
Pagi ini papa hyorin mendapat telefon dari Adi wijaya orang tua mazta dan cukup membuat nya kaget karena beliau belum menerima info apa pun dari hyorin.
Orang tua hyorin pun berdiskusi sejenak dengan keputusan orang tua Mazta mengingat kurang dari 2 minggu lagi mereka akan menggelar acara pernikahan untuk Nadya dan Andra.
" hyorin....??? " panggil mira mama hyorin sembari mengetuk pintu kamar anaknya.
mendengar suara ketukan pintu hyorin pun langsung keluar membuka pintu kamar nya.
" di tunggu papa di meja makan nak... " ucap mira.
" ohh iya.. Tunggu ya mah... " jawabnya.
" sekalian ajak temen temen mu buat sarapan.. " mama hyorin melihat teman teman hyorin yang sedang bercanda di dalam kamar anaknya.
Beberapa menit kemudian hyorin dan teman teman nya menuju meja makan.
" morning paahhh.... " ucap hyorin
" morning sayang.... " jawab papa hyorin sejenak memandang anak gadis nya yang tak di sangka akan segera di lamar seorang pria.
" Pagi ini.. Pagi pagi sekali papa di telefon om adi wijaya...kamu tau apa yang dia bicarakan..??? " papa hyorin memcoba membuka obrolan dengan hyorin.
Hyorin hanya perlahan mengangguk.
" oke... Kalau kamu sudah tau apa maksud telefon dari om adi.. Terus.. Kenapa yang kamu ingin kan hanya sekedar acara sederhana.. Papa bisa kok bikin acara lamaran kamu yang sedikit berkesan buat kamu.. " papa hyorin memang sudah lama menyetujui hubungan pertemanan hyorin dan mazta untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius tidak hanya sekedar berteman dan pada akhirnya yang di harapkan sesuai dengan keinginan nya.
" Paaaa.... Plissss jangan tersinggung ya paaaa... Hyorin nggak ada maksud apa apa kok pa... " hyorin mencoba menjelaskan nya.
Teman teman hyorin pun hanya diam mencoba menghormati keputusan hyorin.
" Lalu..??? " Sambar mama hyorin.
" hyorin baru aja lulus sekolah ma... Hyorin nggak mau aja orang orang tau hyorin sudah tunangan...itu membuat aktivitas hyorin sedikit... Aduhhh gimana sii bahasanya.. Susah di jelasin.. " ucap hyorin dengan menggaruk kepala nya.
" sedikit terhambat maksud kamu...??? " papa mencoba menepak pemikiran anak nya.
" yaaa nggak gitu juga maksudnya paaaaa... " hyorin menyangkalnya
" terus apa dong sayangg... " mama hyorin juga ikut bingung dengan jawaban anak nya.
" Maaf om.. Tante.. Mega coba bantu jawab... Mungkin maksud hyorin.. Karena hyorin baru aja mengambil job di tante agness dan dia juga udah terikat kontrak untuk jadi model di sana.. Jadi hyorin sedikit keberatan kalau hubungan nya dengan mazta terekspos nantinya... " mega menjelaskan nya perlahan.
" Ohhhh... Jadi calon istri wakil direktur sekarang jadi model.... " Papa hyorin cukup kaget dengan jawaban mega.
" paaa.. Maaa.. Maaf sebelumnya hyorin nggak ngomong dulu soal ini sama mama dan papa... Hyorin takut..takut ngecewain mama dan papa.. Karena mungkin yang di harapkan mama dan papa hyorin bisa joint di perusahaan papa.. Tp maaf ya paaa.. Hyorin saat ini belum bisa... " hyorin menangkupkan kedua telapak tangan nya sembari memohon.
" oke... Papa ngerti kok.. Papa juga nggak maksain kamu.. Yang penting.. Jaga diri baik baik.. Kuliah juga harus tetap fokus.. jangan pernah menyalah gunakan kepercayaan yang papa berikan.... " papa hyorin mengingatkan anak gadis nya.
" tenang aja om... Nadya yakin kok hyorin pasti bisa jaga kepercayaan yang om berikan... " kak Nadya yang baru keluar dari kamar nya.
" kamu ini.. Selalu saja membela adik mu... " papa hyorin pun melanjutkan sarapan nya.
" oh iya... Buat acara lamaran hyorin tenang aja... Aku sudah siapkan semua nya... Kita cuma ngundang keluarga kan...??? " tanya Kak Nadya.
" terimakasih sayangg.. Tante terimakasih sekali untuk kamu yang mau meluangkan waktu mu.. Padahal kamu juga sedang sibuk... " ucap mama hyorin
" tan... Semua yang Nadya lakuin di sini belum seberapa di bandingkan dengan apa yang Nadya dapetin dari om dan tante... Justru Nadya yang terimakasih sekali sama om dan tante karena sudah mau menerima Nadya seperti anak kandung om dan tante.... " di sela sela mereka ngobrol tiba tiba mbok sumi datang.
" punten non Nadya... Ada den Andra di depan... " ucap mbok sumi.
" suruh masuk aja mbok... " perintah papa hyorin.
__ADS_1
Mbok sumi pun bergegas kembali kedepan.
" selamat pagi om.. Tante.. " sapa andra yang akhirnya menemui keluarga hyorin di meja makan.
Mereka pun saling berbicara bertukar pendapat tentang rencana lamaran hyorin dan mazta.
*
*
*
*
*
*
*
*
Sementara di rumah mazta...
Tyas mama mazta sudah siap dengan make up nya yang cantik.
" Mazta....... " mama mazta mencari keberadaan anak nya.
tyas berjalan menuju kamar Mazta namun tak ada mazta dalam kamarnya.
" kemana sii ini anak... tumben banget... " gumam tyas
saat tyas lewat depan ruangan kerja andra berbarengan dengan Mazta yang keluar dari ruangan kerja andra.
Namun mazta tak menghiraukan omelan mama nya. Mazta yang sedang fokus membaca dokumen yang ada di tangan nya.
" Maztaaaaaaaa..... " tyas kembali mencoba mengalihkan fokus mazta.
" ah iya mah.. Kenapa...??? " mazta akhirnya menutup dokumen yang ada di tangan nya.
" anterin Mama yaaa... " pinta tyas
" kemana mah...??? " tanya mazta yang sedikit malas malasan
" Cari cincin untuk acara tunangan kamu besok... " jawab nya
Mendengar jawaban mama nya membuat mazta langsung sumringah dan bergegas untuk siap siap.
Beberapa menit kemudian mazta dan mama nya keluar dari rumah menuju sebuah jewerly store langganan mama mazta.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
Detik demi detik yang di lalui terasa begitu cepat. Hari ini hyorin mendapat pesan dari tante agness bahwa nanti malam ada jadwal pemotretan baju keluaran terbaru di butiknya.
Hyorin mencoba menghubungi mazta namun mazta sulit sekali di hubungi. Beberapa kali dia menelfon namun tak ada jawaban dari mazta.
mengirim pesan singkat pun tak ada tanda tanda di baca membuat hyorin sedekit kesal rasanya.
" kemana sii.. Tumben banget ihhh... " gumam hyorin
Melihat sahabatnya yang sedari tadi terlihat cemberut,reina pun mencoba mendekati hyorin.
" kenapa sii bebp... Kok uring uringan gitu sii...??" tanya reina.
" gue telefon mazta nggak di jawab.. Chat gue juga nggak dia buka.. " hyorin masih dengan muka cemberutnya
" mungkin dia sibuk bebp... Kata lo kemarin dia habis dapat tugas dari bang andra... " mega mencoba meredakan kekesalan hyorin dengan menggiring opini positive tentang mazta.
" ahhh bener tuh... Mazta kan bentar lagi jadi mas wakil direktur... " kali ini ametta tak seperti biasa nya yang penuh dengan prasangka buruk nya.
" tumben lo... Biasanya lo itu paling suka yang namanya ngomporin... " sahut reina.
" apaan sii rei... Itu tandanya otak lo yang harus nya di bersihin.. Biar pikiran lo tentang gue itu bersih tanpa noda satu pun.. " ujar ametta.
" kok jadi gue... " ucapan ametta memantik emosi reina.
" stopppppp....!!! Udah ya..!! Ujung ujung nya debat kan..??? Bisa nggak sii jangan nambahin suasana makin panas lo berdua... " mega yang ikut geram melihat reina dan ametta mulai berdebat.
Reina dan ametta pun seketika diam melihat mega yang mulai mengeluarkan mode galaknya.
diantara mereka memang mega lah yang selalu menjadi hakim saat debat beradu argument semau nya sendiri. Tapi itu lah gunanya sahabat saling menegur seperti mega saling menghibur dengan adanya ametta yang lemot.
Senja pun tiba tak terasa setelah mazta mengantar mama nya mencari sebuah cincin untuk hyorin,mazta langsung kembali lagi ke ruangan kerja bang andra melanjutkan mempelajari beberapa dokumen tentang perusahaan orang tua nya.
hingga akhirnya mazta melihat arloji di tangan nya menunjukkan jam 16.00
" udah sore.... Dih ponsel gue dimana... " mazta pun mencari ponselnya di sekitar dokumen dokumen yang ada di meja.
Namun tak dia temukan.
" dimana sii..... Maaah... Mama... Maaahhhh..... " mazta teriak teriak keluar dari ruangan kerja bang andra.
" maaaahhhh... Mama..... " mazta terus berjalan teriak memanggil mama nya
" yaaaaaaaaa.... " teriak mama mazta dari arah taman belakang
" mama tau ponsel mazta nggak mah...??? " tanya mazta
" tadi kan di mobil sayangg... Sama kamu di bawa masuk nggak... " jawab mama mazta yang sedang menyirami tanaman di taman.
Seketika mazta pun mengingatnya.
" Mampus lo ta..... " gumam nya dan langsung lari menuju mobil nya.
*
*
*
*
*
__ADS_1
*