hyorin. hyorinpun tak kuasa menahan sakit di hati nya saat mengatakan hal tersebut kepada mazta.
__ADS_1
" oke... gue minta maaf banget sama lo... jangan ngomong seperti itu lagi di hadapan gue... gue mohon jangan seperti ini sama gue.. gue nggak bisa hyorin... " kata mazta sembari memegang kedua pipi hyorin. mazta tahu dari sorot mata hyorin bahwa hyorinpun tidak menginginkan hal seperti itu. hyorin menundukkan kepalanya dan hanya terdiam " gue anterin lo pulang kerumah yaa... " kata mazta yang begitu halus membujuk hyorin. mazta pun menggandeng tangan hyorin keluar dari sekolah dan mengantarkan hyorin pulang.