Setia Ku Menantimu

Setia Ku Menantimu
#CHAPTER 6


__ADS_3

Pagi hari di rumah Mazta... semuanya sibuk dengan aktivitasnya masing\-masing. Mazta yang sudah bersiap siap akan pergi ke sekolah begitu pun abang andra yang sedang menyiapkan beberapa dokumen penting. saat Mazta keluar dari kamar berjalan terburu\-buru menuju meja makan dan " Braaaaakkkkkkkkk " tak sengaja Mazta menabrak papa nya " Mazta...!! kamu kenapa sii.. pagi\-pagi grasa grusu... " katanya.. yaa dia adalah **Adi wijaya** orang tua Mazta dan andra yang jarang sekali di rumah karena sibuk bekerja hanya saja Mazta lebih sedikit beruntung di banding hyorin karena hanya abang nya dan papa nya yang setiap hari bekerja mengurus perusahaan miliknya tidak seperti hyorin yang kedua orang tuanya sibuk bekerja.


" selamat pagi maaa... " sapa Mazta mencium kedua pipi mamanya " semangat banget hari ini..." kata papa mazta mengahampiri Mazta di meja makan Namun Mazta hanya tersenyum menanggapi pertanyaan papanya " Morning.... " sapa andra yang berjalan sambil memakai dasinya " Mazta pamit dulu ya maa.. paa.. " pamit mazta sambil membawa sepotong roti dan bergegas keluar " kenapa dia hari ini.. tumbenan... " tanya papa sedikit heran " ahhhh palingan juga berangkat sekolah bareng hyorin.. " jawab andra yang sedang menyantap sarapan nya " hyorin anak nya Ardi wicaksono maksud mu...???? " papa kembali bertanya " yaaa... hyorin mana lagi.. emang ada berapa hyorin di hidup mazta.. " kembali andra menjawab pertanyaan papanya.


di rumah hyorin.... hyorin sedang bersiap-siap berangkat sekolah. seperti biasa sarapan sudah mbok sumi siap kan di meja makan pak slamet pun sudah siap di depan rumah. tiba-tiba dari arah gerbang terlihat Mazta mengendarai motornya.

__ADS_1


" morning pak slamet..." sapa mazta kemudian membuka helm full face nya " Den Mazta... kemana aja...!!" sahut pak slamet kaget melihat Mazta " iyaaa nihhh... tuan putri baru mau di antar jemput lagi... " jawab mazta tersenyum malu.memang sudah lama rasanya Mazta tidak pergi ke sekolah bersama hyorin.hyorin yang mendengar suara motor Mazta langsung keluar sambil memakai tas nya.


" lo hari ini bawa motor....??? " tanya hyorin menghampiri Mazta " kenapa...???? nggak mau..??? ya udah pake mobil lo aja... " jawab Mazta yang selalu bersikap lembut pada hyorin " nggak usah..yaudah berangkat ayooo... gue nggak mau terlambat gara-gara lo.. " hyorin pun bergegas menuju motor mazta. mereka pun berangkat sekolah bersama.menyusuri jalanan yang padat menembus macet nya jalanan bersama para pejuang keluarga yang siap memulai aktivitasnya. sinar mentari mulai terasa menyengat di kulit membuat hyorin menatap arloji di tangan nya " ta... cepet dikit kita hampir terlambat... " hyorin yang mendekatkan kepalanya pada Mazta. Mazta pun mempercepat laju motornya sampainya di sekolah langsung menuju parkiran motor terlihat disana teman-teman nya sudah menunggu kedatangan Mazta. hyorinpun turun dari motor mazta " cie... udah mulai berangkat bareng lagi nih... " pandhu yang menggoda Mazta " kenapa...lo iri yaa... " hyorin melirik ke arah pandhu " mega baru aja Masuk tau rin... " rendi yang berbicara pada hyorin " ohh ya udah gue masuk dulu yaa.. " pamit hyorin, namun tiba-tiba langkahnya terhenti sejenak tersadar dasinya tak terpasang di baju nya " ******... dasi gue ketinggalan.. " gumam hyorin. Mazta pun mencoba melangkahkan kakinya menghampiri hyorin " kenapa...??? "tanya Mazta memperhatikan hyorin " dasi gue ketinggalan di rumah ta... " jawab hyorin " ohhhhh ya udah pake punya gue aja... " mazta langsung melepas dasinya dari baju seragamnya " terus lo gimana..??? " sahut hyorin dengan ekspresi wajah bingung " yaudah nggak apa-apa.. palingan gue cuma tanda tangan surat pernyataan di guru BK.. " jawab Mazta dengan santai " oke.. thanks yaa.. " hyorin pun berjalan meninggalkan mazta sambil memakai dasi nya.


bel masuk telah berbunyi seluruh siswa masuk ke kelas masing-masing dan memulai pelajaran. sementara di kelas mazta free class membuat mereka akhirnya keluar dari kelas dan beralih keruangan music. sudah 2 tahun lebih Mazta dan kawan kawan nya menjadi team inti band di sekolahnya. " sekolah cuma tinggal beberapa bulan lagi men... masihkah lo ngejar-ngejar dia.. ??? " tanya rendi pada Mazta.Mazta yang sedang memainkan gitar accustic nya terhenti dan menghela nafasnya " kenapa pertanyaan lo sama seperti pertanyaan abang gue rend.... " kata Mazta yang menundukan kepalanya " kita sebagai temen dukung lo ta.. mau seperti apa pun lo.. dengan siapapun lo nantinya.. kita nggak keberatan kok.. " sambung rendi " Maksud lo...???? " Mazta menoleh melihat rendi yang duduk berada di dekat nya " maksud rendi... emang lo nggak mau cari cewek lain gitu... lo mau sampai kapan nungguin hyorin... " jawab diaz yang mencoba menjelaskan pada Mazta " lagian ta... lo kan cakep.. siapa sii yang nggak suka sama lo.. banyak ta cewek yang ngantri sama lo... " pandhu menambahkan argumen nya " udahhh... gue tau kalian care sama gue... tapi gue mohon kalau urusan hati gue.. plissss bgt..saat ini gue emang bener-bener belum bisa berpaling dari dia.. " kata kata mazta membuat teman teman nya tertunduk dan tidak bisa berkata apa apa mereka terdiam sejenak hingga akhirnya bel istirahat memecahkan keheningan diantara mereka.

__ADS_1


mereka pun keluar dari ruangan music. melihat sekelompok cewek cantik berjalan di koridor sekolah membuat mereka segera menghampirinya. namun langkah Mazta terhenti saat melihat Bima menghampiri hyorin melihatnya membuat Mazta terbakar cemburu namun teman teman nya mampu meredamnya tapi Mazta tetap yakin hyorin tidak akan memberinya harapan palsu seperti apa yang abang andra khawatirkan. dan seketika senyum terlihat dari wajah Mazta saat melihat bima menjauh dari hyorin.


sesampainya di kantin seperti biasa mereka selalu duduk di pojok kantin entah mengapa rasanya tempat itu sudah menjadi favorit mereka dari pertama mereka masuk ke sekolah.


" haiiii sayang...." sapa mega yang melihat rendi menghampirinya " hei.. heii... heii.. ini sekolah beb.. nanti aja kali kalau mau pacaran.. disini banyak yang jomblo.. berasa dunia milik berdua aja... " sahut reina " iyaaa nihhhh.. gue kan jadi pingin. .. " celetuk ametta " yazz.. diaz..tuhhh gandeng ametta... " seru Mazta saat hendak duduk di samping hyorin " yaelah ta...cari yang agak bening sedikit kenapa sii.. kenapa harus sama ametta... " jawab diaz melirik ametta " heehhhh lo pikir gue mau sama lo...! " ametta yang tidak terima dengan ucapan diaz. hyorin hanya tersenyum melihat teman teman nya berdebat " kenapa lo..??? " tanya hyorin saat memergoki mazta sedang memperhatikan dirinya " enggak apa apa.. gue bahagia aja hari ini... " jawab mazta yang meletakkan tangan nya di sandaran kursi milik hyorin. saat mereka sedang asyik ngobrol tiba tiba milka datang " Kak mazta...!! " panggil milka membuat Mazta seketika menoleh padanya " kak Mazta ngapain kemarin pulang sekolah ke caffe sama kak hyorin... " mendengar ucapan milka hyorin melirikkan matanya pada Mazta " sebenarnya hubungan kak mazta sama kak hyorin apa sii..??? " sambung milka yang terus menerus kepo terhadap Mazta. Mazta menghela nafasnya " emang kenapa.. gue free hyorin free.. nggak ada larangan donk buat jalan bareng" jawaban mazta kali ini cukup membuat milka kecewa " kak mazta nyebelin yaaa orang nya... kakak tau kan... milka suka sama kakak...!!! " jawab milka dan langsung berlari meninggalkan Mazta " adudududu... Mazta kenapa sii lo... banyak banget yang ngefans.. termasuk gue... " celetuk ametta " heeehhhhhh... " mazta langsung menoleh pada ametta " engga gitu maksudnya kok ta.. yaa gue cuma sebatas mengagumi lo sebagai anak band aja kok.. iyaa kan rin..??? " ametta mencoba menjelaskan nya " kenapa harus tanya gue.. " jawab hyorin yang sedikit bingung dengan pertanyaan ametta " Mazta... dipanggil pak nando di tunggu di ruangan nya.. " tiba tiba salah satu siswa menghampiri Mazta. Mazta pun beranjak dari kursi nya.saat hendak melangkah Mazta mendekatkan wajah nya pada hyorin " I LOVE YOU " tepat pada telinga hyorin Mazta membisikkan kata itu membuat hyorin terdiam mematung " heiiiii... pemandangan apa lagi ini...kenapa semua nya bikin baper sii.. " sambar reina melihat tingkah Mazta. Mazta beralalu sambil melambaikan tangan nya.

__ADS_1


__ADS_2