Setia Ku Menantimu

Setia Ku Menantimu
#CHAPTER 55


__ADS_3

pagi menyapa dengan sinar mentari yang menyusup di sela sela hordyn kamar hyorin.


Kali ini hyorin sudah mencoba membiasakan dirinya bangun tanpa mbok sumi bangunkan. Mencoba on time dan lebih menghargai waktu.


Dengan mata yang masih sedikit samar samar hyorin perlahan melangkahkan kaki nya turun dan keluar dari kamar nya.


" Surpriseeee......!!!!! " suara ramai tersebut mengejutkan hyorin.


Suasana ruang tengah yang berubah di penuhi bunga bunga dan balon bertuliskan HAPPY ENGANGEMENT semua nya di persiapkan dengan rapi dan elegant.


Mata hyorin sedikit berair saat melihat teman teman nya berkumpul memberi nya surprise.


" nggak ada air mata di hari bahagia lo beb... " ucap mega menyeka air mata di pipi hyorin.


" thank you so much.... Ini moment yang nggak akan gue lupain seumur hidup gue.. Sekali lagi thank you so much... " hyorin yang sesenggukan


" beb... Kita itu bareng udah lama lho beb...hari ini adalah hari yang bersejarah buat lo.. Nggak mungkin donk kita diem aja... Ini sebagai tanda kita ikut bahagia dengan pertunangan lo sama mazta... " kata kata bijak itu keluar dari mulut ametta.


" tumben agak bener ucapan lo metta... " reina membuyarkan suasana mellow yang sejak tadi memang begitu terasa di antara mereka.


" gue ada sesuatu buat lo... pejamkan mata lo... " sargas mega


Hyorin pun memejamkan mata nya. Tiba tiba benda aneh menyentuh pipi nya.


" beb... Ini lipstik kan...??? Beb.. Lo mau apain gue... " hyorin mulai gundah saat dirinya merasakan ada lipstik yang mencorat coret wajah nya.


" udah diem aja.. ini tuh buat seru seruan aja beb.. Kapan lagi kita buat lo kayak gini... " ujar reina.


Beberapa detik kemudian hyorin membuka mata nya dan langsung berlari menuju cermin di dekatnya.


Betapa terkejutnya hyorin melihat wajah nya penuh dengan coretan lipstik dengan huruf D. I. M. Z dan ❤ dimana mana. Satu mahkota kecil bertengger di atas kepala hyorin dan di badan nya ada slinger bertuliskan Mrs. Dimz


Mereka pun bersorak sorak bernyanyi berputar putar mengelilingi hyorin dan tidak lupa ber selfie bersama untuk mereka simpan di galery mereka karena hyorin menolak untuk di posting di media sosial mereka.


" anak jaman sekarang seru ya mah... " ucap papa hyorin saat melihat hyorin dengan teman teman nya.


" kita dulu tunangan nggak kayak gini ya pah... " sambar mama hyorin


" apa mau di ulangi.. Ayok kalau mau di ulangi.. Papah siap.. " papa hyorin mencoba menggoda.


" issss... papa ini... Suka banget ngledekin mama... " mama hyorin tersipu malu.


Tiba tiba ponsel di tangan hyorin berdering.


" aaahhhhhh mazta VCall gue... gimana ini.. Aaahhhhh... " hyorin panik karena malu mukanya berantakan.


Tanpa aba aba ametta langsung meng swipe up tombol hijau di ponsel hyorin.


" yahhh ... Yahhh... Ametta.... " hyorin kesal di buat nya namun mau bagaimana lagi panggilan sudah terhubung dengan mazta.

__ADS_1


Dimazta : " yangg.. Ngapain nunduk nunduk... "


Hyorin masih terdiam dan menundukkan kepala nya.


Dimazta : " yangg...???? "


Semua nya terkekeh melihat tingkah hyorin.


Ametta : Haiiii sayangg...


Tiba tiba ametta muncul di layar ponsel mazta membuat mazta kaget dan menepuk jidatnya.


Hyorin pun akhirnya menunjukkan wajah nya.


Melihat wajah hyorin sebenarnya mazta ingin tertawa namun mencoba untuk menahan nya.


Hyorin : kalau mau tertawa tertawa aja... Aku tau kok muka ku aneh kan...???


Dimazta : nggak kok sayangg.. Tetap cantik...


Ametta : Dusta lo ta...


Dimazta : apa sii lo... Ngangguin orang aja...


Hyorin : ada apa telefon...???


Dimazta : kangen aja yangg...


Mega : kirain penting... Nggak usah ganggu kita... Kita sibuk...


Mega langsung meng swipe up tombol merah di ponsel hyorin


" tega banget lo meg.." ucap hyorin tersenyum


" biarin aja... Lagian nanti juga kalian ketemu... " sambar mega ketus.


Waktu yang di tunggu tunggu akhirnya datang.semua nya sudah siap dan sudah tertata rapi.


Hyorin masih duduk di atas kursi di depan meja rias di kamar nya. Gaun kebaya berwarna navy yang sudah di persiapkan kak Nadya sudah melekat di tubuhnya. Rambut sudah tertata rapi dan make up sudah sempurna. Begitu juga dengan teman teman nya. Semua menggunakan baju dengan warna yang sama dengan hyorin karena memang untuk dresscode acara hari ini adalah Navy.


Suara mobil kedatangan keluarga Mazta terdengar dari kamar hyorin. Hyorin mengintip dari sela sela hordyn di kamar nya. Tangan dingin dan jantung yang semakin cepat irama detakan nya membuat hyorin semakin tegang.


Sementara di depan ada papa mama hyorin yang menyambut kedatangan keluarga mazta begitu juga dengan Kak Nadya yang ikut menyambutnya.


Memang tidak banyak mengundang keluarga di acara hari ini sesuai permintaan hyorin.


Begitu juga dengan keluarga Mazta hanya orang tua dan bang andra yang datang dan hanya teman teman mazta yang ikut mengantarkan Mazta.


Mereka pun masuk dan di sambut dengan bahagia oleh papa mama hyorin.

__ADS_1


" selamat datang di rumah kami... Sudah lama rasanya kita tidak seperti ini... " ucap papa hyorin yang menyambut uluran tangan papa mazta.


" itu karena kamu yang masih sibuk berkerja...tidak seperti aku yang sudah mengurangi pekerjaan ku... " jawab seorang pengusaha sukses ady wijaya.


" Mas ini bisa aja... Mas beruntung lho ada Andra yang sudah mampu menggantikan pekerjaan mas... " mama hyorin yang memuji andra.


" silahkan duduk.. Ngobrolin pekerjaan nya nanti lagi yaa... " kak Nadya mempersilahkan mereka duduk.


Wajah tegang terlihat sekali dari wajah Mazta.


" gue baru kali ini lihat lo setegang ini... " bisik rendy


Mazta langsung menghela nafasnya perlahan untuk mengurangi rasa tegang nya.


" Panggilkan adik mu Nad.... " perintah papa hyorin pada Kak Nadya.


Nadya pun berjalan menuju kamar hyorin.


Melihat hyorin yang masih duduk terpaku membuat Nadya tersenyum.


" kok nggak keluar...??? " tanya kak Nadya.


Namun semua nya diam tak ada yang bersuara.


" gue bingung kak... Gimana sii caranya mau keluar.. ?? " pertanyaan mega semakin membuat kak nadya terkekeh.


Nadya pun menghampiri hyorin dan menggandeng hyorin perlahan.


" dek... Ini memang sudah saat nya.. Ini sudah jadi pilihan mu dek.. Kakak tahu kamu sudah banyak sekali mempertimbangkan Mazta... Soo... yuk kita keluar... " Kak nadya mencoba menasehati hyorin untuk meyakin kan langkahnya.


Mereka pun keluar dengan Kak Nadya menggandeng hyorin sementara teman teman nya berjalan di belakang hyorin dan Kak Nadya.


Mereka perlahan menuruni anak tangga dan menuju ke ruang tamu.


Mazta pun terpana melihat sosok wanitanya dengan menggunakan kebaya modern berwarna Navy. Terlihat anggun dan elegant.


Hyorin duduk diantara papa mama nya sementara yang lain mencari tempat sendiri.


" Oke...karena hyorin sudah ada diantara kita.. Silahkan jelaskan apa maksud dan tujuan kalian datang kerumah saya..." Ucap papa hyorin.


" Maksud kedatangan kami adalah mengantarkan anak kami Mazta untuk sebuah niatan baiknya..yaitu melamar anak gadis mu satu satu nya... Kami sebagai orang tua hanya mampu memberi dukungan serta restu kepada anak kami yang telah memilih anak mu yang nanti nya akan melangkah bersama dan menemani dia menghabiskan sisa waktu nya...kami berharap.. Dan sangat sangat berharap semoga lamaran kami tidak di tolak dan sedikit memaksa agar di terima... " ucap papa mazta yang menyungingkan senyuman di sudut bibir nya.


" kamu ini... Bisa saja dalam berbicara... Boleh om bertanya mazta..??? " tanya papa hyorin menatap mazta serius.


Namun mazta hanya terdiam saat di tatap papa hyorin.


" ta... Jawab ihh... " suara bang andra mengagetkan mazta.


Mazta pun menghela nafasnya kasar

__ADS_1


" ohhh silahkan Om... Maaf.. Sedikit tegang...ahh bukan sedikit... Malah tegang banget om... " jawaban mazta membuat orang di ruangan tersebut tertawa kecil.


__ADS_2