
jam pelajaran telah usai siswa siswi keluar dari sekolah. Mazta menunggu hyorin di tempat parkiran motor bersama teman teman nya. tiba tiba bima berjalan di depan Mazta. sorot mata mazta tajam tertuju pada bima.teringat akhir akhir ini bima selalu mencoba mendekati hyorin. pandhu menepuk bahu mazta ketika melihat mazta mengepalkan tangan nya sekuat mungkin membuat mazta menoleh dan pandhu menggelengkan kepala nya.
" yank... jalan dulu yuk... " mega yang menghampiri rendi " nggak ahh... hari ini gue pulang kerumah hyorin.. " jawab mega " hyorin mana meg...??? " tanya mazta yang sudah lama mengunggu hyorin " emmmm... dia ke perpus dulu cari buku katanya ta... " jawab mega dengan santai. saat kembali dari perpustakaan hyorin bertemu dengan milka " kak hyorin... sebenarnya ada hubungan apa lo sama kak mazta..??? " pertanyaan milka membuat hyorin menghentikan langkahnya " kepo banget sama hubungan orang... " jawab hyorin dengan sinisnya " yaaa jelas donk... gue sebel aja... kenapa kak mazta selalu bersikap baik sama lo.. padahal kalian berdua nggak ada hubungan apa apa.. " milka kembali memperlihatkan ekspresi wajah kesal nya " mau lo apa siii... udah nggak usah basa basi.. ngomong aja... " hyorin dengan santainya menanggapi milka " mau gue... lo jauhin kak mazta... " milka yang memperjelas ucapan nya " kenapa..??? lo nggak yakin bisa dapetin dia...??? " tanya hyorin yang menepuk bahu milka dan langsung meninggalkan nya membuat milka makin kesal pada hyorin.
hyorin pun melanjutkan langkahnya menuju tempat parkir di sekolahnya. melihat hyorin dengan wajah yang sedikit kusut membuat teman teman nya bertanya tanya " kenapa lo.. kusut banget muka lo..??? " tanya reina " lo habis ketemu hantu ya... " sambar ametta " bener banget ametta emang paling pinter " hyorin yang memberikan dua jempol nya buat ametta. mereka pun meninggalkan sekolah dan pulang kerumah masing masing. sesuai janji mazta mengantarkan hyorin pulang. sepanjang jalan mereka menembus debu di jalanan yang beradu dengan teriknya sinar mentari dan beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah hyorin. hyorin pun turun dari motor mazta kemudian melepaskan helm nya.
" besok berangkat bawa mobil aja yah... " kata mazta yang melihat hyorin sedang merapikan rambutnya " kenapa...??? gue mah nggak masalah ta... mau pakai mobil.. mau pakai motor.. sama aja.. yang penting kan kita ke sekolah.. " jawab hyorin dengan santai " ahhhh bilang aja lo suka di bocengin gue... " mazta mencoba menggoda hyorin " apaan siii.... " hyorin yang tersipu malu " dihhh so imut banget muka nya... " mazta yang terus menggoda hyorin.
__ADS_1
" lhooooo ngapain dari tadi masih di depan rumah.. kenapa nggak di ajakin masuk den mazta nya non... " mbok sumi yang tiba tiba keluar dari pintu utama " iya nihhh... dari tadi belum di tawarin masuk. .. " mazta menaik turun kan alisnya. hyorin sejenak menghela nafas panjang nya " yaudah.. yaudah... masuk gih... " hyorin mempersilahkan mazta masuk kerumah nya. mazta pun mengikuti langkah hyorin kemudian duduk di sofa ruang tengah. mazta memang sudah akrab dengan suasana rumah hyorin tak heran jika mazta mengetahui setiap ruangan di rumah hyorin karena mazta sudah sering wara wiri keluar masuk rumah hyorin. beberapa menit kemudian hyorin menghampiri mazta yang sedang duduk di sofa berjalan membawa sebuah nampan yang berisikan minuman dan sedikit camilan " wihhhhh apa nih...??? " tanya mazta saat hyorin meletakkan nampan nya di meja " lemon water no sugar kesukaan lo... " hyorin yang kemudian duduk di sebelah mazta " tau aja... kirain lupa... " mazta yang kemudian meminum lemon waternya " asem...???? " tanya hyorin yang melihat ekspresi wajah mazta sedikit mengkirut saat meminum lemon waternya. mazta hanya menganggukkan kepalanya " ya iya lah asem.. lo itu cowok aneh.. lemon nggak pake gula..jelas asem.. " sahut hyorin " bagi gue yang manis cukup lo... " mazta yang menatap wajah hyorin.
membuat hyorin terdiam " obrolan menjurus ke serius nih... " pikir hyorin. suasana berganti dengan keheningan. saat hyorin tersadar bahwa mazta masih terus menatapnya " kalau lo terus menatap gue kayak gitu.. gue juga lama lama grogi tau ta... " hyorin yang mencoba memecahkan keheningan diantara mereka. mazta yang kemudian ikut salting sambil membenarkan posisi duduknya " gue bahagia aja bisa kayak gini sama lo.. " suara itu perlahan keluar dari bibir mazta " kayak gini gimana maksud lo..??? " hyorin yang bingung dengan ucapan mazta " yaaa... kayak gini.. suasana seperti ini yang membuat gue bahagia.. gue nggak tahu kita mau sampai kapan seperti ini..yang pasti gue tetap nungguin lo sampai lo mau jadi pacar gue.. " mazta yang mencoba menggenggam tangan halus hyorin " tapi ta... gue nggak mau pacaran..lo nggak harus nungguin gue ta.. lo bebas dengan siapa pun.." hyorin perlahan melepaskan genggaman tangan mazta " gue tau riin... mungkin saat ini lo nggak mau kita pacaran.. tapi masih ada lain waktu kan riin... " mazta yang mencoba terus menerus meyakinkan hyorin, hyorin hanya tersenyum tipis " asal lo nggak PHPin gue aja riin.. " kata kata itu keluar dari bibir mazta sangat lirih " hehh...??? kenapa..??? lo ngomong apa tadi..??? " tanya hyorin yang memang tidak terlalu jelas dengan omongan mazta " enggg.. enggak kok.. ehhh lo kapan mau main kerumah gue..??? " mazta mencoba mengalihkan obrolan mereka " kenapa emangnya...??? " tanya hyorin " yaa lo di tanyain mama.. kenapa lama nggak main kerumah... " jawab mazta " ohhhhh..... " sesingkat itu hyorin menanggapi mazta " udah cuma gitu aja..??? cuma ohhh gitu.. " sahut mazta yang merasa tidak puas dengan jawaban hyorin " ya terus gue harus gimana..??? oke oke gue kalau ada waktu main kerumah lo... " hyorin memperlihat kan senyuman manisnya " nggak usah mencoba membuat gue lebih dalam jatuh cinta sama lo... " mazta sembari mencolek pinggang ramping hyorin " mazta..!! apaan sii...nggak usah colek colek juga kali.. " hyorin sedikit memanyunkan bibirnya.
tiba tiba suara brisik terdengar dari arah depan rumah. mereka adalah reina.. mega.. dan ametta. mereka mempercepat langkahnya masuk kerumah hyorin saat mereka melihat motor mazta berada di depan rumah hyorin.
senja sore hari mulai menampakkan sinarnya. sesampainya mazta di rumah langsung menuju kamar nya dan membersihkan badan nya di bathroom yang berada di kamarnya. setelahnya mazta membaringkan tubuh nya di ranjang yang berada di kamar nya sambil menatap sebuah foto dirinya dan hyorin yang berada di atas lemari nakas di samping ranjang. teringat semua memori memori manis yang dia lalui bersama hyorin. tiba tiba Kleeeekkkkk suara knop pintu mazta terbuka. namun mazta masih terbuai dalam lamunan nya hingga akhirnya Buuugggggg sebuah bantal besar mendarat di wajahnya membuat mazta tersadar dari lamunan nya " sialan lo... masuk ketuk pintu dulu...! " mazta kesal melihat bahwa bang andra lah yang melemparkan bantal tepat di wajah nya " hehhhh... gue udah ketuk ketuk dari tadi bro.. lo aja yang budeg.. emang kalau lagi bucin bikin orang jadi budeg... " ucap bang andra yang kemudian duduk di sebelah mazta " tau ahhh... keluar.. keluar sana.. gangguin orang aja.. " mazta yang terus mendorong bang andra sampai keluar dari kamarnya.
__ADS_1
oke... mohon maaf bgt kalau lama up nya... maaf juga kalau dalam bahasa masih belepotan..
plissss tinggalkan like kalian biar author terus semangat nglanjutin karyanya. berhubung di sini author nggak bisa kasih visual nya.kalian bebas banget bayangin semau kalian😄🙏
thanks banget sudah mau mampir disini.. ini karya pertama saya.. semoga kalian suka.
sekali lagi terimakasih banget buat semua nya yang udah mau mampir..
__ADS_1