
malam harinya mazta terbangun dari tidur nya setelah kejadian tadi bersama hyorin ..mazta langsung istirahat di kamarnya cukup lelah rasanya hingga dia dengan mudah nya terlelap tanpa mengganti baju nya terlebih dahulu.
maztapun beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi di kamarnya. beberapa menit kemudian mazta selesai membersihkan badan nya. dia melangkah menuju balkon di kamarnya.
" Abang... coba cek adikmu.. kenapa belum keluar kamar sedari tadi.. ajak dia makan malam dulu.. " ucap tyas
" nanti juga keluar ma.. mama nggak usah khawatir... " andra mencoba menenangkan mama nya
" tapi ini nggak biasa nya seperti ini abang..." bujuk tyas
andra pun berjalan menuju kamar mazta. dibukanya pintu perlahan terlihat sepi.
" dimana itu anak...??? " andra melangkahkan kaki nya menuju balkon kamar mazta.
terlihat mazta sedang duduk bersandar di kursi dan kakinya lurus ke atas meja sambil menikmati hembusan asap Vape yang di hisapnya.
" kaki itu tempatnya di bawah bro... bukan di atas meja... " andra yang duduk di sebelah mazta.
namun mazta hanya terdiam melihat kedatangan andra.
" lo kenapa sii...??? " andra tiba - tiba mengambil Vape di tangan Mazta.
" gue nggak kenapa - kenapa bang... " jawab mazta yang mengusap wajahnya
" udah cerita aja.. gue orang yang paling nggak bisa lo bohongin ta... " andra menepuk pundak mazta.
mazta pun menurunkan kakinya dan menceritakan semua tentang dirinya dan hyorin.
" jadi lo udah mulai menyerah dengan hyorin... " tanya andra dengan serius
mazta perlahan menarik nafasnya " gue nggak tahu bang... berat banget rasanya kalau harus menyerah...gue udah sejauh ini bang nungguin hyorin... " jawab mazta
" tapi gue nggak bisa kalau harus kayak gini terus sama hyorin bang... gue inginnya hyorin tuh kasih status buat hubungan gue sama dia.. tapi kenapa dia nggak ngerti - ngerti sii maksud gue... " sambung mazta yang sudah mulai frustasi
" emangnya kalau nanti hyorin jujur menolak lo.. lo bakalan siap..???? " pertanyaan andra membuat mazta terkejut
" yaa.. yaa.. nggak juga sii bang... " jawab mazta sedikit ragu
" yaudah sii.. lo nikmati aja hubungan kalian.. ada waktunya hyorin siap jadi pacar lo... " andra meyakinkan mazta
__ADS_1
" tapi gue takut hyorin jadi pacar orang bang... " sahut mazta
" ahhh udah lah... rumit banget percintaan lo.. masih abg tapi udah kayak rumah tangga... gue aja yang udah dewasa nggak gitu - gitu banget... " kali ini andra ikut menyerah dengan keadaan mazta.
mazta hanya terdiam masih mematung di kursinya
" udah nggak usah di bikin pusing... ditungguin mama buat makan malam... " andra menarik mazta keluar dari kamarnya.
mazta pun keluar mengikuti langkah andra keluar dari kamarnya.
*
*
*
*
sementara di rumah hyorin. hyorin masih terdiam di kamarnya .. terasa sunyi karena sahabatnya telah kembali kerumah mereka masing - masing. ditatapnya berulang kali layar ponselnya berharap ada notifikasi masuk dari mazta. namun sedari tadi tak ada satupun notifikasi masuk dari mazta.
" Mazta... segitu marahnya kah lo sama gue ta.. sampai detik ini lo nggak ngabarin gue sama sekali... " gumam hyorin menatap layar ponsel nya.
" tuhan.... semoga besok keadaan sudah seperti semula... beginikah rasanya...??? apakah ini cinta tuhan..??? " hyorin bermonolog pada dirinya sendiri dan akhirnya terlelap dalam tidurnya.
*
*
*
seperti hari - hari biasanya hyorin terbangun saat alarm di kamar nya berdering begitu kencang. hyorin membuka matanya dan langsung menyambar ponsel yang ada di dekatnya.
" kenapa belum ada kabar dari lo ta... biasanya lo selalu menyapa gue saat gue baru bangun tidur... " ucap hyorin sambil mengusap wajah nya.
hyorin pun berjalan menuju kamar mandi segera dia mandi dan bersiap - siap untuk sekolah.
mbok sumi masuk ke kamar hyorin membereskan kamar hyorin seperti biasanya. di lihatnya hyorin sedang duduk di meja riasnya.
" non hyorin kenapa matanya sembab begitu non...??? " tanya mbok sumi yang melihat ke arah cermin di meja rias.
__ADS_1
" nggak kenapa - kenapa mbok... oh iya mbok..??? nggak ada tanda - tanda mazta di depan rumah mbok..??? " tanya hyorin.
" nggak ada non.... kenapa..??? lagi ada masalah sama den mazta..??? " mbok sumi terus bertanya
namun hyorin hanya diam saja
" kayaknya mazta nggak jemput gue deh hari ini... mungkin dia masih marah sama gue... " gumam hyorin.
hyorin pun berangkat sekolah di antar supirnya. sesampainya di sekolah hyorin melihat teman - teman nya berkumpul seperti biasa di area parkir. dilihatnya ada mazta yang sedang duduk di atas motor nya.
" mazta udah berangkat... kenapa sii ta kita harus begini... gue kangen.. kangen saat pagi hari lo menyapa gue sayangg.. jemput gue di rumah... yaaa ampun hampa banget rasanya mazta... " batin hyorin saat melihat mazta yang sedang bercanda dengan teman - teman nya.
" non... kenapa... nggak mau turun..???? " tanya pak slamet yang melihat hyorin termenung.
hyorinpun turun dari mobil nya dan langsung menuju teman - teman nya.
" haiii rinnn... tumben di antar pak slamet...??? " tanya reina yang mencoba menyapa nya.
" iyaaa nihhh... yang biasa jemput sekarang udah nggak mau jemput gue lagi... " jawab hyorin dengan sedikit senyuman nya. mencoba mengkode mazta dengan jawaban nya namun mazta hanya diam saja. jangankan menyapa hyorin untuk melirik hyorin pun mazta sama sekali tidak melakukan nya.
teman - teman mereka pun sedikit tidak nyaman dengan situasi antara mazta dan hyorin. seperti orang melihat sahabatnya sedang putus cinta saja.
Teeeettthhhhhhh.... teeeettthhhhhh... teeetthhhhhhh
suara bel masuk berbunyi membubarkan mereka semua dan mazta pun berjalan hanya melewati hyorin begitu saja tanpa menoleh sedikitpun. hyorinpun melihat mazta yang pergi begitu saja.
" Lo emang nggak menghindari gue ta... tapi lo bertingkah seolah - olah gue nggak ada di sekitar lo.. dan itu membuat
hati gue sakit.. sangat sakit.. " batin hyorin melihat kepergian mazta.
" Nanti kita bahas persoalan ini berdua... " bisik mega kepada rendi. rendi pun mengangguk mereka tidak bisa melihat kedua sahabatnya dalam situasi seperti ini terus menerus yang ada hanya bisa saling menyakiti diantara mazta dan hyorin karena mega dan rendi tahu sahabatnya tidak bisa dalam situasi seperti ini terlalu lama.
merekapun masuk keruang ujian mereka masing - masing. hari ini ada Dua mata pelajaran yang harus mereka kerjakan semua perlatan tulis mereka siap kan. segala permasalahan yang terjadi mereka coba singkirkan terlebih dahulu agar mereka fokus dengan ujian hari ini. Namun itu tidak berlaku untuk hyorin. hyorin terus menerus memikirkan Mazta. saat soal ujian telah di tangan nya hyorin memejamkan mata nya sejenak.
" fokus hyorin.. fokus.. fokus.. fokus.. fighting... !!! " batin hyorin mencoba menyemangati dirinya sendiri.
*
*
__ADS_1
*