
Ujian hari pertama di mulai mereka hanya di beri waktu 45 menit untuk mengerjakan soal - soal ujian.
sementara di ruangan Mazta....
Mazta sedikit terusik konsentrasinya melihat lembar soal di hadapan nya membuat nya ingin membuang jauh jauh dari meja nya.
" shiiittttt... kenapa seperti ini sii... kenapa gue gelisah dibuatnya.. hyorinn sayang... lo emang paling bisa buat hidup gue jadi setengah gila... gue pikir gue bisa bersikap acuh sama lo.. tapi kenapa membuat hati gue semakin tersiksa.... " mazta terus berbicara dalam hatinya. berulang kali dia mencoba fokus dengan ujian nya hari ini namun entah lah mazta merasa pasrah dengan semua soal soal yang ada di hadapan nya hingga di menit terkahir waktu ujian mazta masih saja belum fokus.
Teeeetthhhhh... teeeeethhhhhhh... teeeeettthhhhhhh....
dan akhirnya bel berbunyi tanda waktu ujian telah selesai. semua siswa siswi keluar dari ruangan mereka masing - masing. mazta bergegas menuju kantin sekolah berusaha menenangkan hati nya. dia duduk di tempat favoritnya dan sahabatnya. mazta mendongakkan kepala nya ke atas dan memejamkan mata nya dengan posisi duduk kaki kanan nya dia tumpangkan di atas kaki kirinya.
" Kak mazta....!!! " suara itu sontak membuat mazta kaget dan membuka mata nya.
" milka...??!!! ngapain lo....??? " mazta sedikit melotot melihat kedatangan milka.
" ya ampun kak.. kenapa sii melotot gitu kayak lihat setan aja... " jawab milka yang mencoba mendekati mazta.
sementara hyorin dan teman temannya tiba - tiba sampai di kantin sesaat hyorin menghentikan langkah nya ketika dia melihat mazta sedang duduk bersama dengan milka.
" waowww... pemandangan kurang enak di lihat nih... " ucap pandhu melihat mazta.
plaaaaakkkkkkk
" awwwwwwww.... " pekik pandhu saat reina memukul punggung pandhu dengan keras.
" mazta ngapain sii deket - deket cewek gila itu.. " ametta yang langsung berjalan menghampiri mazta.
mereka pun semua melangkahkan kaki nya mendekati mazta.
" haiiii nona malam... " sapa ametta tanpa aba - aba hyorin mencubit pinggang ametta.
" aahhhh...!! sakit tahu rin... " ametta mengusap usap pinggang nya.
" maksud kakak apa sii...??? " milka yang bangkit dari duduknya.
" kenapa..??? lo nggak terima gue sebut nona malam...??? " tanya ametta semakin menantang.
hyorin semakin khawatir melihat ametta dengan milka. hyorin takut ametta lepas kontrol dengan mulut julidnya.
" ametta udah donk met... " reina mencoba membujuk ametta.
__ADS_1
terlihat raut wajah milka merah padam menahan semua emosi nya dan langsung pergi meninggalkan kantin.
merekapun duduk dan memesan makanan dan minuman.
" lo udah dari tadi disini ta..???? " tanya rendi.
" enggak.. gue baru aja kok... " jawab mazta
" terus kenapa milka bisa bareng sama lo..??? " sahut mega
" ya mana gue tau meg...dia tiba - tiba datang tak di undang... " mazta sedikit memperlihatkan senyumnya kali ini
hyorin dan mazta duduk saling bersebelahan namun mereka masih saja diam tanpa kata tanpa ada yang menyapa dan tanpa ada yang membuka obrolan antara mereka berdua.
" pulang sekolah kita jalan - jalan dulu yuk... " ajak mega yang sebenarnya hanya ingin memberi waktu mazta dan hyorin ngobrol berdua.
" hayukk.. hayukkk.. kepala sedikit nyut nyutan gaes... ujian baru di mulai kenapa bikin kepala gue pusing ya.. " jawab ametta.
" yaelah... lo mah emang nggak ujian pun udah bikin pusing metta.. " sahut diaz.
" gimana ta..??? " rendi yang mencoba mengajak mazta ngobrol karena sedari tadi mazta hanya diam.
" kenapa...??? gue mah terserah kalian aja lahhh.. " jawab mazta sembari menyeruput lemon waternya.
" ehhhmmmm... gue kayaknya nggak bisa deh.. gue hari ini kayaknya mau langsung pulang kerumah.. " hyorin yang sedikit kurang bersemangat
" yahhhh.. nggak asyik donk rin.. formasi kita nggak lengkap kalau lo nggak ikut.... " reina menatap hyorin, reina tau ada rasa sedih terpancar dari wajah hyorin.
hyorin hanya tersenyum tipis melihat teman - temannya mencoba membujuk nya.
" gue nggak bisa kalau harus pergi bareng kalian sementara mazta masih bersikap seolah - olah gue nggak ada di hadapan nya.. gue nggak sanggup.. hati gue sakit banget.. kenapa sii harus seperti ini... " batin hyorin.
tiba - tiba mazta bangkit dari duduknya dan pergi tanpa pamit.
" woyyy.. mau kemana lo...??? " tanya pandhu seketika melihat mazta melangkahkan kakinya.
" ruang music... " jawab mazta singkat tanpa menoleh sedikitpun.
hyorinpun semakin sedit di buatnya segala pertanyaan bersarang di otaknya melihat tingkah mazta yang semakin acuh terhadap dirinya. rendi dan teman - temanya pun menyusul mazta keruang music.
" Rinnnn kenapa sii bebp.. kenapa lo nggak coba ngobrol berdua sama mazta.. kalian coba bicarakan masalah kalian... " mega yang mencoba menasehati hyorin.
__ADS_1
" gue nggak tau meg.. lo lihat sendiri kan dari pagi kita ketemu.. jangan kan ngobrol berdua meg... menyapa aja dia sama sekali nggak keluar dari mulutnya... " hyorin yang mulai berkaca - kaca matanya.
" bebp... sabar ya bebp.. coba dehhh lo ajakin mazta dulu buat ngobrol... intinya coba deh lo yang mulai menyapa dulu kek.. atau gimana lahhh... " ucap reina.
" gue nggak bisa rei... " hyorin yang menundukkan kepalanya
" gue yakin lo bisa bebp.. lo itu cuma gengsi aja bebp... " ametta yang begitu saja menyeplos tanpa filter
" ametttaaaaa...!!! " mega yang sedikit menyenggol ametta
" iya sorry.. sorry... " ametta mencoba meminta maaf kepada hyorin.
" mungkin lo benar met.. gue pun nggak tau.. kenapa sulit banget buat gue nyingkirin ego gue.. ataupun gengsi gue.. atau apalah itu terserah kalian...tapi memang gue belum punya keberanian untuk ngobrol berdua dengan mazta... " tanpa aba - aba air mata hyorin lolos mengalir dari pelupuk matanya.
" bebpp.. lo jangan nangis.... " ametta mengusap usap pundak hyorin.
hyorinpun segera menyeka air matanya dan perlahan menarik nafasnya dalam - dalam mencoba memperbaiki kondisi hatinya.
" oke.. gue tau perasaan lo gimana.. gue akan coba bicarakan ini sama mazta nanti... " mega yang mencoba menenangkan hyorin.
merekapun akhirnya membubarkan diri saat bel masuk terdengar nyaring di telinga mereka.
semua sisawa siswi kembali ke ruangan ujian mereka masing - masing.
masih sama dengan ujian pertama mereka harus menyelesaikan soal - soal ujian dengan waktu 45 menit.
tak terasa 45 menit begitu cepat berlalu.
siswa siswi dengan antusias berebut keluar dari ruangan ujian mereka masing - masing.
hyorin pun keluar dari ruangan nya dan tiba - tiba teman teman hyorin datang menghampiri hyorin.
" kita temenin lo nungguin jemputan lo yaaa... " kata mega
" lo yakin..??? nggak apa - apa nihhh..???? " hyorin yang mencoba meyakinkan teman - teman nya.
" ya ampun bebp... kenapa sii.. kita kan sahabatan udah lama baget bebp... " hyorin hanya tersenyum melihat teman - teman nya begitu peduli pada dirinya.
mereka pun berjalan menuju gerbang depan sekolah menemani hyorin menunggu jemputan nya.
*
__ADS_1
*
*