
" Apa yang membuat kamu memilih anak om untuk menjadi pendamping mu kelak.. Dan apa yang dapat meyakinkan om untuk menerima lamaran kamu... " ucap papa hyorin.
Degggg
Pertanyaan papa hyorin rasanya sejenak menghentikan detak jantung mazta.
Mazta pun kembali menghela nafasnya perlahan.
" Om.... Mungkin ini terlalu cepat untuk kita yang baru lulus sekolah...mazta memilih anak om sebagai pendamping hidup mazta kelak karena mazta yakin.. Yakin se yakin yakin nya.. Hyorin orang yang tepat untuk mazta.. Dari kita awal kenal.. Terus kita bersama sama suka duka kita lalui bersama..kita saling memahami karakter kita masing masing dalam waktu yang lama..bukan hanya 1 tahun atau 2 tahun...bahkan hampir 5 tahun lebih om..mungkin alasan hyorin menolak mazta sejak awal..maaf bukan menolak..tp lebih tepatnya menggantung hubungan kita...itu agar kita saling memahami satu sama lain terlebih dahulu..Sampai akhirnya mazta bisa sampai di titik ini.. Bersabar menanti moment ini..semua nya mazta lakukan karena mazta tulus mencintai anak om.. Hyorin yang mampu membuat semangat dalam segala hal..hyorin yang mampu menenangkan mazta..hyorin yang mampu memberi mazta perubahan positive di diri mazta..semua yang baik baik..mazta temukan di diri anak om..sejak saat itu mazta bersedia menunggu hingga detik ini dan jika om memberi mazta restu dan menerima lamaran mazta...mazta tidak akan melepaskan hyorin untuk siapa pun dan mazta berjanji bahwa hyorin akan jadi wanita satu satu nya di hidup mazta setelah mama... " jawab mazta
" lalu... Apa hal yang dapat kamu lakukan untuk anak om.. Agar om mau menerima lamaran kamu...??? " pertanyaan kembali terlontar dari bibir seorang ardi wicaksono.
" mungkin saat ini mazta belum punya apa apa om untuk membahagiakan anak om satu satunya... Saat ini mazta masih bergantung dengan papa... Tapi om tenang saja.. Mazta akan berjuang untuk membahagiakan anak om.. Yaa walaupun mazta hanya bekerja di perusahaan orang tua sendiri.. Tapi mazta akan memprioritaskan anak om di hidup mazta om...mazta akan serahkan semua yang hyorin minta asalkan bisa membuatnya bahagia... "
jawaban mazta membuat teman teman nya tertegun.
" gila.. Speachless gue lihat mazta hari ini men... " bisik diaz pada pandhu
" sstttt.. Jangan berisik.. Kita dengarkan dulu semua.. Ini buat pembelajaran kita nanti... " ujar pandhu dengan suara pelan.
" baiklah... Sebenarnya om dari awal sudah merestui kalian.. Hanya saja om ingin mengetes keberanian kamu ... " jawaban papa hyorin membuat seisi ruangan tersenyum lega.
" mazta... Walaupun om dan tante menerima lamaran kamu.. Tapi kami tetap menyerahkan semua nya kepada hyorin.. Karena nantinya hyorin yang akan menjalani nya bersama kamu... Jadi... Bagaimana hyorin... Apa kamu menerima lamaran Mazta...??? " tanya mama hyorin.
Pertanyaan mama membuat hyorin seketika kaget dan menoleh kearah mama nya.
" emmmm aku..??? " tanya hyorin yang menunjukkan jari nya pada dirinya sendiri.
" iyaaaa... Mama serahkan semua nya pada kamu nak... " mama hyorin tersenyum melihat anak gadisnya.
Hyorin terdiam membuat mazta menatap nya tajam apakah hyorin akan menerima lamaran nya atau akan kah semua ini berakhir kekecewaan.
" hyorin sayang...??? " tanya tyas mama mazta.
" ahh iya.. Hyorin menerima lamaran mazta tante... " jawab hyorin dengan cepat.
" Alhamdulillah.... " semua orang akhirnya bisa tersenyum lega mendengar jawaban hyorin.
Begitu juga dengan mazta hatinya belum pernah sebahagia ini dan akhirnya mazta telah melewati satu langkah untuk sebuah ikatan suci. Walaupun entah kapan mereka akan menikah setidak nya satu langkah ini cukup membuat mazta lega bahwa hyorin menerima lamaran nya.
" terimakasih sudah mau menerima lamaran mazta... Om sangat bahagia sekali.. Karena mazta menemukan seorang wanita yang tepat.. Hyorin.. Pesan om.. Kalau mazta macam macam... Katakan saja sama om.. Biar nanti jadi urusan om.. " pesan ady wijaya kepada hyorin.
" udah mau macam macam kemarin pah... " sambar andra.
__ADS_1
Mazta pun sedikit melotot kepada bang andra.
" maksudnya...??? " tanya ady wijaya
" tanyakan saja sama om ardi.. Iya kan om..??? " bang andra menahan tawanya.
" biasalah anak muda.. Kayak kita nggak pernah muda saja... " jawab papa hyorin tertawa mengingat kejadian semalam.
" mazta sematkan cincin nya di jari hyorin... " ucap mama mazta.
" ahhh iya mah... " mazta pun berdiri dan di ikuti hyorin.
Sejenak mazta memandang wajah wanita nya yang hari ini cantik sekali seperti mimpi rasanya bisa sampai di tahap ini rasanya ingin memeluk hyorin yang tepat ada di hadapan nya.namun banyak orang yang menyaksikan mereka sehingga mazta mengurungkan niat nya.
" woyyy... Malah tatap tatapan... " suara bang andra mengagetkan mazta dan mazta langsung menyematkan cincin berlian dengan sebuah berlian yang cukup besar di jari manis hyorin.
" kamu apa apaan sii.. Kayak nggak pernah di posisi mereka saja... " ucap Kak nadya pada bang andra.
" lama banget yang... Aku udah laper... " bisik bang andra kepada Nadya.
*
*
*
*
*
Di kamar hyorin mereka berkumpul sedang memandangi sebuah cincin berlian mewah yang melingkar di jari manis hyorin
" yaaa ampun beb.... gue juga kepingin punya calon suami seperti mazta.. Udah ganteng tajir melintir lagi... " ucap ametta dengan melihat jari manis hyorin.
" yeeee... Itu mah emang dari dulu lo ngefans sama mazta... " reina menonyorkan jarinya ke kepala ametta.
" melihat lo udah tunangan kayak gini kok gue jadi ngerasa tua ya beb... " sambar mega.
" hah.. Tua gimana maksud lo... ?? " tanya hyorin.
" yaaa kita udah lulus sekolah.. Udah punya KTP dan lo udah tunangan.. Berati kita udah tua donk... " jawab mega dengan menunjukkan senyum nya.
" hyorin aja yang memilih tua... " ucapan ametta sedikit sulit untuk di cerna.
__ADS_1
" apaan sii lo metta.. Omongan lo nggak jelas tau nggak.. Sulit masuk ke kuping gue metta...!! " reina yang menyambar ucapan ametta
" iya juga yaahh... Maksud omongan gue apa sii beb... Gue juga bingung.. " ametta yang kembali menunjukkan sikap lemotnya.
Membuat mega memutar bola mata nya dan menghela nafasnya.
" gue nggak tau ya metta.. Lo mau sampai kapan oon seperti ini... " mega yang menyerah dengan sikap ametta yang dari dulu belum juga berubah sepertinya memang sudah melekat identik dengan diri ametta. Namun di balik lemotnya ametta terkadang dia mampu memberi warna sendiri di cyrcle pertemanan mereka.
" permisi..... " tiba tiba kak Nadya masuk ke kamar hyorin dengan membawa beberapa paper bag di tangan nya.
" haiii girls... Nihhh gue bawain kalian kain buat kalian untuk jadi Brides Maid di acara wedding gue nanti... " kak Nadya membagikan satu persatu paper bag yang ada di tangan nya.
Mereka pun menerima nya dengan antusias.
" di dalam nya.. Ada alamat butik nya.. Kalian datang saja ke sana..kalian cari desain sesuai yang kalian inginkan... " kak Nadia sedikit memberi arahan kepada teman teman hyorin.
" terus terus groomsman nya siapa donk kak..??? " tanya ametta yang penasaran.
" ahhh itu urusan calon suami gue... " Kak Nadya tak mau memberi tahu siapa yang akan menjadi groomsman di acara wedding nya.
" iya deh iya... Yang udah punya calon suami.... " celoteh mega.
" kalau lo mau tahu rasanya sebahagia apa punya calon suami... Gihhh minta rendy buat ngelamar lo mega... " sambar Kak Nadya.
Mereka langsung tertawa mendengar ucapan kak Nadya rasanya geli di telinga mereka saat mendengar tentang rendy melamar mega.
" kak.. Gue belum kepikiran sejauh itu tentang hubungan gue dengan rendy kak... " mega kembali tertawa membayangkan dirinya yang akan di lamar rendy.
" lhoo kenapa.. Bukan kah itu suatu pertanda kalau hubungan kalian itu serius...??? " tanya hyorin
" serius sii serius beb.... Tapi kalau seorang rendy sepertinya tidak se gentle Mazta deh... " reina pun ikut beargumen tentang hubungan mega dan rendy.
" udah udah.. Gue nggak mau bahas bahas ini lagi.. Gue masih kepengin bebas... " jawab mega.
" maksud lo bebas ganti pacar ya meg... Makanya lo nggak mau kalau rendy ngelamar lo.... " ametta tertawa dengan puas.
" ametta..!!!! " tawa ametta langsung terhenti saat mega berteriak membentaknya.
*
*
*
__ADS_1
*
*