
sesampainya di butik tante agness mereka langsung turun dari mobil mazta. semua mata tertuju pada butik tersebut mengamati setiap sisi yang ada di hadapan mereka.
" Waauuwwwwww....... ini sih mewah banget bebp... " ucap mega yang fokus pada butik yang dihadapan nya.
" yaaa ampun hyorin... itu tuh super super mewah...ini pertama kalinya buat gue... " ucap ametta
" alay banget sii... " sambar mazta sembari menarik rambut ametta.
" ihhhhhh... lo itu .. hiiihhhh... " ametta geram di buat nya.
hyorin pun melangkahkan kaki nya masuk ke dalam butik tante agness di ikuti teman teman nya. tiba tiba ada seseorang yang mendahului mereka dan tiba tiba berhenti kemudian memutar badan nya dengan lemah gemulai.
" heeeiii.. kita ketemu lagi... yaa ampun apa kabarnya kamu say...??? " sapa nya sembari cium pipi kanan kiri ala ala model model profesional.
hyorin pun tersenyum membalas sapaan nya. ternyata hyorin bertemu miss kiki di loby butik.
" sama dia lagi...???? " miss kiki mengulurkan tangannya kepada mazta dan mendekat dengan maksud cium pipi kanan kiri juga namun mazta dengan sigap langsung menghindar.
"stoppp...! " mazta terkejut di buat nya.
melihat tingkah miss kiki membuat ametta .. reina.. mega menahan tawanya.
" ohhh oke.. oke.. ekeu minta maaf.. ekeu cabut dulu yaa say.. nanti kita ngobrol lagi.. ekeu buru buru banget nihh... " pamit miss kiki sembari melambaikan tangan nya dengan manja.
" hahahahahah.. mati kutu lo ta.. sama orang begituan... " ucap mega.akhirnya tawa yang mereka tahan sedari tadi pecah setelah miss kiki menghilang dari pandangan nya.
" siapa sii rin... bentukan nya aneh banget.. cowok kok manis manja begitu.. " tanya reina yang masih terkekeh.
" ohhh dia miss kiki namanya... dia make up artist disini.. kemarin gue di make up in sama dia... " jawab hyorin menjelaskan tentang miss kiki.
" ohhhh make up artist... hati hati lo ta... semakin lo sering nganterin hyorin.. so... intensitas kalian bertemu semakin sering nih.. hahahaha.. " mega kembali mengejek mazta.
mazta hanya bergidik mendengar ucapan mega.
" kalian tunggu di lobby yaa... gue keruangan tante agness dulu... " ucap hyorin pada teman teman nya.
mereka pun setuju untuk menunggu hyorin di loby.
hyorin pergi menuju ruangan tante agness di temani mazta.
sesampainya di ruangan tante agness
" selamat siang... " sapa hyorin.
hyorin dan mazta pun masuk keruangan tante agness
mereka pun membahas tentang kontrak kerja yang akan mereka sepakati.
Mazta hanya menyimak sekilas obrolan mereka.
beberapa menit kemudian ponsel Mazta berdering notifikasi pesan masuk dari andra yang sudah menunggu nya di kantor.
mereka pun akhirnya berpamitan setelah berkas berkas sudah di tanda tangani hyorin.
" gue nggak bisa nganterin kalian pulang.. sesuai perjanjian awal.. kalian pulang naik taxi online... " ucap mazta buru buru kepada teman teman nya.
" iya iya.. santai aja kali..." sambar mega.
__ADS_1
" yaudah.. gue pergi dulu ya bebp... kalian hati hati yaa.. maaf banget nih..." ucap hyorin merasa tak enak hati kepada teman teman nya.
" udah... nggak apa apa bebp... kita ngerti kok.. yaudah pergi gihh.. kalian udah di tunggu.. " ametta membukakan pintu mobil buat hyorin.
hyorin pun meninggalkan teman teman nya di butik tante agnes.
*
*
*
*
*
Satu jam kemudian Mazta dan hyorin sampai di perusahaan orang tua Mazta. sebenarnya ini bukan kali pertama hyorin menginjakkan kaki nya di Adi wijaya group tapi karena sekian lama nya hyorin tak pernah lagi berkunjung ada rasa sedikit asing baginya.
Mereka berdua pun berjalan berdampingan Mazta yang mencoba menggandeng tangan hyorin namun hyorin menolak nya.
" kenapa sii..??? " tanya Mazta.
" ini kantor Mazta...jaga Nama baik kamu sebagai calon wakil direktur... " bisik hyorin sambil berjalan mengikuti mazta.
" awas yaaa... setelah ini pasti kamu ngambek sama aku... " mazta terus melangkahkan kaki nya.
hyorin pun bingung dengan ucapan mazta.
" selamat siang Maz dimaz... " sapa security di lobby.
hyorin pun ikut tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
mereka terus berjalan hingga tiba di kubikel kubikel yang isinya hampir semua karyawan wanita.
" selamat siang Maz dimaz... '
semuanya silih berganti menyapa Mazta dan tidak seperti biasanya mazta membalas sapaan nya dengan senyum andalan nya. membuat wanita wanita tersebut berteriak kecil membuat hyorin sedikit kaget.
" apa apaan nih... genit banget.. " gumam hyorin.
" kenapa...??? " tanya mazta yang sedikit mendengar hyorin bergumam.
" Awas yaa nanti kalau sampai di ruangan bang andra... " batin hyorin sembari menahan rasa cemburunya.
cukup jauh mereka berjalan menuju ruangan Andra hingga akhirnya mereka sampai dan langsung masuk.
hyorin yang sudah tak sabar menahan emosi langsung meluapkan nya.
" Bang. apa apaan nihhh.. belum juga masuk kerja udah seperti ini.. " ucap hyorin dengan raut wajahnya yang memerah.
" apa sii... baru masuk udah ngomel... " Andra bingung dengan tingkah hyorin.
hyorin pun langsung merapikan rambutnya.. tangan nya dia tata ke depan dengan sopan memperagakan karyawan wanita yang menyapa Mazta.
" selamat siang Maz dimaz... " ucap hyorin dengan gaya kemayu dan genit.
andra pun tertawa melihat hyorin menirukan gaya karyawan karyawan nya.
__ADS_1
mazta pun ikut menahan tawa nya melihat tingkah hyorin.
" yaaaa emang seperti itu... gue juga paling males kalau dia dateng kesini.. gue rugi ratusan juta gara gara dia karyawan gue nggak fokus kerja... " jawab andra dengan santai.
" tadi di depan udah gue gandeng bang.. cuma dia nggak mau.. kalau dia mau kan orang orang jadi tau kalau gue udah punya pacar... " mazta mencoba membela dirinya.
andra pun sejenak menelfon siska sekertarisnya untuk membawakan berkas yang tadi dia minta tolong di siapkan.
suara ketukan pintu terdengar siska pun masuk kedalam ruangan.
" ehh ada maz dimaz... " ucap siska seketika melihat mazta ada di ruangan andra.
namun kemudian siska melirik ke hyorin yang duduk di sebelah mazta.
" aduh maz dimaz.. pinter banget cari pacar... kalau pacar nya cantiknya begini sii pasti sulit untuk di geser.. " ucap siska meledek mazta.
hyorin pun mencoba tersenyum santai menanggapi omongan siska.
" udah selesai sis.. silahkan keluar.. minta OB untuk antarkan minuman ke ruangan saya... " andra mencoba untuk mencegah keributan lebih dalam lagi di ruangan nya.
siska pun keluar dari ruangan andra.
Andrapun menghela nafasnya kasar.
" kenapa lo..??? " tanya hyorin.
" enggak.. nggak apa apa kok.. cuma seneng aja.. gara gara kalian dateng ruangan gue jadi rame.. " andra terkekeh melihat tingkah hyorin.
tiba tiba ponsel hyorin berdering. hyorin langsung menunjukkan layar ponselnya di hadapan Andra.
" nihhhh calon istri lo... " hyorin kemudian bergeser untuk menerima telefon dari kak nadya.
sembari hyorin menerima telefon kak nadya., andra pun mencoba menjelaskan berkas yang tadi diantar siska ke ruangan nya.
cukup lama mereka di ruangan Andra. hyorin pun mengakhiri obrolan nya dengan kak nadya. tak terasa mereka sudah 2 jam di kantor dan kemudian mereka pamit pulang dengan membawa berkas yang di jelaskan Andra.
suasana saat mereka keluar dari ruangan andra pun masih sama seperti saat mereka berjalan menuju ruangan andra.
sesampai nya di dalam mobil hyorin langsung mencubit mazta yang memang sedari tadi sudah dia tahan.
" apa sii...tenang aja.. apa yang di omongin siska itu benar... kamu itu sulit.. bahkan sangat sulit di geser posisinya di hati aku... " ucap mazta merayu hyorin.
seketika rayuan mazta membuat pipi hyoring langsung blushing.
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1