Setia Ku Menantimu

Setia Ku Menantimu
#CHAPTER 16


__ADS_3

" what...???!! club... " mega kaget saat mendengar kata - kata itu


" i - iya yang... " jawab rendi


" ohhhh jadi ceritanya mau main ke club... " mega semakin sewot


" ta.. bantuin gue jelasin donk.. jangan diam aja lo.. " sahut rendi


mazta menarik nafasya perlahan


" oke.. jadi kita di undang di acara opening club nya bang riko... " mazta mencoba menjelaskan


" terusss...??? " tanya hyorin


" duhhh kenapa hyorin jadi ikut - ikutan mega nih.. " ucap mazta dalam hatinya


" terus.. yaa.. kita rencananya mau dateng malam ini.. " jawab mazta perlahan


" ohhh jadi gitu sekarang... jadi mau lihat cewek - cewek sexy ntar malem nih.. " mega semakin sewot.


diaz dan pandhu hanya tertawa melihat rendi yang sedang di introgasi mega.


" hehh.. bisa diem nggak kalian.. " kali ini reina menegur diaz dan pandhu dengan wajah sewot juga.


" tahu nii anak.. lagi serius juga.. " sahut ametta


" yaa nggak gitu yangg... nggak enak juga sama bang riko kalau nggak dateng.. " jawab rendi


" yaudah gue ikut..! " sambar mega.


mendengar mega ingin ikut bersama rendi membuat mereka terkejut.


" mega..!!! " seru hyorin


" nggak apa - apa rin.. gue cuma pengen lihat aja cowok gue ngapain disana... " jawab mega


" ahhhhh... gue juga mau ikut... " kata ametta


" kalau ametta ikut gue juga ikut.. " sahut reina


hyorin menarik nafasnya kasar melihat tingkah teman - teman nya.


" kalau kalian ikut siapa yang mau jagain kalian hahh..! " mazta menekankan kata - kata itu


" yaa.. yaaa kalian semua lahh.. siapa lagi... " jawab ametta


mazta hanya menepuk keningnya mendengar jawaban ametta.


dan tiba - tiba mazta mencolek hyorin yang duduk di sebelah nya.


" apa...??? " tanya hyorin


mazta melirikan mata nya kepada ametta dan mega mengkode hyorin supaya mencegah mereka. hyorin menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" gue nggak bisa... ini urusan mega sama rendi.. " bisik hyorin


" woyy... temen lagi debat kisruh gini kalian malah asik bisik - bisikan... " suara pandhu membuat mazta dan hyorin kaget


" hyorin lo juga ikut kita.. " kata reina


" haaahhh...???? " hyorin kaget dengan ucapan reina


" oke.. oke.. kalian boleh ikut... tapi ada syaratnya.. kalian disana jangan jauh - jauh dari kita.. dan jangan pake pakaian yang sexy - sexy pokonya nggak boleh... " kata rendi.


" dan satu lagi.. jangan menyentuh minuman yang berbau alkohol...apa lagi kalau di kasih minum sama orang lain selain kita.. " mazta menambahkan nya. sebenarnya ada rasa khawatir di hati mazta saat cewek - cewek itu kekeh untuk ikut. tapi mau bagaimana lagi dari pada harus ribut terus akhirnya mau tidak mau mazta menyetujuinya.


merekapun akhirnya setuju dengan syarat yang mazta dan rendi berikan. setelahnya mereka kembali dalam suasana seperti biasanya. kemudian hyorin pamit untuk pergi ke toilet. saat hyorin merapikan rambutnya di toilet tiba - tiba milka muncul di cermin yang berada di hadapan hyorin. hyorin pun segera membalikkan badannya.


" kak.. masih kurang jelas yaa ucapan gue kemaren.. " milka mencoba mengingatkan hyorin


hyorin hanya tersenyum tipis di wajahnya


" lo punya kuping nggak sii kak...???!! " seru milka


" harusnya yang bilang kayak gitu gue... " jawab hyorin santai


" ohhhh jadi gitu.. oke kali ini kita bersaing untuk dapetin kak mazta... " milka menantang hyorin.


namun kembali hyorin hanya memperlihatkan senyum sinisnya.


" kenapa..??? lo takut sama gue..??? " tanya milka dengan percaya dirinya


" gue...??? takut sama lo...??? " hyorin memajukan badannya


" sorry...lo nantangin gue buat dapetin mazta.. makan yang banyak gihh.. karena buat ngelawan gue.. lo harus punya tenaga yang ekstra.." jawab hyorin dengan santai dan meninggalkan milka yang berdiri mematung di toilet. mendengar ucapan hyorin membuat milka semakin muak dan emosi dia pikir hyorin cewek yang gampang buat di kasih perhitungan ternyata tak semudah yang milka bayangkan.


hyorinpun kembali ke kantin dan kembali duduk di sebelah mazta. mazta mengamati hyorin yang sedikit menunjukan ekspresi wajah kesalnya.


" kenapa..??? " ametta mendekati hyorin


hyorin perlahan menarik nafas panjangnya.


" pulang yuk... " hyorin yang sedikit bete


" yaudah hayuk.... " jawab mazta. saat mazta berdiri dari tempat duduknya tiba - tiba milka datang menghampiri mazta.


" kak mazta... nanti malem jalan yuk.. " milka yang selalu bergelayutan di lengan mazta


" Milka apaan sii.... " mazta sambil melepaskan tangan milka


mereka hanya diam melihat milka di depan mazta sebenarnya ada rasa risih namun mereka tak mau ikut campur urusan mazta.


" kenapa sii kak... ayolah... sekali ini saja.... " milka terus membujuk mazta


" sorry ya mil.. gue mau pulang dulu.. " mazta menarik tangan hyorin dan meninggalkan milka. melihatnya membuat milka kesal dan menghentakkan kaki nya keras di lantai.


mazta dan kawan - kawan keluar dari sekolah menuju rumah hyorin. sepanjang jalan hyorin hanya diam terlintas di pikiran nya tingkah milka terhadap mazta.

__ADS_1


" duhhh kenapa gue jadi takut gini yaa... kalau mazta jatuh cinta sama milka gimana nih... " batin hyorin


sesampainya di rumah hyorin mereka di sambut mbok sumi.


" lhooo wong baru berangkat tadi kok udah pada pulang... tak bilangin nyonya lho.. kalau non hyorin bolos sekolah.. " mbok sumi yang kaget melihat mereka berhamburan di ruang tengah.


" mbok... kita nggak bolos.. emang udah pulang kok.. hari ini kita cuma ngambil kartu ujian.. " hyorin mencoba menjelaskannya.


mbok sumi pun mengerti dan menyiapkan minuman dan makanan kecil untuk mereka.


" gue keluar dulu yaaa... " rendi tiba - tiba pamit keluar


" heehhh mau kemana lo... " sahut mega


" nggak kemana - kemana yangg... cuma duduk di depan kok... pengen ngasap sebentar aja... " jawab rendi yang mengedipkan satu mata nya.


" sialan ni anak... bikin gue pengin ikutan aja..." batin mazta


" dasar cowok nggak bisa banget sehari aja nggak smoking... " ucap ametta


mazta pun beranjak menyusul rendi begitupun diaz dan pandhu. mereka duduk di kursi di depan rumah hyorin.


" ehhh gimana nihhh... kita bawa empat cewek nanti malem men... " ucap rendi


" emang kenapa..??? " tanya pandhu


" yaaa... yang dua mah udah pasti gue sama mazta yang jagain.. trus ametta sama reina gimana...??? " rendi melirik mazta


" ya bagian mereka berdua lahh.. " jawab mazta menunjuk diaz dan pandhu


" yaelah... kenapa harus gue... " pandhu mencoba menolaknya


" kalau bukan kalian siapa lagi hahh... " sahut mazta


" yaa.. yaudah deh.. mau gimana lagi.. " ucap diaz yang mencoba menerima keputusan mazta.


tak terasa senja di sore hari mulai menampakkan sinarnya. mereka para cowok pamit pulang.


" gue pulang dulu ya ya rin... " pamit rendi kepada hyorin


" nanti kita kesini lagi jemput kalian jam 19.00 malam... " pandhu menambahkan nya.


" jangan dandan cantik - cantik... gue takut orang - orang disana jatuh cinta sama lo... " bisik mazta tepat ditelinga hyorin


hyorin langsung blushing mendengar kata - kata mazta.


" terus aja kayak gitu... sekarang main nya bisik - bisik... " ametta yang melting melihat tingkah mazta terhadap hyorin


" ahhhh bilang aja lo pengen kan...??? tuhhh diaz siap kok.. " mazta meledek ametta


" kenapa jadi gue.. " diaz yang mencoba menolak.


" gue juga ogah sama lo.. " sahut ametta

__ADS_1


mereka pun akhirnya pergi dari rumah hyorin dan pulang ke rumah masing - masing.


__ADS_2