
Malam harinya hyorin sedang menunggu mega datang ke rumahnya. karena sore tadi papa mama hyorin pergi keluar kota.jadi hyorin meminta mega untuk menginap di rumahnya.
jam menunjukkan pukul 7 malam hyorin masih berada di kamar nya. tiba tiba mbok sumi masuk ke kamar hyorin.
" non... maaf di depan ada den mazta.... " ucap mbok sumi
hyorin sejenak terdiam tiba tiba dia langsung bangkit dari ranjangnya.
" apa tadi mbok..???? Mazta...???? " tanya hyorin yang tidak percaya.
" iya non den mazta... duhhh non ganteng banget den mazta nggak kayak biasanya... " mbok sumi sumringah menceritakan mazta.
" oke., oke... suruh dia tunggu di depan... nanti hyorin keluar.. " jawab hyorin.
mbok sumi pun keluar dari kamar hyorin.
hyorin merapikan rambutnya di depan cermin dan mengganti hot pants nya dengan celana pendek biasa.
hyorinpun berjalan menuju tempat dimana mazta menunggunya dengan penuh semangat. hatinya berbunga bunga senyumnya terpancar dari wajahnya. lebih dari satu minggu mazta tidak menemui nya setelah kejadian di caffe itu.
langkahnya terhenti saat hyorin mengintip mazta dari balik horden jendela rumahnya.
" duuhhhhh kenapa gue jadi deg degan gini sii.. bener kata mbok sumi mazta hari ini kelihatan ganteng banget... " gumam hyorin melihat mazta dari balik horden. terlihat mazta begitu cool dengan celana jeans panjang dan kaos putih di lengkapi jaket jeans warna hitam.
hingga akhirnya hyorin pun keluar menemui mazta yang sedang duduk di kursi depan rumahnya.
" ha.. haiii.... " sapa hyorin yang sedikit kikuk dengan senyum malu malu nya.
mazta pun bangkit dari kursinya melihat hyorin dengan rambut panjangnya yang di gerai. rindu sekali rasanya melihat hyorin seperti ini namun mazta harus menahan nya. karena ini kali pertamanya mereka berdua menyapa setelah kejadian satu minggu yang lalu.
" haaiiii..... " mazta melambaikan tangan nya.
mereka berdua terdiam sejenak saling menatap satu sama lain. rasa rindu terlihat dari sorot mata mereka berdua.
" mau masuk.... atau mau disini aja...??? " tanya hyorin memecahkan keheningan di antara mereka berdua.
" disini aja nggak apa apa... " jawab mazta yang masih sedikit gerogi
" oke... gue bikinin lo minum dulu yaa.. " ucap hyorin. saat hyorin melangkahkan kakinya masuk tiba tiba mazta menarik lengan hyorin membuat hyorin langsung berbalik dan mazta menariknya kedalam pelukan nya.
deg...
deg...
jantung hyorin berdebar begitu kencang saat dirinya berada di pelukan mazta. maztapun mengeratkan pelukan nya hyorin hanya diam saja merasakan hangatnya pelukan mazta. hembusan nafas mazta terdengar dari telinga hyorin membuat hyorin semakin larut dalam pelukan nya.
" forgive me sayangg... plisssss forgive me... " ucap mazta pelan.
hyorin hanya terdiam dan sedikit berkaca kaca matanya.
__ADS_1
" gue nggak tau ini yang keberapa gue minta maaf sama lo... tapi kali ini gue bener bener minta maaf sama lo rin...gue tersiksa kalau harus seperti ini terus sama lo... " mazta masih memeluk hyorin dan mengusap lembut rambut hyorin.
tak sadar air mata mulai lolos dari pelupuk mata hyorin. hyorin pun tak sanggup bila harus seperti ini terus dengan mazta.
mazta pun mendorong tubuh hyorin perlahan dia pegang kedua pipi hyorin. kali ini wajah mereka berhadapan dan beradu tatapan rindu. mazta melihat air mata hyorin mengalir deras di pipi nya membuat mazta semakin merasa bersalah.
" ssstttt.... jangan nangis oke... " mazta mengusap ngusap kedua pipi hyorin. namun hyorin masih tetap menangis.
mazta pun kembali memeluk hyorin.
" maafin gue.. gue bikin lo sedih.. maaf sayangg...maaf karena gue ingkar janji sama lo.. maaf... " mazta terus meminta maaf namun hyori masih sesenggukan di pelukan mazta.
hyorin pun melepaskan pelukan mazta dan memberanikan dirinya menatap mazta yang berada di hadapan nya.
" gue yang harusnya minta maaf... karena gue udah banyak nyakitin lo.. " ucap hyorin dengan suara terputus putus.
" nggak... nggak.. lo nggak salah... yang salah gue karena gue nggak bisa ngertiin lo... dan gue baru tau kenapa lo nggak mau jadi pacar gue... " ucap mazta.
hyorin pun sedikit kaget dan memutar bola matanya sembari mengelap air matanya.
" sekarang gue tau.. kenapa lo nggak mau jadi pacar gue... karena lo mau nya jadi calon istri gue kan...?? " mazta tersenyum memandang hyorin.
" apaan sii.... " hyorin seketika menunduk menyembunyikan wajah malu nya.
mazta pun memegang kedua tangan hyorin menatap hyorin dengan penuh cinta. hyorin pun mulai mengangkat wajahnya dan melihat sosok yang ada di hadapan nya.
" kapan gue bisa bertemu dengan om dan tante untuk melamar lo... " mazta dengan yakin nya mengucapkan kata kata itu.
hyorin pun mendongakkan kepalanya sambil mengedipkan matanya berharap air matanya tidak menetes lagi.
" heiiii... kenapa...??? itu kan yang lo mau..??? " tanya mazta
hyorin hanya tersenyum dan menganggukkan kepala nya.
mazta pun membalas dengan senyuman nya.
" tapi ada satu syarat... " ucap hyorin.
mazta seketika kaget di buat nya.
" ehhhh busettttt... masih ada syarat mazta... " batin mazta.
" kenapa...??? " tanya hyorin yang melihat ekspresi datar di wajah mazta.
" oke... sebutkan apa syaratnya... " mazta kembali tersenyum
" yakin..??? bisa nggak nihhh...???? " hyorin mencoba meyakinkan mazta.
" buat lo.. gue bakal usahain... " jawab mazta
__ADS_1
" tunggu kita lulus SMA baru lo boleh melamar gue... " hyorin tersenyum.
mazta pun menghela nafasnya kasar.
" no problem.. asal lo janji sama gue... " mazta mencoba bernegosiasi dengan hyorin.
" apa....????? " hyorin yang mulai penasaran.
" lo harus bisa jaga hati lo buat gue...gue nggak mau lo deket sama cowok manapun kecuali gue... " kali ini mazta sedikit posesive.
" dari dulu gue juga udah jaga hati buat lo mazta.. lo aja yang nggak tau... " ucap hyorin yang mencubit pinggang mazta.
" aw.. aw.. aw.. sakit yangg... " mazta meringis kesakitan.
namun hyorin hanya tersenyum.
mazta kembali memeluk hyorin.
" inget.... kita terikat janji... jangan pernah coba coba ingkar..kita harus saling percaya..apapun yang terjadi di antara kita..kita tetap harus saling bicara..nggak ada diem dieman lagi kayak kemarin..gue tersiksa sayangg..." mazta mengeratkan pelukan nya.
" eheeemmmmm...!!! " suara itu mengagetkan hyorin dan mazta.
merekapun melepaskan pelukan nya saat melihat mega yang sedang memperhatikan mereka berdua.
" me.. mega...!!! lo dari kapan disitu hah... " hyorin kaget melihat kedatangan mega.
mazta pun salah tingkah di buatnya.
" udahhh... nggak usah salting... sokkkk lanjutin.. gue mau masuk... " mega kemudian masuk ke rumah hyorin.
" kenapa kamu nggak ngomong kalau mega ada di situ sii.. " hyorin menutup wajah nya malu.
" apa..??? kamu...??? iyaa dehhhh... aku juga nggak tau sayang.. saking senengnya jadi nggak sadar ada orang lain diantara kita... " jawab mazta yang masih terus memegangi tangan hyorin.
" mau masuk nggak nihhh...???? " hyorin kembali menawari mazta masuk.
" mau donk sayang... " mazta pun mengikuti hyorin masuk kerumah nya.
mereka berdua masuk kedalam rumah hyorin.
*
*
*
*
*
__ADS_1
*